• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

IHSG Diprediksi Naik, Namun Pasar Masih Cermati Negosiasi Dagang Jelang “Deadline Tarif Trump”

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 22 Juli 2025 - 09:21
in Ekonomi
Layar-IHSG

Arsip foto - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak menguat pada perdagangan Selasa (22/07), dengan sentimen utama akan berasal dari tingkat global.

Sentimen utama masih akan berasal dari proses kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan negara mitra dagangnya yang tenggat waktunya 1 Agustus 2025, termasuk Uni Eropa (UE).

BacaJuga:

Bank Jakarta Ramaikan Jakarta Fair 2026, JakOne Mobile Jadi Andalan Transaksi Pengunjung

INVIROTECH 2026 Jadi Panggung PLN Indonesia Power Tunjukkan Komitmen ESG dan Dekarbonisasi

Komisi IV DPR Dorong Keterlibatan Akademisi dalam RUU Pangan

“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan ke level 7.450 sampai 7.470,” ujar Ratna Lim seperti dilansir Antara, Selasa (22/7/2025).

Dari mancanegara, belum ada lagi negara yang mencapai kesepakatan dagang dengan AS sampai saat ini, jelang batas waktu 1 Agustus 2025. Namun, optimisme terhadap kinerja keuangan perusahaan-perusahaan di Bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS), menutupi kecemasan terhadap perkembangan negosiasi tarif.

AS mengisyaratkan tak akan memundurkan tenggat waktu 1 Agustus untuk tarif yang lebih tinggi terhadap Uni Eropa (UE), karena blok tersebut berjuang untuk mencapai kesepakatan tepat wakt Namun demikian, AS memperingatkan bahwa tenggat waktu untuk tarif dasar 30 persen sudah ditetapkan pada 1 Agustus 2025.

Dari dalam negeri, pemerintah telah meluncurkan kelembagaan 80.081 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Senin (21/7).

Koperasi ini dapat mengakses pembiayaan dari bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai maksimal R 3 miliar dengan suku bunga 6 persen melalui KUR, dengan tenor enam tahun untuk modal kerja dan maksimal tenor 10 tahun untuk investasi.

Apabila tidak disertai dengan tata kelola yang benar, hal ini menimbulkan kekhawatiran pasar akan potensi meningkatnya kredit bermasalah (NPL), serta potensi tertekannya net interest margin (NIM) dan likuiditas bank BUMN.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan data M2 Money Supply (jumlah uang beredar) bulan Juni 2025 yang akan dirilis pada Selasa (22/7).

Sementara itu kenaikan harga emas yang diikuti oleh penguatan harga komoditas logam lainnya, diperkirakan akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga saham komoditas terkait.

Pada perdagangan Senin (21/07) kemarin, bursa saham Eropa ditutup variatif, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,33 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,23 persen, indeks DAX Jerman turun 0,08 persen, serta indeks CAC Prancis naik tipis 0,31 persen.

Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street juga ditutup variatif pada perdagangan Senin (21/07), diantaranya indeks S&P naik 0,14 persen ditutup di level 6.305,60, indeks Nasdaq Composite menguat 0,38 persen ke rekor penutupan di 20.974,17. (wib)

Tags: ASbeiihsgTarif

Berita Terkait.

jakone
Ekonomi

Bank Jakarta Ramaikan Jakarta Fair 2026, JakOne Mobile Jadi Andalan Transaksi Pengunjung

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:13
Prestasi Bening Saguling Foundation dalam meraih Kalpataru Lestari 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Foto: Dokumen PLN IP
Ekonomi

INVIROTECH 2026 Jadi Panggung PLN Indonesia Power Tunjukkan Komitmen ESG dan Dekarbonisasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:39
abdul
Ekonomi

Komisi IV DPR Dorong Keterlibatan Akademisi dalam RUU Pangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11
gadai
Ekonomi

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:42
sigra
Ekonomi

Daihatsu Sigra dan Rocky Kembali Dapat Pengakuan di OTOMOTIF Award 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:19
wuling
Ekonomi

Dukungan untuk Talenta Kreatif, Wuling Hadir di Panggung Grand Final SUCI 12

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1491 shares
    Share 596 Tweet 373
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.