• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Industri Terancam Akibat Tarif Impor Trump, Pemerintah Diminta Lakukan Hal Ini

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 11 Juli 2025 - 13:00
in Ekonomi
Aktivitas produksi di sektor industri dan produk tekstil. Foto: Humas Kemenperin

Aktivitas produksi di sektor industri dan produk tekstil. Foto: Humas Kemenperin

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira meminta, pemerintah memperpanjang penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) kepada pegawai di industri padat karya untuk mitigasi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal menyusul penerapan 32 persen tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan bantuan subsidi sebesar Rp 600.000 untuk dua bulan yakni Juni dan Juli. Tahap pertama telah disalurkan kepada 4,5 juta penerima sejak Juni 2025. Sementara tahap kedua, bakal dilakukan dalam waktu dekat.

BacaJuga:

Industri Halal Melesat, KNEKS Ungkap Strategi Perkuat Keuangan Syariah Nasional

Alliance Laundry Systems Perkuat Pabrik Thailand, Dukung Lonjakan Bisnis Laundry Komersial di Indonesia

Emas Tak Lagi Seksi? Harga Acuan Ekspor dan Referensi Kompak Melorot

“Soal bantuan subsidi upah harus diberikan kepada yang orientasi ke pasar Amerika Serikat sebesar Rp600 ribu per bulannya. Jadi selama tiga bulan, Rp600 ribu dikali tiga bulan,” kata Bhima melalui gawai, Jakarta, Jumat (11/7/2025).

Industri padat karya di Indonesia memang sedang menghadapi tekanan yang signifikan sejak awal tahun 2025. Hal itu ditandai gelombang PHK dan beberapa perusahaan mengalami kebangkrutan.

Maka melalui BSU diharapkan dapat mengantisipasi dampak buruk akibat tarif impor Trump. “Itu untuk mencegah terjadinya PHK massal dan penurunan daya beli masyarakat. Terutama di kantong-kantong industri padat karya,” ujar Bhima.

Berdasar hitungan dari lembaga riset bidang ekonomi, Celios menyebut dampak penetapan tarif impor dari Trump untuk Indonesia sebesar 32 persen dapat menyebabkan terjadinya penurunan serapan tenaga kerja 1,2 juta orang. Kondisi itu bakal menambah jumlah pengangguran di Indonesia.

“Betul, (pengangguran) bertambah 1,2 juta orang,” jelas Bhima.

Terlebih industri padat karya di Indonesia sangat bergantung pada pasar Amerika Serikat. Kebijakan tarif itu dapat menyebabkan penurunan nilai ekspor produk-produk tekstil, alas kaki, dan furnitur.

“Jadi ini cukup signifikan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia karena beberapa sektor padat karya masih bergantung pada Amerika Serikat, alas kaki, pakaian jadi dominan ke Amerika Serikat,” imbuh Bhima.

Presiden AS Donald Trump telah mengirimkan surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto mengenai penetapan tarif untuk Indonesia sebesar 32 persen. Tarif itu resmi akan berlaku mulai 1 Agustus 2025. (dan)

Tags: Industri Padat Karyatarif imporTarif Impor 32 PersenTarif Impor ASTarif Impor Trump

Berita Terkait.

Industri Halal Melesat, KNEKS Ungkap Strategi Perkuat Keuangan Syariah Nasional
Ekonomi

Industri Halal Melesat, KNEKS Ungkap Strategi Perkuat Keuangan Syariah Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:01
Alliance Laundry Systems Perkuat Pabrik Thailand, Dukung Lonjakan Bisnis Laundry Komersial di Indonesia
Ekonomi

Alliance Laundry Systems Perkuat Pabrik Thailand, Dukung Lonjakan Bisnis Laundry Komersial di Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:13
Emas-Antam
Ekonomi

Emas Tak Lagi Seksi? Harga Acuan Ekspor dan Referensi Kompak Melorot

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:20
Workshop
Ekonomi

Bukan Daerah dengan Potensi Sawit, Magelang Justru Didorong Jadi Pusat Inovasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:57
Lahan-Sawit
Ekonomi

Soroti Pembentukan DSI, Apcasi: Cerminan Ketidakjelasan Arah Kebijakan Ekspor SDA

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:06
PTK Pacu Profit dan Transformasi, Siap Hadapi Era Digitalisasi serta Energi Rendah Karbon
Ekonomi

PTK Pacu Profit dan Transformasi, Siap Hadapi Era Digitalisasi serta Energi Rendah Karbon

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:04

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7116 shares
    Share 2846 Tweet 1779
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.