• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Suami Berperan Penting Jaga Kesehatan Mental Istri, Ini Sebabnya

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 9 September 2025 - 02:02
in Gaya Hidup
suami

Ilustrasi keluarga kecil yang menerapkan pola asuh responsif sehingga anak bisa tumbuh baik tidak hanya dari fisik tapi juga mentalnya. (ANTARA/Pexels)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Nirmala Ika, M.Psi mengatakan suami memiliki peran penting menjaga kesehatan mental istri dalam menjalankan berbagai peran dalam rumah tangga.

“Betul sekali, suami sangat berperan (dalam menjaga mental istri) karena ini rumah tangga dibangun berdua ya, ketika kita memutuskan menikah, pasti kita berharap untuk jadi satu tim. Apapun masalah di depan harus dihadapi dan dijalani bersama,” kata Nirmala seperti dikutip Antara, Senin (8/9/2025).

BacaJuga:

Gugatan Ganti Rugi Berujung Kekalahan, HYBE dan ILLIT Dibebani Semua Biaya Hukum

CORTIS Tembus 2 Juta Kopi dalam 4 Hari, “GREENGREEN” Meledak di Pasar Global

Cuplikan Episode 9 “Perfect Crown”: Air Mata Hui Ju dan Keputusan Sang Ayah

Nirmala mengatakan terdapat beberapa cara yang dapat suami lakukan sebagai bentuk dukungan selama berada di rumah yakni dengan membagi tugas membersihkan rumah guna meringankan beban ibu.

Rumah yang selalu berantakan merupakan salah satu dari sekian masalah yang harus dihadapi bersama. Sehingga kedua belah pihak disarankan untuk selalu berdiskusi setiap ingin mengambil sebuah keputusan bahkan sejak awal pernikahan.

Dalam hal ini, suami bisa mengambil bagian menyapu atau mengepel rumah. Suami juga diharapkan dapat terlibat dalam menentukan pola pengasuhan pada anak sebagai bagian dari tanggung jawab berkeluarga.

Ia mencontohkan ibu menyusui yang tidak mendapat dukungan dari suami, cenderung sulit menghasilkan ASI bagi bayi karena adanya rasa stres. Maka dari itu, suami dapat mengambil peran dengan mengganti popok bayi atau membiarkan ibu beristirahat setelah lelah menyusui.

Seorang ayah pun bisa meringankan tugas ibu dengan bergantian menjaga anak, dengan memberi izin ibu untuk mengambil waktu jeda bagi dirinya sendiri (me time), agar emosinya dapat lebih stabil.

Menurutnya yang menekuni bidang trauma dan relasi, waktu jeda tersebut akan dimanfaatkan ibu sebagai waktu untuk menambah tenaga. Terkadang, “me time” pun tidak harus dilakukan dengan berpergian jarak jauh atau melakukan aktivitas yang rumit, tetapi lebih kepada hal-hal yang menjadi kebutuhan ibu seperti waktu tidur.

“Menurut saya terkadang masyarakat, apalagi yang belum teredukasi, berpikir semua itu adalah tugas ibu. Mudah-mudahan ini berubah ya, anak muda harus lebih paham,” kata dia.

Nirmala menekankan dalam pernikahan komunikasi menjadi prinsip yang sangat penting untuk dipahami oleh setiap pasangan. Komunikasi yang terjalin harus bersifat dua arah dan setiap ruang diskusi tidak boleh bersifat instruktif.

Pastikan kedua belah pihak merasa setara agar dapat mengambil keputusan dengan baik dan saling memahami.

Ruang diskusi juga harus dipastikan mencakup dengan obrolan pengeluaran, niat untuk mengambil suatu pinjaman sampai dengan tempat tinggal dan jumlah anak yang diinginkan.

“Pastikan komunikasi ini yang setara, kita saling mendengarkan, berusaha saling memahami kenapa dia punya ide ini, kenapa dia punya ide itu, terus mau tidak kita diskusi bareng buat eksekusi apa yang akhirnya kita ambil untuk keluarga,” katanya. (wib)

Tags: Kesehatan Mental IstriSuami

Berita Terkait.

ILLIT
Gaya Hidup

Gugatan Ganti Rugi Berujung Kekalahan, HYBE dan ILLIT Dibebani Semua Biaya Hukum

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:02
Cortis
Gaya Hidup

CORTIS Tembus 2 Juta Kopi dalam 4 Hari, “GREENGREEN” Meledak di Pasar Global

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:08
Perfect-Crown
Gaya Hidup

Cuplikan Episode 9 “Perfect Crown”: Air Mata Hui Ju dan Keputusan Sang Ayah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:06
Lari
Gaya Hidup

PLN EPI Dorong Pegawai Lebih Aktif dan Sehat lewat Wellness Terintegrasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:05
Gala-Premier
Gaya Hidup

Bukan Sekadar Horor, Tumbal Proyek Angkat Drama Keluarga yang Menyentuh

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:03
Siloam
Gaya Hidup

Standar Global untuk Pasien Stroke: Siloam Lippo Village Raih CCPC JCI

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:02

BERITA POPULER

  • psim

    PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • HUT Ke-40, Patelki Tegaskan Peran ATLM sebagai Pilar Presisi Diagnostik

    658 shares
    Share 263 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.