• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Rudianto Manurung: dari Tanah Melayu Menuju Panggung Dunia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 15:03
in Olahraga
manurung

Rudianto Manurung. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tepuk tangan riuh menggema di ballroom Hotel Alpha, Pekanbaru, awal Agustus 2025 lalu. Dalam Musyawarah Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Riau, nama Rudianto Manurung kembali disebut bulat tanpa perdebatan, tanpa voting. Ia terpilih secara aklamasi untuk memimpin PSTI Riau empat tahun lagi, periode 2025–2029.

Rudianto berdiri tenang di podium. Jasnya sederhana, kancing atas dibiarkan terbuka.

BacaJuga:

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

“Empat tahun kemarin belum menghasilkan apa-apa,” katanya lirih, disambut hening ruangan.

Kalimat itu bukan basa-basi. Bagi Rudianto, kepemimpinan bukan ajang klaim, melainkan panggilan pengabdian.

Sosok ini memang jauh dari citra pejabat olahraga yang sibuk konferensi pers. Ia lebih sering terlihat di lapangan, berbicara dengan pelatih, memeriksa bola rotan, atau duduk di bangku penonton memantau anak-anak muda yang berlatih di bawah terik matahari.

“Kalau mengurus sepak takraw Riau menjadikan saya miskin, tak apa-apa,” ucapnya suatu kali kepada pengurus.

Kalimat itu terdengar ekstrem, tapi bukan kiasan. Ia sering memakai uang pribadi untuk transportasi atlet, membayar penginapan, bahkan membelikan perlengkapan latihan.

Ketika pertama kali menjabat Ketua PSTI Riau pada 2021, organisasi itu dalam kondisi nyaris mati suri. Kepengurusan lama vakum, turnamen sepi, dan atlet kehilangan arah. Tapi Rudianto, seorang pengacara yang menekuni olahraga dari hati, memilih mulai dari bawah.

Ia berkeliling ke kabupaten satu per satu Rokan Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir membangkitkan kembali semangat pelatih dan pemain. Ia tahu betul, sepak takraw bukan sekadar olahraga, tapi bagian dari identitas Melayu yang mesti dijaga.

“Kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi?” ujarnya.

Di masa kepemimpinannya, Rudianto memprioritaskan pembinaan berjenjang. Ia memperbanyak kompetisi lokal, membuka pelatihan usia dini, menggandeng KONI dan Dispora untuk memperkuat infrastruktur. Langkah-langkah kecil itu membuahkan hasil besar.

Dua tahun kemudian, Riau menjadi salah satu daerah penyumbang atlet terbanyak bagi tim nasional sepak takraw Indonesia. Dari tanah Melayu ini lahir nama-nama seperti Muhammad Hafiz dan Wan Annisa, yang menyumbangkan medali emas, perak, dan perunggu di SEA Games 2023 di Kamboja.

“Anak-anak Riau bisa bersaing di level Asia Tenggara,” kata Rudianto dengan nada bangga tapi tertahan. “Mereka hasil kerja keras pembinaan yang kami tanam sejak awal,” imbuhnya.

Prestasi itu membuat namanya diperhitungkan. Tapi Rudianto tetap bersikap sama: sederhana, menolak berlebihan, dan enggan mengklaim kesuksesan pribadi.

“Saya hanya melanjutkan perjuangan orang-orang yang lebih dulu mencintai takraw,” ujarnya.

Sifat altruistiknya mau tulus berkorban tanpa pamrih serta mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan orang lain dari pada diri sendiri membuat banyak pengurus daerah menaruh hormat. Tak heran, menjelang Munas PB PSTI bulan depan, suara dukungan agar Rudianto maju ke level nasional kian nyaring.

“Beliau punya kerja nyata, bukan hanya pidato,” kata seorang pengurus KONI dari Sumatera Barat.

“Figur seperti ini yang dibutuhkan untuk membawa sepak takraw Indonesia ke level dunia,” imbuhnya.

Kabar terkini menyebutkan, dukungan dari Pengprov kepada Rudianto untuk memimpin PB PSTI sudah mencapai lebih dari 50 persen.

Rudianto menanggapinya dengan tenang. Ia tak mau terlihat ambisius. Namun kepada rekan-rekan terdekatnya, ia kerap melontarkan cita-cita yang lebih besar: membawa sepak takraw Indonesia menjuarai Kejuaraan Dunia ISTAF yang digelar empat tahun sekali, serta King’s Cup turnamen tahunan paling bergengsi di bawah Federasi Sepaktakraw Internasional.

Mimpi itu bukan omong kosong. Di bawah Rudianto, PSTI Riau berhasil menghidupkan kembali kultur latihan dan kompetisi daerah. Ia menanamkan manajemen terbuka, disiplin, tapi tetap kekeluargaan. Setiap pengurus punya tanggung jawab yang jelas, setiap rupiah dana dicatat transparan.

Visinya jika dipercaya memimpin PSTI nasional sederhana tapi jelas: memperkuat pelatnas dengan sistem meritokrasi, menggandeng sponsor jangka panjang, dan memastikan kesejahteraan atlet sebagai prioritas. “Sepak takraw bukan olahraga kecil. Ini warisan budaya yang bisa jadi kebanggaan bangsa,” ujarnya.

Baginya, olahraga Melayu itu bukan sekadar soal medali, tapi soal harga diri. Indonesia, negeri yang menjadi salah satu asal tradisi takraw, sudah seharusnya tak hanya menjadi penonton di arena dunia.

“Kalau anak-anak Riau bisa juara di Asia Tenggara,” katanya. “Maka anak-anak Indonesia bisa juara dunia,” imbuhnya.

Suatu malam, selepas rapat di kantor PSTI Riau, Rudianto duduk di kursi plastik di pinggir lapangan. Lampu sorot memantulkan cahaya kuning pucat di bola rotan yang berputar di udara. Beberapa anak muda masih berlatih, tertawa ketika bola jatuh.

Rudianto memandang mereka lama.

“Kalau nanti ada di antara mereka berdiri di podium dunia, itu sudah cukup bagi saya,” katanya pelan.

Ia tahu, mungkin tak semua pengorbanannya akan tercatat. Tapi di hatinya, sepak takraw bukan soal penghargaan pribadi melainkan tentang menyalakan api yang lebih besar.

Dan jika Munas PSTI yang tak lama lagi digelar benar-benar mencari pemimpin yang tak hanya pandai bicara tapi terbukti bekerja, barangkali jawabannya sudah ada di lapangan kecil itu, di bawah sinar lampu temaram, bersama seorang pria yang berjanji siap miskin demi sepak takraw Riau. (ibs)

Tags: Panggung DuniaPSTI RiauRudianto ManurungTanah Melayu

Berita Terkait.

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra
Olahraga

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI
Olahraga

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan
Olahraga

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas
Olahraga

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06
John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia
Olahraga

John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:21

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1211 shares
    Share 484 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.