• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Aspirasi AMPSI terkait Dharma Jaya Mandek, Pengamat Sebut Gubernur Jakarta Sudah Tak Bertaji

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 14 September 2025 - 19:30
in Megapolitan
IMG-20250914-WA0020

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Dharma Jaya terus disorot. Pasalnya, kinerja BUMD milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta yang bergerak di sektor pangan dinilai jauh dari prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menegaskan persoalan utama terletak pada tata kelola yang dinilai tidak terbuka kepada publik.

BacaJuga:

4.576 Personel Aparat Gabungan Kawal Demo di Jakpus Siang Ini

Sehari Usai Tahun Baru 1448 Hijriah, Jakarta Didominasi Berawan

Belanja Makin Cuan, Kokola ‘Cookie Land’ Hadir di JFK 2026 dengan Exclusive Launch dan Aktivitasi Seru Berhadiah

“Masalahnya soal tata kelola. Tata kelolanya tidak transparan dan tidak ada pertanggungjawaban ke publik,” ujar Trubus dihubungi Minggu (14/9/2025).

Menurutnya, Dharma Jaya mengelola dana publik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga wajib mempertanggungjawabkan pengelolaan anggaran tersebut kepada masyarakat.

“Ini kan dana publik, uang masyarakat. Jadi harus ada pertanggungjawaban publik ketika mengelola uang itu,” ujarnya.

Trubus juga menyoroti dugaan praktik korupsi yang masih tinggi di BUMD, termasuk Dharma Jaya.

Ia menilai laporan keuangan yang dipublikasikan tidak mencerminkan kondisi nyata.

“Kalau pun ada laporan keuangan itu hanya semacam rekayasa. Jadi tidak sesuai dengan realita,” ucapnya.

Lebih jauh, Trubus menyebut kondisi serupa terjadi di banyak BUMD lain.

Ia menilai lemahnya respon Pemprov Jakarta terhadap laporan masyarakat memperburuk kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Gubernur Pramono Anung.

“Publik jadi meragukan kepemimpinan Pramono. Sudah jelas-jelas ada laporan masyarakat, tapi tidak ada respon,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, idealnya seorang Gubernur Jakarta seperti zaman Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), semua laporan langsung direspon.

“Pertanyaannya, berani atau tidak Pramono menindaklanjuti, karena laporan ini sudah sangat jelas ada di LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) Badan Pemeriksa Keuangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya, Deni Alfianto Amris, angkat bicara menanggapi aspirasi Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPSI) yang menyoroti dugaan ketidakberesan pengelolaan keuangan BUMD, khususnya di Dharma Jaya.

“Isu manipulasi pajak dan dugaan penyimpangan tidak benar,” ujar Deni dalam keterangannya, Sabtu (13/9/2025).

Dia berdalih, Dharma Jaya selalu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas melalui laporan tahunan, audit independen, hingga publikasi di laman resmi perusahaan.

“Kami melaporkan pajak secara berkala dengan lampiran audit independen,” kata Deni.(fer)

Tags: AmpsibumdDharma JayaPemprov Jakarta

Berita Terkait.

4.576 Personel Aparat Gabungan Kawal Demo di Jakpus Siang Ini
Megapolitan

4.576 Personel Aparat Gabungan Kawal Demo di Jakpus Siang Ini

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:13
Berawan
Megapolitan

Sehari Usai Tahun Baru 1448 Hijriah, Jakarta Didominasi Berawan

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:25
kokola
Megapolitan

Belanja Makin Cuan, Kokola ‘Cookie Land’ Hadir di JFK 2026 dengan Exclusive Launch dan Aktivitasi Seru Berhadiah

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:55
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Megapolitan

Tolak Rencana Eksekusi 18 Juni, Koalisi Sipil Gelar Demonstrasi di PN Jakpus

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:28
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Megapolitan

Dinas Pendidikan Jakarta Pastikan SPMB 2026 Transparan dan Gratis, Simak Jalur serta Kuotanya

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:28
pik
Megapolitan

Motif Asmara di Balik Penculikan Lansia di PIK, 2 Pelaku Ditangkap

Senin, 15 Juni 2026 - 17:45

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7121 shares
    Share 2848 Tweet 1780
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1105 shares
    Share 442 Tweet 276
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.