• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Jakarta Hampir 5 Abad, HSI Dorong Pelembagaan Adat Betawi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 3 Juni 2025 - 18:18
in Megapolitan
Sarasehan

Pakar geografi manusia dari Universitas Islam 45 (Unisma) yang juga Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI) Dr. Rasminto (kanan), bersama para narasumber lainnya dalam acara Sarasehan III Kaukus Muda Betawi dengan tema Menyongsong 498 Tahun Kota Jakarta dan Lembaga Adat Masyarakat Betawi Tahun 2025 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025). Foto: Dokumen Kaukus Muda Betawi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Dr. Rasminto, menyoroti lemahnya pengakuan struktural terhadap masyarakat adat Betawi di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global. Ia menilai, di balik gegap gempita modernisasi, Jakarta justru makin jauh dari jati dirinya.

“Jakarta terus dibangun untuk jadi pusat ekonomi nasional dan kota global. Tapi, masyarakat Betawi justru makin terpinggirkan dari ruang dan peran strategisnya,” kata Rasminto dalam acara Sarasehan III Kaukus Muda Betawi dengan tema Menyongsong 498 Tahun Kota Jakarta dan Lembaga Adat Masyarakat Betawi Tahun 2025 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025).

BacaJuga:

Membaca Pesan Besar dari Sambutan Milad Perak Forum Betawi Rempug

Amankan Zikir Kebangsaan, Polda Metro Kerahkan 7.643 Personel Aparat Gabungan

Minta Pagar Besi Mal Dilepas, Pramono: Jangan Khawatir Berlebihan

Rasminto menyebut Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) memang menyinggung pentingnya nilai-nilai lokal, namun tidak disertai pelembagaan konkret untuk budaya Betawi.

“Budaya Betawi itu bukan dekorasi seremoni, tapi identitas historis Jakarta. Kalau tidak diperkuat secara kelembagaan, kita sedang menyaksikan pengikisan akar budaya secara sistematis,” tegasnya.

Rasminto menilai, masyarakat Betawi hari ini menghadapi risiko tergusur secara sosial dan kultural.

“Kampung-kampung berubah jadi real estat. Bahasa Betawi mulai terpinggirkan. Sementara lembaga adatnya tak punya pijakan hukum yang kuat,” katanya.

Pakar geografi manusia dari Universitas Islam 45 (Unisma) menambahkan, secara teoritis, ruang kota Jakarta kini lebih banyak diproduksi oleh logika kapital dan kepentingan global.

“Ruang itu bukan cuma fisik, tapi sosial dan ideologis. Ketika masyarakat lokal kehilangan ruang untuk memproduksi makna, mereka kehilangan kuasa,” ujarnya.

Ia juga mengutip konsep topophilia dari Yi-Fu Tuan dan right to the city dari David Harvey.

“Intinya, Jakarta seharusnya bukan hanya milik modal, tapi juga milik warganya—termasuk masyarakat Betawi yang membentuk sejarah kota ini,” ucapnya.

Rasminto pun membandingkan Jakarta dengan daerah lain yang telah mengakui dan menginstitusikan adat lokal.

“Yogyakarta punya Kraton, Sumatera Barat ada Kerapatan Adat Nagari, Kalimantan punya lembaga adat Dayak, dan Bali ada MDA nya. Tapi di Jakarta, lembaga adat Betawi seperti dianaktirikan,” paparnya.

Di usia Jakarta yang hampir 5 abad, Rasminto menyerukan pentingnya pengakuan formal terhadap lembaga adat Betawi.

“Ini bukan sekadar nostalgia budaya, tapi soal keadilan sejarah dan ruang. Kota besar itu bukan cuma soal gedung tinggi, tapi bagaimana ia merawat identitas dan memberi tempat bagi warganya sendiri,” pungkasnya. (nas)

Tags: HSIHuman Studies InstituteLembaga Adat Masyarakat BetawiRasminto

Berita Terkait.

Usni-Hasanudin
Megapolitan

Membaca Pesan Besar dari Sambutan Milad Perak Forum Betawi Rempug

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:13
Apel
Megapolitan

Amankan Zikir Kebangsaan, Polda Metro Kerahkan 7.643 Personel Aparat Gabungan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:31
pram
Megapolitan

Minta Pagar Besi Mal Dilepas, Pramono: Jangan Khawatir Berlebihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:13
pullman
Megapolitan

Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:58
Berawan
Megapolitan

Akhir Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah Berawan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:13
pram
Megapolitan

Pramono Ajak Legislatif Bergerak Bersama, Jakarta Siapkan Lompatan Menuju Kota Global

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:09

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2075 shares
    Share 830 Tweet 519
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2042 shares
    Share 817 Tweet 511
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1039 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3154 shares
    Share 1262 Tweet 789
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    820 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.