• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Anies Sindir Sistem Pajak: Mudah ‘Tangkap’ yang Patuh, Sulit Jaring yang Nakal

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 16:00
in Nasional
IMG-20250823-WA0047

Anies Baswedan. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anies Baswedan kembali menyuarakan kritik tajam soal sistem perpajakan di Indonesia. Lewat sebuah analogi memancing, ia menyoroti ketidakadilan yang dialami wajib pajak.

“Teman-teman pernah mancing di danau? Ikan di permukaan itu mudah tertangkap, tapi ikan yang di dasar sering lewat tanpa tersentuh pancing, tidak tersentuh jaring,” ujar Anies mengawali unggahan video di akun Instagram pribadinya, Sabtu (23/8/2025).

BacaJuga:

BRIN Temukan Subspesies Baru Bisbul Asal Papua, Perkaya Biodiversitas Indonesia

Hari Kartini 2026, DPR RI Minta Pemerintah Hadir Lindungi Perempuan dan Anak

Menteri UMKM Dorong Soto Banjar Masuk Identitas Gastronomi Dunia

“Nah, sistem pajak kita ini juga seperti itu. Mereka yang mudah dilacak di permukaan, justru yang paling sering ditarikin (pajak). Sementara yang bersembunyi di kedalaman, (justru) lolos dari jaring,” sambungnya.

Menurut Anies, sistem perpajakan saat ini cenderung menekan kelompok masyarakat yang tertib dan mudah terdeteksi.

“Sistem pajak kita ini memang dirancang untuk mudah melacak mereka yang tertib. Pegawai dengan slip gaji, UMKM dengan pembukuan rapi, pekerja lepas yang rajin laporkan penghasilan. Mereka ini seperti ikan di permukaan, terlihat jelas (dan) mudah dijangkau,” jelasnya.

Akibatnya, ketika negara membutuhkan tambahan penerimaan, solusi yang diambil seringkali adalah menambah beban pajak kepada masyarakat yang sudah patuh.

“Ketika negara butuh tambahan penerimaan, solusinya hampir selalu sama, menambah beban bagi yang sudah patuh, atau menaikkan pajak untuk publik luas seperti PPN (Pajak Pertambahan Nilai) atau PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Padahal beban ini justru yang paling mencekik kelas menengah ke bawah,” tuturnya.

Menurut Gubernur Jakarta periode 2017-2022 itu, hal inilah yang menimbulkan keluhan di masyarakat. “Tidak heran jika yang patuh justru sering bertanya, sudah tertib, kok malah diperas terus. Gaji yang dipotong rutin, belanja yang dikenai PPN, bayar PBB naik. Sementara yang bersembunyi di kedalaman, tetap aman-aman saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Anies menegaskan bahwa fokus pemerintah seharusnya bukan menaikkan pajak yang sudah ada, melainkan menutup kebocoran dari praktik penghindaran pajak berskala besar.

“Di kedalaman ada ikan-ikan besar yang lolos. Mereka yang sengaja menyembunyikan transaksi, memanipulasi faktur, memindahkan keuntungan ke negara lain. Itu semua dikerjakan untuk menghindari pajak,” terangnya.

“Secara global, praktik seperti ini menggerus ratusan miliar dolar penerimaan setiap tahun. Lobang sebenarnya itu ada di sana. Bukan di slip gaji, bukan di struk belanja,” tambah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu. (her)

Tags: Anies BaswedanAPBNpajak

Berita Terkait.

Buah-bisbul
Nasional

BRIN Temukan Subspesies Baru Bisbul Asal Papua, Perkaya Biodiversitas Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 14:44
permata hati
Nasional

Hari Kartini 2026, DPR RI Minta Pemerintah Hadir Lindungi Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 - 12:02
maman
Nasional

Menteri UMKM Dorong Soto Banjar Masuk Identitas Gastronomi Dunia

Selasa, 21 April 2026 - 11:11
umkm
Nasional

Kementerian UMKM Dorong AI Jadi Mesin Baru Ekonomi Inklusif Nasional

Selasa, 21 April 2026 - 11:01
Indonesia Siap Guncang Sanya, 22 Atlet Bidik Podium Asian Beach Games 2026
Nasional

Pasca-Gempa Dahsyat di Jepang, WNI Diimbau Jauhi Pantai

Senin, 20 April 2026 - 23:51
Jepang Diguncang Gempa Dahsyat, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI
Nasional

Jepang Diguncang Gempa Dahsyat, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI

Senin, 20 April 2026 - 23:34

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1206 shares
    Share 482 Tweet 302
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.