• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Zakat Kunci Naikkan Ekonomi dan Sosial Petani Melon Dompet Dhuafa

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 27 September 2025 - 22:47
in Nusantara
petani-melon

Perkebunan Kelompok Melon Langensari. foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Berlokasi di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, berdiri barisan greenhouse sederhana yang menjadi semangat perubahan sekelompok petani.

Di baliknya, ada sosok Elan Maulana, Ketua Kelompok Melon Langensari, yang memulai langkah dengan keyakinan bahwa sesuatu yang kecil bisa tumbuh besar jika dirawat dengan kesungguhan.

BacaJuga:

Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Kalteng, Palangka Raya Makin Berwarna

Anatomi Krisis dan Framing Hukum: Membongkar Praktik Scapegoating Pebalap pada Tragedi Drag Race Kotamobagu

Banten Terbanyak, Polri Bangun 895 Jembatan Merah Putih Presisi di 30 Polda

Saat di temui pada Jumat (26/09/2025) Elan bukanlah petani yang sejak awal terbiasa dengan buah melon. Ia justru dikenal sebagai pribadi yang tak pernah berhenti belajar.

Semangat untuk terus berkembang membuatnya berani bereksperimen membangun greenhouse secara mandiri. Ia belajar otodidak dari berbagai sumber, dari bacaan, internet, hingga bertanya pada orang-orang yang lebih berpengalaman.

Elan memilih melon bukan hanya untuk coba-coba. Ia memilih melon, karena baginya, melon adalah komoditas yang punya daya jual tinggi, sekaligus peluang untuk mengubah nasib. Itulah yang membuatnya percaya diri menekuni usaha ini meski awalnya harus berjuang sendiri.

“Kalau di melon ini, yang menentukan harga adalah petaninya. Kalau kualitas dijaga, kita bisa menjual dengan harga yang bagus,” ujarnya dengan nada optimis.

Setelah merasakan hasil panen pertamanya, Elan sadar bahwa keberhasilan akan lebih bermakna jika bisa dibagikan. Ia lalu mengajak 11 orang di lingkungannya untuk bergabung. Mereka sepakat berkomitmen membangun kelompok green house melon.

Di balik usaha ini, Elan menyimpan kegelisahan yang lebih besar. Ia melihat semakin sedikit anak muda yang berminat bertani. Padahal, menurutnya, perkembangan teknologi pertanian sudah semakin maju dan seharusnya menarik generasi baru untuk terjun.

“Motivasi terbesar saya bergelut di dunia ini karena saya melihat kurangnya minat anak-anak muda bertani. Kalau hanya mengandalkan orang tua kita, sulit berkembang. Harusnya kita, generasi muda, yang mengambil peran,” tegasnya.

Baginya, melon hanyalah pintu masuk. Lebih penting dari itu adalah menanamkan kesadaran bahwa pertanian adalah jalan mulia untuk memberi makan banyak orang sekaligus membuka ruang kesejahteraan.

Elan dan kelompoknya juga memahami bahwa usaha ini bukan semata tentang keuntungan pribadi. Ada amanah besar yang menyertai. Program melon yang mereka jalankan adalah program zakat. Artinya, setiap modal dan fasilitas yang mereka kelola mengandung harapan besar dari para donatur.

“Maka kami selalu menanamkan kepada diri masing-masing untuk menjaga amanah ini. Di setiap dana yang kita manfaatkan untuk greenhouse melon ini, ada doa dari para donatur agar program ini berkembang, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas,” tutur Elan penuh kesungguhan.

Kini, di balik deretan greenhouse yang berdiri tegak, tersimpan hal lebih besar dari sekadar tanaman melon. Ada cerita tentang keberanian memulai, keteguhan menjaga kualitas, serta semangat berbagi yang melahirkan perubahan nyata. Ada pula harapan agar generasi muda kembali percaya pada potensi bertani, bukan hanya sebagai pekerjaan, tapi sebagai jalan untuk membangun kemandirian dan kebersamaan. Juga yang pasti, ada manfaat zakat yang berisi harapan besar dari para muzakki Dompet Dhuafa.

Bagi Elan, keberhasilan bukan hanya diukur dari jumlah keuntungan yang didapat. Lebih dari itu, ia merasa bangga karena bisa bermanfaat bagi orang lain, tumbuh bersama teman-temannya, dan menjaga amanah dari para donator Dompet Dhuafa yang mempercayakan zakatnya.

Di Banjar, Elan dan kelompok Melon Langensari telah membuktikan bahwa zakat, jika dikelola dengan baik, dapat menumbuhkan tidak hanya hasil panen, tetapi juga harapan dan masa depan yang lebih cerah. (adv)

Tags: Dompet DhuafaKunci Naikkan Ekonomipetani melonzakat

Berita Terkait.

jotun
Nusantara

Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Kalteng, Palangka Raya Makin Berwarna

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:30
opini
Nusantara

Anatomi Krisis dan Framing Hukum: Membongkar Praktik Scapegoating Pebalap pada Tragedi Drag Race Kotamobagu

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:45
sigit
Nusantara

Banten Terbanyak, Polri Bangun 895 Jembatan Merah Putih Presisi di 30 Polda

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:07
Rokok-Ilegal
Nusantara

Bea Cukai Gagalkan Upaya Peredaran 2,7 Juta Batang Rokok Ilegal di Kalimantan, Selamatkan Kerugian Negara Rp2,65 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:46
Dana-Cukai
Nusantara

Bea Cukai Gencarkan Edukasi Cukai dan Gempur Rokok Ilegal di Jawa Tengah dan Jogjakarta

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:54
Petugas-BC
Nusantara

Sinergi Bea Cukai Banjarmasin, TNI, dan Polri Gagalkan Peredaran 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:14

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1164 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3679 shares
    Share 1472 Tweet 920
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    857 shares
    Share 343 Tweet 214
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.