• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Manufaktur Indonesia Bangkit, Dampak Penurunan Tarif AS dan Kebijakan Domestik

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:42
in Ekonomi
pekerja

Ilustrasi - Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di salah satu pabrik garmen di Banjarnegara, Jawa Tengah pada awal 2023 silam. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Aktivitas manufaktur Indonesia mulai menunjukkan sinyal perbaikan pada Juli 2025. Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur tercatat di angka 49,2, naik dari 46,9 pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini terjadi seiring mulai meredanya pelemahan produksi dan permintaan baru, meskipun tekanan masih terlihat di beberapa negara kawasan.

Di tengah pemulihan ini, langkah Amerika Serikat (AS) menurunkan tarif atas sejumlah produk ekspor Indonesia menjadi angin segar bagi sektor padat karya, termasuk tekstil, alas kaki, dan furnitur. Kebijakan tersebut dinilai mampu meredakan tekanan yang selama ini membayangi industri nasional.

BacaJuga:

Penyesuaian Harga Pertamax Hanya Separuh Selisih Pasar, Ini Penjelasan Pertamina

Siemens Gaspol Transformasi Industri, STS26 Jadi Motor Digitalisasi dan Transisi Energi Indonesia

Pentingnya Menjaga Kualitas Pelumas untuk Ketahanan Energi Nasional

Pemerintah pun terus memperkuat sektor manufaktur dalam negeri. Pada semester II 2025, berbagai stimulus dari sisi suplai digulirkan, mulai dari fasilitas pembiayaan bagi industri padat karya, optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga percepatan deregulasi untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

“Respons kebijakan terkait perdagangan global disiapkan, mengantisipasi munculnya berbagai risiko tekanan. Implementasi kebijakan yang tepat sasaran diyakini mampu menjaga stabilitas produksi, memperkuat daya saing ekspor, serta mendukung kesinambungan pemulihan dan ketahanan ekonomi nasional,” tegas Direktur Jenderal (Dirjen) Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Dari sisi harga, inflasi nasional pada Juli 2025 tercatat sebesar 2,37% (yoy), naik dari 1,87% (yoy) pada Juni. Namun, inflasi inti justru sedikit melambat ke 2,32% (yoy), terutama karena perlambatan pada kelompok perawatan pribadi, rekreasi, dan penyediaan jasa makanan-minuman. Di sisi lain, inflasi kelompok pendidikan meningkat seiring masuknya tahun ajaran baru.

Pemerintah merespons potensi kenaikan harga pangan dengan kembali menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak awal Juli. Selain itu, berbagai langkah intervensi seperti gerakan pangan murah, pengawasan distribusi, operasi pasar, hingga penguatan cadangan pangan terus dilakukan. Risiko gangguan cuaca juga tetap diantisipasi untuk mencegah gejolak harga di masa mendatang.

Dari sisi eksternal, kinerja perdagangan Indonesia masih solid. Surplus neraca perdagangan mencapai USD 4,10 miliar pada Juni 2025, menegaskan peran ekspor sebagai salah satu penopang utama perekonomian. Ke depan, peluang ekspor ke pasar AS semakin terbuka lebar setelah Presiden Donald Trump menandatangani Executive Order yang menurunkan tarif resiprokal untuk Indonesia menjadi 19%.

“Sejumlah produk bahkan dikecualikan dari kebijakan tersebut, sementara barang yang sudah dalam pengiriman sebelum kebijakan berlaku tidak terdampak,” imbuhnya.

Langkah ini diyakini membuka jalan bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok global melalui produk bernilai tambah dan perluasan akses pasar.

“Pemerintah terus mengantisipasi dengan langkah terukur untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik. Seluruh kebijakan dirancang agar aktivitas dunia usaha nasional tetap tangguh menghadapi guncangan global, dengan daya saing ekspor yang terus meningkat, disertai daya beli masyarakat yang tetap terjaga,” tutup Febrio. (her)

Tags: Kebijakan DomestikManufaktur IndonesiaTarif AS

Berita Terkait.

pertamina
Ekonomi

Penyesuaian Harga Pertamax Hanya Separuh Selisih Pasar, Ini Penjelasan Pertamina

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:08
siemens
Ekonomi

Siemens Gaspol Transformasi Industri, STS26 Jadi Motor Digitalisasi dan Transisi Energi Indonesia

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:40
salma
Ekonomi

Pentingnya Menjaga Kualitas Pelumas untuk Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:27
bc3
Ekonomi

Dorong Daya Saing Furnitur Jepara, Bea Cukai Terbitkan Izin Fasilitas KITE untuk PT Furnindo International

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:06
bc3
Ekonomi

34 Perusahaan Kantongi Sertifikat AEO, Bea Cukai Perkuat Rantai Pasok Global dan Daya Saing Ekspor Indonesia

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:05
star
Ekonomi

Program Juragan UMKM Sukses Dorong Puluhan Pengusaha Mikro Naik Kelas

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:55

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7130 shares
    Share 2852 Tweet 1783
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1043 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1107 shares
    Share 443 Tweet 277
ronaldo
Piala Dunia 2026

Piala Dunia: Ronaldo Buka Suara Usai ‘Menghilang’ di Laga Portugal vs Kongo

Editor Dilianto
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:13

INDOPOSCO.ID - Mega bintang Timnas Portugal Cristiano Ronaldo merasa tidak puas dengan hasil imbang melawan Republik Demokratik (RD) Kongo pada...

SelengkapnyaDetails
tuchel

Tuchel Ungkap Rahasia Inggris Bangkit dan Tekuk Kroasia 4-2

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:11
Ronaldo

Portugal Diimbangi Kongo, Roberto Martinez Soroti Tumpulnya Lini Serang

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:40
Kane

Inggris Libas Kroasia, Ghana Tersenyum di Ujung Laga

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:49
Ronaldo

Unggul Cepat, Portugal Tampil Bak Debutan dan Gagal Jinakkan RD Kongo

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:29
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.