• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Bola Baba

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 14 Oktober 2025 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – “Jangan menyerah,” itulah salah satu doktrin Jack Ma, pendiri grup Alibaba di Hangzhou. “Lihatlah dunia dari perpsektif lain,” prinsip Jack Ma lainnya.

Juga nama prinsip tekniknya: Luban Locks

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Kami tiba di Jack Ma Center lebih awal dari jadwal. Selasa kemarin. Di hari kedua kami berada di Hangzhou.

Tentu kami tidak menemukan Jack Ma di situ. Jack sudah lima tahun ”menghilang’ dari hiruk pikuk pesta dan kejamnya bisnis.

Dua kali Jack Ma ”menghilang”. Yang pertama menghilang total. Selama satu tahun. Tahun 2020. Ia tidak muncul ke publik sama sekali. Pun di mana ia berada, sulit dideteksi.

Setahun kemudian barulah Jack Ma muncul. Ia mengajar di sekolah yang didirikannya di Hangzhou. Hanya itu beritanya. Tidak lebih. Itu pun sudah membuat kepastian: Jack Ma ternyata masih hidup. Masih baik-baik saja.

Hanya saja kesibukannya kok ”hanya” mengajar. Padahal, sebelum menghilang, ia adalah bos besar yang gegap gempita. Jack Ma adalah pemimpin besar dari salah satu bisnis terbesar di Tiongkok.

Di Jack Ma Center itu kami mendapat permainan bagaimana agar ”tidak mudah menyerah”. Sebelum itu kami meninjau dulu Taman Alibaba yang rindang, indah, tertata rapi, teduh, dan menyenangkan. Taman besar itu berada di tepi sebuah danau kecil nan permai.

Di salah satu bangunan galerinya kami melihat lukisan yang dibuat Jack Ma. Mirip angin puting beliung. Bisa juga mirip gelombang besar. Tapi dari jauh bisa juga dianggap mirip huruf a kecil yang lagi tersenyum. Itulah lukisan “@” yang sudah diubah menjadi bentuk karya seni.

Itu bukan lukisan asli. Tapi ditandatangani Jack Ma sendiri. Aslinya jadi milik kolektor di Hong Kong. Sang kolektor membelinya dengan harga hampir RMB 2,5 juta. Harga tepatnya ditulis di duplikat lukisan itu. Datanglah sendiri ke Hangzhou. Lihatlah sendiri berapa harga yang belum dibulatkan.

Lalu ada foto dan kaligrafi. Anda harus memotret kaligrafi itu. Lalu cobalah menjungkirbalikkan foto itu. Setelah dibalik tetap bisa terbaca. Hanya bunyinya berbeda. Terbacalah tulisan yang berarti kemakmuran. Padahal sebelum dibalik artinya ”pantang menyerah”. Artinya: untuk makmur tidak boleh mudah menyerah.

Lalu di tangga naik ada huruf-huruf yang juga mengajarkan pantang menyerah. Ketika Anda mulai menaiki tangga, huruf itu tidak terlihat lagi. Yang muncul gambar orang yang lagi bersusah payah mendaki tebing sebuah gunung yang tinggi.

Sampai di ruangan atas kami diterima seorang guru taichi. Kami diajak berlatih taichi. Kapan harus bergerak lembut. Kapan harus menendang keras. Kapan harus mundur. Kapan harus maju. Juga kapan harus menarik napas.

Rasanya Jack Ma sendiri kini lagi bertaichi dengan keadaan. Jack Ma sedang melakukan gerakan mundur. Bahkan di tahun 2020 ia tidak melakukan gerakan apa-apa. Ia diam. Konsentrasi batin –yang biasa dilakukan sebelum memulai taichi.

Itu terjadi setelah tiba-tiba saja rencana Go Public Ant Group dibatalkan oleh pemerintah Tiongkok. Padahal waktunya tinggal dua hari. Padahal itulah Go Public terbesar di dunia. Terbesar dalam sejarah sampai tahun itu: 30 miliar dolar.

Ant Group berada di bawah grup Albaba. Jack Ma sebagai pengendali utama. Ada dua versi mengapa IPO itu dibatalkan mendadak.

Versi yang anti pemerintah mengatakan: itu gara-gara Jack Ma mengkritik sistem keuangan Tiongkok. Jack Ma terlihat sudah ingin lebih hebat dari penguasa Tiongkok. Pemerintah marah.

Versi kedua: Ant Group dinilai sudah bukan lagi perusahaan teknologi. Sudah lebih ke perusahaan keuangan. Maka pemerintah menghendaki Ant Group harus tunduk pada otoritas keuangan. Harus lebih banyak dikontrol sebagaimana lembaga keuangan lainnya.

Sebagai pemain taichi, Jack Ma tahu gerakan apa yang harus ia mainkan setelah itu. Ia memutuskan tidak membuat gerakan menyerang. Ia bikin gerakan mundur.

Akhirnya Ali Baba selamat. Tentu ada konsekuensinya. Jack Ma kehilangan kontrol di Ant Group. Otoritas keuangan akan mengontrolnya. Ant Group juga didenda luar biasa besar: 1 miliar dolar –hampir Rp 20 triliun.

“Bukan. Saya bukan guru taichi Jack Ma,” ujar Laoshi Liu, guru taichi yang menyambut rombongan pengusaha Disway ini. “Saya hanya pernah bermain taichi bersama beliau,” tambahnya.

Begitulah guru taichi. Selalu rendah hati. Saat bermain bersama itu mungkin saja ia berada di depan, Jack Ma di belakangnya.

Setelah taichi kami pun dibawa ke ruang lain. Kali ini tidak lagi belajar filsafat di balik taichi, tapi diajak latihan keuletan. Pakai peraga permainan.

Kepada kami dibagikan barang seperti bola. Sebesar pola baseball. Terbuat dari kayu. Mirip sekali dengan puzzle. Begitu memegangnya kami tergoda untuk membukanya. Kelihatannya gampang. Ternyata tidak bisa.

Permainan itu menggunakan prinsip arsitektur zaman kuno. Tidak ada paku dan lem. Tapi terikat kuat dan kokoh. Dipaksa dibuka pun tidak bisa membuka. Lalu ada yang menjatuhkannya ke lantai. Juga tidak ambyar. Nama arsitek penemu prinsipnya Luban Locks.

Ternyata, caranya, justru tidak boleh dipaksa. Cukup diayun sambil memutarnya. Ambyar sendiri. ”Soft power” lebih bisa menyelesaikan masalah dibanding lewat kekerasan.

Bola pun berantakan di atas meja. Terburai menjadi enam bagian. Tugas selanjutnya adalah: bagaimana menyatukannya lagi. Agar kembali berbentuk bola.

Asyik tapi menjengkelkan. Dalam setengah jam tidak ada yang berhasil menyatukannya kembali. “Jangan terlalu bernafsu dalam menyelesaikan masalah,” katanya. “Hati harus tenang,” tambahnya.

Awalnya semua orang terlihat ingin menjadi juara. Itu karena guru taichi memulai acara dengan janji siapa yang pertama bisa menyatukannya akan dapat hadiah dari Alibaba.

Setelah doktrin ”sabar” itu, lomba dibuka kembali. Dalam lima menit salah satu dari kami berhasil. Anak muda. Baru lulus Universitas Ciputra Surabaya. Namanyi: Celine.

Kunjungan ke Alibaba ini pun happy ending. Kami diizinkan membawa pulang bola permainan itu. Saya juga membawanya pulang. Masih dalam keadaan berantakan enam bagian. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3894 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3921 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1135 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.