• Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Koran
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Awas Ada Kandungan Mikroplastik dalam Hujan di Jakarta

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 17 Oktober 2025 - 19:25
in Megapolitan
hujan

Pedagang jas hujan saat menawarkan dagangannya di tepi jalan ketika turun hujan di Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto : Antara/Khaerul Izan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penelitian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa air hujan di wilayah Jakarta telah terkontaminasi partikel mikroplastik, yang bersumber dari aktivitas manusia di lingkungan perkotaan.

Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, dalam pernyataannya di Jakarta pada Kamis, menjelaskan bahwa sejak 2022 tim peneliti telah menemukan mikroplastik dalam seluruh sampel air hujan yang dikumpulkan dari berbagai titik di ibu kota.

BacaJuga:

Prakiraan Cuaca BMKG Akhir Pekan, Jakarta Berawan Sepanjang Hari

Dompet Dhuafa dan Paragonian Bergerak: Belajar Seru Bersama 100 Anak di TBM Edelweis

Penghargaan Golden Disc ke-40: Mengungkapkan Daftar Penampil Perdana yang Luar Biasa

Partikel ini terbentuk akibat proses degradasi plastik yang terbawa udara akibat berbagai aktivitas manusia.

“Partikel-partikel mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pada pakaian, debu kendaraan, keausan ban, pembakaran sampah plastik, hingga penguraian plastik di ruang terbuka,” jelas Reza.

Ia menyebutkan bahwa mikroplastik yang terdeteksi umumnya berupa serat sintetis dan pecahan kecil dari berbagai jenis polimer, seperti poliester, nilon, polietilena, polipropilena, dan polibutadiena yang berasal dari ban kendaraan.

Dalam temuan mereka, rata-rata terdapat sekitar 15 partikel mikroplastik per meter persegi setiap harinya di area pesisir Jakarta. Fenomena ini menunjukkan bahwa plastik telah menjadi bagian dari siklus atmosfer.

Mikroplastik dapat terangkat ke udara melalui debu, asap hasil pembakaran, dan kegiatan industri, lalu tersebar oleh angin dan akhirnya turun kembali bersama hujan – sebuah proses yang dikenal sebagai deposisi mikroplastik atmosferik.

“Plastik tidak hanya berakhir di laut. Ia bisa naik ke atmosfer, terbawa angin, dan kembali turun ke bumi melalui hujan,” tutur Reza.

Ia mengingatkan bahwa hal ini sangat mengkhawatirkan karena ukuran mikroplastik sangat kecil – bahkan lebih halus dari debu – sehingga mudah terhirup atau masuk ke dalam tubuh lewat makanan dan minuman.

“Bukan air hujannya yang beracun, melainkan partikel mikroplastik di dalamnya, karena bisa mengandung bahan kimia tambahan atau menyerap zat pencemar lainnya,” tegasnya.

Walaupun penelitian lebih mendalam masih diperlukan, studi global sebelumnya telah menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan, seperti stres oksidatif, gangguan hormon, hingga kerusakan jaringan tubuh.

Dari sisi lingkungan, keberadaan mikroplastik dalam air hujan dapat mencemari sumber air permukaan dan laut, yang pada akhirnya masuk ke dalam rantai makanan manusia dan hewan.

Untuk menanggulangi hal ini, BRIN mendorong berbagai upaya lintas sektor, antara lain memperkuat penelitian dan pemantauan kualitas udara dan air hujan di kota besar secara berkala, meningkatkan pengelolaan sampah plastik sejak dari hulu, mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, memperluas fasilitas daur ulang, serta mendorong industri tekstil untuk menggunakan sistem penyaring serat sintetis pada mesin cuci.

Reza juga mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dengan cara mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah rumah tangga, dan menghindari praktik pembakaran sampah sembarangan seperti dilansir Antara.

“Langit Jakarta saat ini mencerminkan perilaku manusia di bawahnya. Plastik yang kita buang sembarangan, asap yang kita biarkan menyebar, dan sampah yang kita bakar karena enggan memilah—semuanya akan kembali kepada kita dalam bentuk yang tak terlihat, lebih halus, tapi jauh lebih berbahaya,” tutup Reza. (aro)

Tags: dki jakartahujanplastik
Berita Sebelumnya

Doa Mendes di Ultah Prabowo: Presiden akan Bawa Indonesia Bebas dari Korupsi dan Kemiskinan

Berita Berikutnya

Sekolah Masih Rentan Peredaran Rokok di Balik Kasus Kepsek Tampar Siswa

Berita Terkait.

WhatsApp Image 2025-11-29 at 07.48.24
Megapolitan

Prakiraan Cuaca BMKG Akhir Pekan, Jakarta Berawan Sepanjang Hari

Sabtu, 29 November 2025 - 07:47
dd
Megapolitan

Dompet Dhuafa dan Paragonian Bergerak: Belajar Seru Bersama 100 Anak di TBM Edelweis

Kamis, 27 November 2025 - 23:13
WhatsApp Image 2025-11-27 at 12.02.41
Megapolitan

Penghargaan Golden Disc ke-40: Mengungkapkan Daftar Penampil Perdana yang Luar Biasa

Kamis, 27 November 2025 - 16:29
a2c63147-c883-4d91-b88e-64bb20a84a82
Megapolitan

Petugas Tak Sigap, Penyaluran BLT Kesra di Mampang Prapatan Diwarnai Desak-desakan

Kamis, 27 November 2025 - 16:16
WhatsApp Image 2025-11-27 at 06.54.53
Megapolitan

Dipicu Hal Sepele, Anggota DPRD Bekasi Dilaporkan soal Dugaan Pengeroyokan

Kamis, 27 November 2025 - 08:46
WhatsApp Image 2025-11-27 at 06.58.24
Megapolitan

Peringatan Dini BMKG, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Sore dan Malam Hari

Kamis, 27 November 2025 - 08:31
Berita Berikutnya
sekolah-disegel

Sekolah Masih Rentan Peredaran Rokok di Balik Kasus Kepsek Tampar Siswa

BERITA POPULER

  • hujan

    Hujan dan Banjir Kader KB Asahan Tetap Antar MBG 3B

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
  • Dedi Mulyadi: Siswa Masuk Barak Militer Bukan Latihan Perang, Bantu Kesehatan Mental

    761 shares
    Share 304 Tweet 190
  • From Villages to Schools: Wilmar Ensures Clean Water for Future Generations

    687 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Dari Desa ke Sekolah: Wilmar Pastikan Air Bersih untuk Generasi Masa Depan

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Persik vs Semen Padang: Macan Putih siap Mental, Kabau Sirah punya Momentum

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.