• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Investasi Asuransi Jiwa Capai Rp550,18 Triliun Per April 2025

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 17 Juni 2025 - 05:05
in Ekonomi
jiwa

Tangkapan layar - Kepala Eksekutif PPDP OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan paparannya dalam konferensi pers. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa jumlah investasi industri asuransi jiwa meningkat 2,42 persen year-on-year (yoy/secara tahunan) menjadi Rp550,18 triliun pada April 2025.

“Di tengah kondisi IHSG yang bergerak fluktuatif pada awal 2025, jumlah investasi asuransi jiwa masih mengalami peningkatan secara yoy posisi April 2025,” kata Ogi Prastomiyono seperti dikutip Antara, Senin (16/6/2026).

BacaJuga:

Kemenkeu Diperkuat, Purbaya Titip 3 Prinsip Kunci

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Ia menuturkan hasil investasi industri asuransi jiwa juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 15,75 persen yoy yang menunjukkan portofolio investasi asuransi jiwa cukup baik dalam menghadapi kondisi pasar modal yang fluktuatif.

Pihaknya selalu memantau dan mencermati berbagai dinamika tantangan investasi pada industri asuransi, termasuk tantangan yang saat ini dihadapi berkaitan dengan fluktuasi pasar keuangan global, ketidakpastian ekonomi makro, serta tekanan dari penyesuaian suku bunga dan inflasi.

Di sisi lain, ia mengatakan ada pula tantangan internal seperti perlunya peningkatan kapasitas pengelolaan investasi dan manajemen risiko yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar.

“OJK juga terus mendorong perusahaan asuransi untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian, melakukan diversifikasi investasi, serta memperkuat manajemen risiko untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan kinerja investasi di tengah kondisi yang dinamis,” tutur Ogi.

Sementara per triwulan I 2025, Asosiasi Asuransi Jiwa lndonesia (AAJI) mencatat investasi industri asuransi jiwa pada instrumen saham dan reksa dana mengalami koreksi cukup dalam, sementara investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) meningkat.

Portofolio SBN mengalami pertumbuhan sebesar 12,9 persen yoy menjadi Rp214,23 triliun, dengan kontribusi terhadap total investasi sebesar 39,6 persen.

Portofolio investasi lainnya yang mengalami kenaikan adalah sukuk korporasi sebesar 12,3 persen yoy menjadi Rp51,67 triliun, dengan kontribusi 9,6 persen.

Sementara portofolio saham mengalami penurunan sebesar 19 persen yoy menjadi Rp119,79 triliun, dengan kontribusi sebesar 22,1 persen.

Portofolio reksa dana juga turun 10,5 persen yoy menjadi Rp65,79 triliun, dengan kontribusi 12,2 persen, sedangkan portofolio deposito menurun 7,9 persen yoy menjadi Rp36,43 triliun, dengan kontribusi 6,7 persen. (wib)

Tags: asuransi jiwainvestasi

Berita Terkait.

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi
Ekonomi

Kemenkeu Diperkuat, Purbaya Titip 3 Prinsip Kunci

Rabu, 22 April 2026 - 03:03
Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi
Ekonomi

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi

Rabu, 22 April 2026 - 02:48
Beras
Ekonomi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Selasa, 21 April 2026 - 18:38
Workshop
Ekonomi

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026 - 17:27
Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20
Ekonomi

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

Selasa, 21 April 2026 - 17:07
Tring
Ekonomi

Pegadaian Borong 2 Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:46

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    740 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.