• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Waspadai Mata Kering, Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Autoimun Mematikan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 16 Juli 2025 - 22:32
in Gaya Hidup
jec
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anda sering merasa mata kering, perih, berair, atau seperti ada pasir di dalamnya? Jangan buru-buru anggap sepele. Di balik keluhan ringan itu bisa tersembunyi penyakit autoimun yang diam-diam menyerang tubuh Anda.

Peringatan ini digaungkan dalam rangka Bulan Kesadaran Mata Kering 2025 oleh JEC Eye Hospitals and Clinics. Lewat kampanye edukatif dan pendekatan multidisiplin, JEC ingin mengingatkan bahwa mata kering bisa menjadi gejala awal dari penyakit serius seperti Sindrom Sjögren, lupus, atau rheumatoid arthritis (RA).

BacaJuga:

Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta Hadirkan Tipe Kamar Premier dan Studio Terbaru

Rayakan Hari Batik Nasional, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan Batik Week dan Promo Oktober

Teknologi MRI 3 Tesla Jadi Andalan Baru untuk Diagnosis Kasus Kompleks

“Mata kering bukan sekadar gangguan ringan. Dalam banyak kasus, ini bisa jadi alarm dini dari proses autoimun yang menyerang sistem tubuh. Kesadaran masyarakat harus dibangun sejak sekarang,” jelas dr. Niluh Archi, SpM (dr. Manda), dokter spesialis mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics.

Alarm Tubuh
Menurut dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD-KEMD, Internist dan Endokrinolog JEC @ Menteng, mata kering bisa menjadi jendela diagnosis untuk penyakit autoimun. Ketika sistem imun menyerang kelenjar air mata, produksi air mata berkurang drastis. Kondisi ini menyebabkan mata kering berat, meradang, dan bila tidak ditangani, bisa berujung pada luka kornea hingga gangguan penglihatan permanen.

“Bila keluhan mata kering disertai gejala lain seperti mulut kering, nyeri sendi, kelelahan ekstrem, atau bengkak sendi, bisa jadi ini bukan dry eye biasa, tapi dry eye karena autoimun,” tambahnya.

Data dari American Academy of Ophthalmology menunjukkan:
• Sekitar 10% pasien mata kering menderita Sindrom Sjögren
• Namun dua pertiga dari mereka tidak terdiagnosis
• Tanpa terapi yang tepat, risiko infeksi hingga kebutaan meningkat

Indonesia Hadapi Lonjakan Kasus, Tapi Minim Kesadaran

Di Indonesia, prevalensi mata kering cukup tinggi, yakni antara 27,5% hingga 30,6%. JEC sendiri telah menangani lebih dari 72.000 pasien dry eye dalam dua tahun terakhir (2023–2025). Namun, minimnya edukasi dan pemahaman menyebabkan banyak pasien hanya mengobati gejala, tanpa menyadari adanya masalah serius di baliknya.

Yang mengkhawatirkan, mata kering karena autoimun umumnya menyerang wanita usia produktif (20–50 tahun) — kelompok yang seharusnya dalam kondisi sehat dan aktif. Sayangnya, gejala sering diabaikan atau ditutupi karena dianggap ringan.

Solusi Komprehensif dari JEC
Sebagai pionir layanan dry eye terpadu sejak 2017, JEC menghadirkan Dry Eye Service — pendekatan medis modern yang tak hanya mengatasi gejala, tetapi juga menelusuri penyebab sistemik yang tersembunyi.

Teknologi diagnostik yang digunakan meliputi:
• Dry Eye Questionnaire
• Schirmer Test (mengukur volume air mata)
• TBUT (menilai stabilitas air mata)
• Ocular Surface Staining
• Meibography (struktur kelenjar air mata)
• TearLab Osmometer (kadar osmolaritas air mata)

Setelah diagnosis ditegakkan, pasien akan mendapat penanganan sesuai kebutuhan:
• Air mata buatan & lubricants
• Punctal plug (penyumbatan saluran air mata)
• Anti-inflamasi dan antibiotik tetes
• Tetes mata dari autologous serum
• IPL Therapy (E-eye®️)
• Dry Eye Spa – relaksasi & perawatan kelenjar

Layanan ini tersedia di lima lokasi utama JEC:
📍 JEC @ Kedoya (Jakarta)
📍 JEC CANDI (Semarang)
📍 JEC ORBITA (Makassar)
📍 JEC BALI (Denpasar)
📍 JEC JAVA (Surabaya)

Kapan Harus Waspada? Ini Tandanya

Segera periksa ke dokter jika mengalami:
• Mata terasa kering dan perih berulang kali
• Mulut atau lidah terasa kering
• Anda wanita usia 20–50 tahun
• Ada riwayat keluarga autoimun
• Tetes mata biasa tidak membantu

Mata kering bisa menjadi tanda pertama tubuh Anda sedang “melawan dirinya sendiri”. Jika dibiarkan, dampaknya tidak hanya pada penglihatan, tapi juga pada organ tubuh lainnya.

“Kesadaran dini, diagnosis dini. Dengan deteksi tepat waktu, kita bisa mencegah kerusakan organ dan mempertahankan kualitas hidup,” tegas dr. Niluh Archi. (srv)

Tags: JEC Eye Hospitals and ClinicsMata KeringPenyakit Autoimun

Berita Terkait.

hotel
Gaya Hidup

Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta Hadirkan Tipe Kamar Premier dan Studio Terbaru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:05
batik
Gaya Hidup

Rayakan Hari Batik Nasional, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan Batik Week dan Promo Oktober

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:30
mri
Gaya Hidup

Teknologi MRI 3 Tesla Jadi Andalan Baru untuk Diagnosis Kasus Kompleks

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42
diy
Gaya Hidup

2 Seniman Lokal Sabet Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13
Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000
Gaya Hidup

Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:44
shopee
Gaya Hidup

Momen 10.10, ShopeePay Siapkan Beragam Promo untuk Kebutuhan Sehari-hari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:26

OLAHRAGA

Hadi-Tj
Olahraga

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto menyebut negara-negara di Eropa sebagai pesaing terberat kontingen karate...

SelengkapnyaDetails
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2715 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.