• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Surplus 5 Juta Ton, Pemerintah Genjot Intervensi Redam Gejolak Harga Beras

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 27 Agustus 2025 - 18:08
in Ekonomi
cipinang

Suasana transaksi beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Pasar ini menjadi barometer utama pergerakan harga beras nasional. (Dokumen Pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah sorotan publik soal harga beras yang sempat bergejolak, pemerintah memastikan situasi sebenarnya tidak seburuk yang banyak dibayangkan. Bahkan, jika menilik angka proyeksi resmi, stok beras nasional tahun 2025 menunjukkan sinyal yang cukup menggembirakan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan yang bersumber dari Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS), hingga September ini produksi beras diperkirakan mencapai 28,22 juta ton. Angka ini jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat sebesar 23,21 juta ton. Dengan demikian, Indonesia sebenarnya masih menyimpan surplus 5,01 juta ton.

BacaJuga:

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi

Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026

Jangan Puas Jualan di Dalam Negeri, Mendag Ajak UMKM Serbu Pasar Dunia

“Sesuai data dalam Proyeksi Neraca Pangan yang telah disinergikan dengan KSA BPS, produksi beras itu 28,22 juta ton sampai September. Kemudian kebutuhan konsumsi sampai September itu 23,21 juta ton. Artinya kalau melihat produksi sampai September dibandingkan dengan kebutuhan, masih ada surplus 5 juta ton. Secara prinsip sampai September ini, relatif sangat bagus,” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).

Namun, di balik catatan surplus itu, ada faktor lain yang mesti dipahami, kultur penyimpanan pangan di tingkat rumah tangga. Petani di banyak daerah Indonesia cenderung menahan sebagian hasil panennya, bukan langsung melepas ke pasar.

“Itu tercermin dalam survei kami di 2023 dan 2024 bahwa rumah tangga produsen dan konsumen menyimpan lebih dari 10 persen. Jadi ini harus diperhitungkan, sehingga memang kalau produksinya tinggi, barang itu ada, tapi kemungkinan tidak ke pasar, mereka tahan untuk jaga-jaga. Ini tentu tidak bisa dilarang karena merupakan budaya setempat,” terangnya.

Fenomena ini juga tercermin dalam Survei Stok Beras dan Jagung Akhir Tahun 2023 (SSBJAT23), yang menemukan bahwa sebagian besar ketersediaan beras nasional—sekitar 66,34 persen—berada di rumah tangga produsen dan konsumen. Sisanya tersebar di Perum Bulog (19,60 persen), pedagang (6,74 persen), horeka dan industri (3,72 persen), penggilingan (3,53 persen), serta perusahaan berbadan hukum (0,07 persen).

Sementara untuk harga beras, lanjut Ketut, sejak medio Juli 2025, pemerintah menggelar berbagai program intervensi, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan program bantuan pangan beras. Dampaknya mulai terlihat, harga beras tidak lagi melonjak liar, bahkan cenderung tertahan.

“Memang dari sisi harga terjadi kenaikan dan ini tentu pemerintah sudah melakukan berbagai langkah. Salah satunya langkah yang pertama adalah SPHP. Di samping juga sudah melakukan bantuan pangan dalam rangka stimulus ekonomi, di mana pemerintah sudah mengeluarkan sekitar 360 ribuan ton beras bagi 18,27 juta keluarga untuk 2 bulan. Kita melihat ada perkembangan harga tatkala ada bantuan pangan memang dia flat. Ini juga membuat harganya agak fresh,” ungkap Ketut.

Catatan dari Panel Harga Pangan Bapanas pun sejalan. Pada minggu terakhir Juli, terdapat 155 kabupaten/kota dengan harga beras medium di kisaran atau bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Jumlah ini meningkat tajam menjadi 196 kabupaten/kota pada minggu keempat Agustus.

Adapun untuk program SPHP beras periode Juli–Desember 2025, pemerintah menargetkan distribusi 1,3 juta ton. Perum Bulog kini mampu menyalurkan lebih dari 7 ribu ton per hari, meskipun masih ada tantangan dalam memperluas jangkauan distribusi ke berbagai pasar.

“Untuk SPHP beras periode Juli-Desember dengan target 1,3 juta ton, ini memang masih perlu ada peningkatan-peningkatan. Namun hari ini Bulog sudah bisa menyebarkan sampai 7 ribu ton, bahkan di atas 7 ribu ton dalam sehari. Namun tentu kualitas penyebarannya yang harus dijaga. Artinya Bulog harus perkuat di pasar rakyat dan juga pasar modern. Harus terus dimasifkan dengan guyur ke semua lini pasar yang telah ditentukan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa strategi intervensi akan terus diperkuat, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, program SPHP beras akan terus digenjot hingga Desember. Semisal sebelum Desember sudah mencapai 1,3 juta ton, akan kami ajukan kembali untuk target tambahannya. Stok beras pemerintah sangat besar saat ini,” tegas Arief.

Dengan surplus produksi, pola distribusi yang kian membaik, serta intervensi harga yang berlapis, tantangan ketersediaan beras di 2025 tampaknya bisa diatasi. Yang terpenting, ke depan pemerintah harus tetap menjaga keseimbangan, antara surplus produksi, kebiasaan lokal penyimpanan pangan, dan akses masyarakat pada harga yang wajar. (her)

Tags: BapanasHarga BerasSurplus

Berita Terkait.

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi
Ekonomi

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:03
Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026
Ekonomi

Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:02
UMKM
Ekonomi

Jangan Puas Jualan di Dalam Negeri, Mendag Ajak UMKM Serbu Pasar Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:06
Kapal-laut
Ekonomi

PIS Matangkan Strategi Aman, Pertamina Pride dan Gamsunoro Bersiap Tembus Selat Hormuz

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:45
Fun-Run
Ekonomi

UMKM 5K Run Dorong Pengusaha Lokal Rebut Peluang di Tengah Booming Olah Raga Lari

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:24
Maman
Ekonomi

Bonus Demografi di Depan Mata, Maman Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Ekosistem Kuat

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:39

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7145 shares
    Share 2858 Tweet 1786
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1126 shares
    Share 450 Tweet 282
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1777 shares
    Share 711 Tweet 444
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran
Olahraga

Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran

Editor Laurens Dami
Minggu, 21 Juni 2026 - 20:52

INDOPOSCO.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 semakin memanas. Empat pertandingan penting akan digelar pada Minggu (21/6/2026) malam hingga...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:16
Gakpo

Cetak Brace ke Gawang Swedia, Brobbey dan Gakpo Masuk Buku Sejarah Oranje

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:42
Floranus

Hasil Piala Dunia: Dominasi Laga, Ekuador Gagal Tembus Benteng Curacao

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:31
Pemain-Timnas-Jerman

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Brace Denis Undav Bawa Jerman Benamkan Pantai Gading

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.