• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Green Economy bagi Pekerja Migran Bersama Universitas Mercu Buana dan PERMAI Penang Malaysia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 23 Juli 2025 - 12:02
in Nasional
mercu
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk Kerjasama luar negeri internasional kembali digelar di Penang pada tanggal 26-27 April 2025, antara Permai Penang Malaysia dengan Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta. Dalam kerjasama tersebut Persatuan Masyarakat Indonesia (PERMAI) Malaysia, UMB melalui Group 3 melaksanakan program bertemakan “UMB Community Service from Group 3 with PERMAI Malaysia: Gaining Sustainable Business from the Perspective of Green Finance and Entrepreneurs for Indonesian Migrant Workers in Penang”. Program ini membuktikan bahwa komitmen UMB dalam memberdayakan masyarakat, khususnya pekerja migran Indonesia di Penang, melalui pelatihan kewirausahaan berkelanjutan dan pengenalan konsep green finance. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas para pekerja migran dalam mengembangkan usaha yang tidak hanya berkelanjutan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara finansial.

Tantangan Jadi Kesempatan
Selama ini, pekerja migran Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil devisa negara. Namun, tak sedikit dari mereka yang menghadapi kendala dalam mengelola keuangan atau merintis usaha setelah kembali ke tanah air. Melalui kegiatan ini, UMB hadir untuk menawarkan solusi berbasis literasi keuangan hijau dan kewirausahaan. Peserta mendapatkan pelatihan praktis tentang cara membangun bisnis kecil yang berorientasi lingkungan, seperti pengelolaan limbah rumah tangga, usaha makanan sehat bebas plastik, hingga laundry ramah lingkungan. Materi juga mencakup strategi mengelola remitansi secara produktif, perencanaan keuangan keluarga, dan simulasi penyusunan rencana usaha.

BacaJuga:

YLKI: UU Perlindungan Konsumen Tidak Menjawab Kompleksitas Transaksi Modern

Mendikdasmen Soroti Stigma dan Kesenjangan Akses Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

MBG Disorot, Pengamat Desak BGN Buka-bukaan Soal Anggaran Jumbo

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Mr. Dudi Permana, Ph.D, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi sosial kampus untuk menyentuh lapisan masyarakat yang selama ini sering terabaikan. “Kami percaya bahwa empowering pekerja migran bukan hanya soal keterampilan teknis, tapi juga tentang membangun cara berpikir baru. Dengan mengenalkan konsep green finance dan usaha berkelanjutan, kami ingin para peserta bisa mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai keberlanjutan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Indra Siswanti, salah satu anggota tim pengabdian kepada masyarakat, menegaskan bahwa program ini harus menjadi pijakan awal lahirnya agen-agen perubahan di tengah komunitas migran. “Pekerja migran tak sekadar pencari nafkah, mereka adalah potensi besar sebagai wirausaha tangguh. Dengan bekal pengetahuan yang tepat, mereka bisa menjadi pionir ekonomi hijau di lingkungan sekitarnya,” tuturnya penuh semangat.

Sejalan dengan itu, Dr. Lenny Ch. Nawangsari, MM, turut menekankan bahwa pentingnya literasi keuangan berbasis keberlanjutan. Ia mengingatkan remitansi tanpa pengelolaan yang bijak akan cepat menguap tanpa hasil. “Kami ingin para peserta memahami bahwa dengan perencanaan keuangan yang baik dan usaha kecil yang dikelola secara berkelanjutan, mereka dapat membangun masa depan yang lebih cerah dan bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan komunitas tempat mereka berasal,” ujarnya dengan penuh harapan.

Kolaborasi Lintas Negara
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari PERMAI Malaysia yang berperan sebagai jembatan antara tim UMB dan komunitas migran. Ketua PERMAI turut hadir untuk membuka acara serta menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata UMB sebagai institusi pendidikan tinggi dari Indonesia yang aktif mendukung diaspora. Selain sesi ceramah, acara ini juga menghadirkan coaching clinic, diskusi kelompok, dan layanan konsultasi bisnis secara personal. Para peserta didorong untuk merancang rencana bisnis sederhana yang dapat langsung diterapkan, baik selama berada di Malaysia maupun saat kembali ke tanah air. Lebih dari 50 peserta yang tergabung dalam Group 3 mengikuti kegiatan ini dengan semangat tinggi. Sebagian besar dari mereka merupakan pekerja sektor informal dan ibu rumah tangga yang berupaya membangun usaha kecil sebagai langkah persiapan untuk masa depan mereka.

Pendampingan Berkelanjutan
UMB tidak berhenti sampai di sini. Tim pengabdian berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan secara daring untuk membantu peserta dalam mengembangkan dan merealisasikan ide usaha mereka. Selain itu, akan dibuat juga modul digital dan konten edukatif yang bisa diakses peserta kapan saja.

Kegiatan ini juga akan didokumentasikan dalam bentuk artikel dan video yang akan dipublikasikan di kanal resmi UMB dan PERMAI, sebagai inspirasi bagi komunitas lain di luar Penang.

Bangun Jejak Kebaikan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan bisa memberi dampak nyata jika dibawa langsung ke tengah masyarakat. Kolaborasi antara UMB dan PERMAI Malaysia menjadi contoh konkret sinergi pendidikan tinggi dan komunitas dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui inisiatif ini, UMB tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menanamkan benih harapan di hati para pekerja migran bahwa dari negeri orang pun, perubahan besar bisa dimulai. (srv)

Tags: Green Economypekerja migranPERMAI Penang MalaysiaUniversitas Mercu Buana

Berita Terkait.

Jual-Beli-Online
Nasional

YLKI: UU Perlindungan Konsumen Tidak Menjawab Kompleksitas Transaksi Modern

Senin, 20 April 2026 - 13:41
PPI
Nasional

Mendikdasmen Soroti Stigma dan Kesenjangan Akses Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Senin, 20 April 2026 - 13:21
Siswa
Nasional

MBG Disorot, Pengamat Desak BGN Buka-bukaan Soal Anggaran Jumbo

Senin, 20 April 2026 - 10:48
Pemeriksaan
Nasional

MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional

Senin, 20 April 2026 - 10:28
zon
Nasional

Peringati 71 Tahun KAA, Menbud Ingatkan Pentingnya Menjaga Kebudayaan

Senin, 20 April 2026 - 05:05
rudy
Nasional

Perluas Akses Internet Hingga Desa, Menkodigi: Perkuat Konektivitas Digital Nasional

Senin, 20 April 2026 - 03:30

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    770 shares
    Share 308 Tweet 193
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.