• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Perbankan Syariah Indonesia Tancap Gas, Tapi Tantangan Masih Menanti

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 7 Juli 2025 - 10:52
in Ekonomi
perbankan-syariah

Ilustrasi perbankan syariah. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sektor perbankan syariah Indonesia justru menunjukkan performa yang kian solid. Pertumbuhan aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga (DPK) berhasil melaju lebih cepat dibandingkan perbankan konvensional. Bahkan, DPK perbankan syariah tetap berada di level double digit, sebuah pencapaian yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Namun, jika dicermati lebih dalam, wajah keuangan syariah Indonesia masih menyimpan keunikan. Meski perbankan syariah mencatat pertumbuhan menggembirakan, kontribusi terbesar terhadap total aset keuangan syariah nasional masih berasal dari pasar modal, khususnya penerbitan sukuk. Di posisi kedua, barulah perbankan syariah.

BacaJuga:

Wujudkan Ekosistem Layanan Terpadu, Aplikasi SAPA UMKM Resmi Diluncurkan

BCA UMKM Fest 2026 Perkuat Ekosistem UMKM, Hadirkan Kolaborasi Budaya di Indonesia Arena

Pertamina Ajak Mahasiswa Jadi Garda Ketahanan Energi Nasional

Menurut Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, kunci pertumbuhan perbankan syariah terletak pada satu hal, yakni permintaan sektor halal yang terus meningkat.

“Bank syariah hanya dapat membiayai sektor halal. Jika permintaan industri halal meningkat, maka pertumbuhan perbankan syariah dan keuangan syariah secara umum juga akan ikut terdorong,” ujar Emir dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).

Tak hanya menyoroti sisi permintaan, Emir juga membahas rencana besar yang tengah digodok, yakni pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) dari bank induk dan potensi lahirnya bank syariah baru dari Muhammadiyah. Ini bukan sekadar langkah strategis, tapi bentuk konkret dari implementasi Undang-Undang Perbankan Syariah dan UU P2SK.

“Kehadiran Bank Umum Syariah baru akan menambah pilihan dan memperluas layanan bagi masyarakat,” jelasnya.

Meski dari sisi literasi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia sudah berada di angka 43%, nyatanya inklusi keuangan syariah masih tertahan di kisaran 13%. Angka ini mencerminkan adanya jarak antara pemahaman dan akses nyata masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Solusinya? Transformasi digital.

“Digitalisasi akan memudahkan masyarakat yang sudah aware untuk terinklusi, dan menjadi peluang besar bagi industri keuangan syariah,” ungkapnya.

Langkah konkret pun mulai dijalankan. KNEKS telah menginisiasi Unit Layanan Keuangan Syariah (ULKS) di pesantren-pesantren dan daerah potensial. Layanan ini menjembatani kebutuhan masyarakat akan pembiayaan syariah, baik melalui pegadaian maupun fintech berbasis syariah.

Di luar aspek layanan dan akses, Emir menyoroti pentingnya investasi dalam sumber daya manusia. Sertifikasi dan pelatihan berstandar industri diyakini bisa memperkuat pondasi ekonomi syariah nasional. Terlebih lagi, menarik minat generasi muda seperti Gen Z adalah tantangan berikutnya.

“Inovasi produk menjadi kunci untuk menarik minat generasi muda, khususnya Gen Z, agar dapat merencanakan keuangan sesuai prinsip syariah,” tutur Emir.

Melihat ke luar negeri, Malaysia masih dianggap sebagai benchmark regional dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah. Namun Emir percaya Indonesia punya kekuatan unik: sektor keuangan mikro, serta pengelolaan zakat dan wakaf yang sudah menjadi contoh global.

Dalam jangka panjang, integrasi antara industri halal dan keuangan syariah akan menjadi kunci menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Target besar pun telah dipasang, kontribusi aset keuangan syariah mencapai 51,42% dari PDB pada 2029, sesuai dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN.

“Industri halal harus didukung oleh keuangan syariah, agar kontribusi keuangan syariah terhadap PDB dapat meningkat,” tambahnya.

Dengan kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat, masa depan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia tampak semakin menjanjikan. Tidak hanya dari sisi angka, tapi juga dari sisi dampaknya terhadap kesejahteraan umat dan ketahanan ekonomi nasional. (her)

Tags: bankekonomi globalPerbankan Syariah Indonesia

Berita Terkait.

maman
Ekonomi

Wujudkan Ekosistem Layanan Terpadu, Aplikasi SAPA UMKM Resmi Diluncurkan

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:35
BCA UMKM Fest 2026 Perkuat Ekosistem UMKM, Hadirkan Kolaborasi Budaya di Indonesia Arena
Ekonomi

BCA UMKM Fest 2026 Perkuat Ekosistem UMKM, Hadirkan Kolaborasi Budaya di Indonesia Arena

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:04
Pertamina Ajak Mahasiswa Jadi Garda Ketahanan Energi Nasional
Ekonomi

Pertamina Ajak Mahasiswa Jadi Garda Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:54
gadai
Ekonomi

Komitmen ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:40
APBN dan Bea Cukai dalam Menjaga Ekonomi Nasional dan Perlindungi Masyarakat
Ekonomi

Jangan Cuma Andalkan Coretax, DJP Diingatkan Jaga Kepercayaan Wajib Pajak

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:25
Berikan Kepastian Hukum Jemaah Haji, Timwas DPR Minta Kajian Ulama dan Pemerintah Disegerakan
Ekonomi

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun, Perkuat Ekosistem Perumahan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:05

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2824 shares
    Share 1130 Tweet 706
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1202 shares
    Share 481 Tweet 301
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.