• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

TNI AD Sesalkan Framing Medsos, Pastikan Prajurit yang Diamankan Oknum Brimob Bukan Provokator

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 31 Agustus 2025 - 13:02
in Headline
IMG-20250831-WA0053

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. Foto: Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, meluruskan kabar terkait prajurit TNI yang dituduh sebagai provokator dalam kericuhan.

Ia menegaskan lokasi kejadian bukan di Petamburan, Jakarta Pusat, melainkan di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

BacaJuga:

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

“Jadi lokasi itu bukan di Petamburan, tapi di Palembang. Dan yang bersangkutan bukan provokator, melainkan anggota Yonkav 5 yang sedang melaksanakan Training Camp (TC) pencak silat,” katanya dikonfirmasi, Minggu (31/8/2025).

Menurut penjelasan Wahyu, saat peristiwa terjadi prajurit TNI tersebut sedang keluar mencari makan bersama rekannya yang seorang difabel.

Demi keamanan, ia membawa kartu tanda anggota (KTA).

Ketika Brimob tengah menghalau massa, prajurit tersebut memilih berdiam di pinggir jalan dan tidak ikut lari.

Namun, ia tiba-tiba didatangi aparat Brimob dan langsung dipegang pada leher serta tangannya.

“Yang bersangkutan sudah menyampaikan bahwa dirinya Anggota TNI. Tapi justru direspons dengan tuduhan sebagai provokator,” ujar Wahyu.

“Akhirnya, setelah menunjukkan KTA, prajurit itu dilepaskan dan kembali ke satuannya,” imbuhnya.

Ia menyayangkan perlakuan oknum Brimob yang diterima prajurit tersebut.

Padahal, menurutnya, sang prajurit sudah menjalankan prosedur keamanan dengan membawa identitas resmi, tidak ikut berlarian bersama massa, dan justru berdiam diri.

“Sangat disayangkan, meski sudah berdiam diri, membawa KTA, dan menyatakan sebagai anggota, yang bersangkutan tetap dituduh provokator dan bahkan diviralkan di media dengan framing yang tidak benar,” tegas Wahyu.

TNI AD menegaskan bahwa prajurit Yonkav 5 tersebut bukan provokator.

“Kehadirannya di lokasi murni kebetulan karena tengah berada di Palembang untuk mengikuti TC pencak silat,” ucapnya.

Brigjen Wahyu menambahkan, pihaknya meminta semua pihak berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi

“Jangan sampai framing yang keliru menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan individu maupun institusi,” pungkasnya. (fer)

Tags: demoMassaTNI

Berita Terkait.

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa
Headline

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:31
Obat
Headline

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05
purbaya
Headline

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:30
WIHAJI
Headline

Berpikir Kritis, Miliki Literasi Digital Kuat dan Kokoh di Era Digital Tuntutan untuk Gen Z

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:21
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Headline

Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:30
Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat
Headline

Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:15

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7121 shares
    Share 2848 Tweet 1780
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1104 shares
    Share 442 Tweet 276
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.