• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonom Sebut Investasi Besar Freeport Belum Hapus Kesenjangan di Papua

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 31 Juli 2025 - 15:35
in Ekonomi
free

Ilustrasi - Pengolahan mineral PT Freeport Indonesia di Papua. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Papua kembali menjadi pusat perhatian. Di tengah kekayaan alam yang melimpah, hadir sebuah ironi, dimana kemajuan ekonomi yang dihasilkan dari tambang raksasa tak selalu sejalan dengan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Isu ketimpangan sosial di sekitar operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) pun menjadi sorotan. Meski perusahaan tambang raksasa ini mengklaim telah berkontribusi besar bagi pembangunan di Papua, sejumlah persoalan mendasar seperti pengelolaan limbah tambang (tailing), pemenuhan hak masyarakat adat, hingga transparansi tata kelola masih memicu perdebatan publik.

BacaJuga:

Jualan Online Tanpa NIB Siap-Siap Ditolak Marketplace, Ini Kata Mendag

Lapangan Bukit Panjang Masuki Tahap Fabrikasi, Tambah Produksi Migas Nasional hingga 50 MMSCFD

Legalitas hingga Akses KUR Terintegrasi, Superapps Sapa UMKM Jadi Solusi Baru

Ekonom Josua Pardede menilai, keberadaan Freeport di Papua mencerminkan sebuah paradoks antara kemajuan dan tantangan yang belum terselesaikan.

“Di satu sisi, Freeport menyatakan telah menginvestasikan dana yang cukup besar untuk program pengembangan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat,” ujar Pardede kepada INDOPOSCO melalui gawai, Kamis (31/7/2025).

Sebagai contoh, pada tahun 2024, Freeport dilaporkan menggelontorkan lebih dari USD 210 juta untuk program kemasyarakatan, termasuk upaya yang secara langsung diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat lokal di Papua.

Namun, lanjut Pardede, di balik angka tersebut, ketimpangan sosial masih terasa nyata.

“Masih ada persoalan mendasar seperti kemiskinan dan kesenjangan yang tetap tinggi di sekitar lokasi operasional, termasuk di Kabupaten Mimika,” jelasnya.

Bagi sebagian pihak, besarnya investasi sosial Freeport belum cukup menjawab pertanyaan tentang sejauh mana aktivitas pertambangan skala besar benar-benar membawa perubahan signifikan dan berkelanjutan bagi warga lokal.

“Kehadiran aktivitas pertambangan skala besar sering kali dianggap belum secara optimal membawa dampak signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan bagi masyarakat lokal, terutama jika dibandingkan dengan pendapatan dan keuntungan perusahaan,” tambah Pardede.

Kini, sorotan publik terhadap PTFI bukan sekadar soal angka investasi, tetapi tentang bagaimana memastikan setiap tetes keuntungan tambang bisa mengalir hingga ke masyarakat yang hidup di sekitarnya. (her)

Tags: ekonomFreeportinvestasiJosua PardedePapuaPT Freeport IndonesiaPTFI

Berita Terkait.

jualan
Ekonomi

Jualan Online Tanpa NIB Siap-Siap Ditolak Marketplace, Ini Kata Mendag

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:44
pc
Ekonomi

Lapangan Bukit Panjang Masuki Tahap Fabrikasi, Tambah Produksi Migas Nasional hingga 50 MMSCFD

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:53
kur
Ekonomi

Legalitas hingga Akses KUR Terintegrasi, Superapps Sapa UMKM Jadi Solusi Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:43
phkt
Ekonomi

PHKT Tambah Produksi Hampir 1.900 BOPD dari Lapangan Sejadi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:13
rosan
Ekonomi

Danantara Raih USD1,5 Miliar dari Pasar Internasional, Akademisi Sebut Indonesia Makin Dilirik Investor

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:35
umkm
Ekonomi

Dari Warung ke Naik Kelas, Festival UMKM Siapkan Jurus Legalitas hingga KUR

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:12

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7124 shares
    Share 2850 Tweet 1781
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1106 shares
    Share 442 Tweet 277
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.