• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ribuan Siswa Keracunan MBG, Pemerintah Diminta Berhenti Keras Kepala dan Bertindak Nyata

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:05
in Nasional
IMG-20251016-WA0060

Ratusan siswa di Kabupaten Bandung Barat tengah dirawat akibat mengalami dugaan keracunan akibat menu MBG pada beberapa waktu lalu. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mendesak, pemerintah agar bersikap terbuka dan tidak mengabaikan kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab program itu didanai APBN yang bersumber dari uang rakyat.

“Pemerintah jangan keras kepala. Itu semua uang rakyat, pikirkan nasib rakyat,” kata Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji saat dikonfirmasi melalui gawai, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

BacaJuga:

Arab Saudi dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata dalam Pertemuan Tingkat Menteri

Digitalisasi Perlinsos Dimulai dari Surabaya, Warga Bisa Daftar Langsung untuk Akses Bansos

Dirjen Keuda Dorong BUMD Berbenah Total, Siap Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah

Ia memperingatkan, pemerintah agar keselamatan anak tidak diabaikan demi mengejar keuntungan. “Jangan hanya keuntungan saja yang dikejar, lalu mengabaikan keselamatan anak,” ucap Ubaid.

Pemerintah memang telah menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang melanggar SOP dalam proses pendistribusian MBG. Namun, penutupan itu dinilai belum efektif menghentikan laju kasus keracunan.

“Dapur-dapur MBG ini pada gak mau ditutup karena itu ada hitung-hitungan bisnis. dan kalau ditutup mereka akan merugi. Jadi demi untung, mereka gadaikan nyawa anak-anak. sangat berbahaya ini,” kritik dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta itu.

Kasus keracunan akibat MBG kembali muncul. Ratusan siswa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu program MBG pada, Selasa (14/10/2025). Total korban keracunan mencapai 345 siswa pada, Rabu (15/10/2025) siang kemarin.

Sementara data yang dikantongi JPPI menyebutkan, jumlah korban terbaru keracunan akibat program MBG tercatat 1.084 orang. Itu dihimpun dari berbagai daerah Indonesia dari periode 6 – 12 Oktober 2025. Totalnya telah mencapai 11.566 anak.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengakui, program MBG masih banyak kekurangan. Karenanya ia menekankan pentingnya tanggung jawab bersama antara pemerintah, mitra dapur, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperbaiki kelemahan di lapangan.

“Kita harus akui ini kelalaian kita bersama. Ini salah BGN, mitra, dan SPPG yang harus kita perbaiki bersama,” ucap Nanik terpisah dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Ia juga menyoroti sejumlah dapur mitra MBG yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan. Namun, ia tak menyebutkan secara gamblang jumlah dan lokasinya.

“Dari Kuningan sampai NTB, saya sudah melihat beberapa dapur yang tidak layak. Saat awal launching, dapur yang belum diepoksi tidak boleh jalan. Tapi sekarang, banyak dapur yang belum diepoksi tapi sudah beroperasi,” imbuh Nanik. (dan)

Tags: keracunanmbgpemerintahsiswa

Berita Terkait.

Menpar
Nasional

Arab Saudi dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata dalam Pertemuan Tingkat Menteri

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:08
Fifi-Aleyda-Yahya
Nasional

Digitalisasi Perlinsos Dimulai dari Surabaya, Warga Bisa Daftar Langsung untuk Akses Bansos

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:26
Workshop
Nasional

Dirjen Keuda Dorong BUMD Berbenah Total, Siap Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:25
Wihaji
Nasional

Saling Pahami Watak dan Bahasa Kasih Tingkatkan Kualitas Komunikasi Keluarga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:44
siswa
Nasional

SPMB 2026 Diawasi Ketat, Kemendikdasmen Minta Pemda Tutup Celah Titipan dan Pungutan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:06
kereta
Nasional

Perlintasan Kereta Ribuan, DPR: Jangan Tunggu Korban, Baru Pemerintah Bergerak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:05

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1494 shares
    Share 598 Tweet 374
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.