• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

BISFF 2025, Indonesia: Keuangan Syariah Jadi Pilar Pembangunan Berkelanjutan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 29 Mei 2025 - 09:31
in Ekonomi
Sutan-Emir-Hidayat

Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat menghadiri forum Brunei Islamic Sustainable Finance Forum (BISFF) 2025, Rabu (28/5/2025). Foto: Dok. KNEKS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komitmen Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam industri keuangan syariah global kembali ditegaskan dalam forum internasional bergengsi Brunei Islamic Sustainable Finance Forum (BISFF) 2025, Rabu (28/5/2025). Dalam forum yang digelar di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam ini, Indonesia mengirimkan perwakilan pentingnya, yakni Sutan Emir Hidayat selaku Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), untuk berbicara di hadapan peserta dari lebih 50 negara.

Acara yang diselenggarakan oleh Brunei Institute of Leadership and Islamic Finance (BILIF), lembaga pelatihan milik Brunei Darussalam Central Bank, menjadi panggung strategis bagi para regulator, pelaku industri, akademisi, dan organisasi internasional guna mendorong kolaborasi global dalam keuangan syariah berkelanjutan.

BacaJuga:

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Dalam sesi pemaparan, Sutan Emir menekankan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah konkret untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat, tidak hanya dari sisi regulasi dan instrumen keuangan, tapi juga sebagai fondasi bagi pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

“Indonesia tidak hanya fokus pada pertumbuhan instrumen keuangan syariah, tetapi juga menjadikannya sebagai pilar pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi antar-pemangku kepentingan serta inovasi kebijakan menjadi kunci keberhasilan kita,” ujar Sutan Emir dalam keterangan yang diterima, Kamis (29/5/2025).

Sejak 2020, KNEKS telah meluncurkan 27 inisiatif strategis yang mencakup penguatan regulasi, pengembangan SDM ekonomi syariah, serta perluasan pasar halal global. Hasilnya terlihat nyata, Indonesia kini berada di posisi ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2023, naik drastis dari posisi kesepuluh pada 2018. Pencapaian serupa juga diraih dalam Islamic Finance Development Indicator (IFDI) 2023, menempatkan Indonesia dalam tiga besar dunia.

Tak hanya unggul di indikator global, perkembangan di lapangan juga mengesankan. Hingga Maret 2025, lebih dari 2,1 juta Sertifikat Halal telah diterbitkan, menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan dan respons positif dari pelaku industri. Di sektor perdagangan, ekspor produk halal Indonesia pada 2024 mencapai angka mencolok USD 51,4 miliar, didorong oleh sektor makanan, farmasi halal, dan fashion muslim.

“Peningkatan ekspor ini membuktikan bahwa produk halal Indonesia tidak hanya memenuhi standar global, tetapi juga memiliki daya saing tinggi. Kami optimistis tren ini akan terus berlanjut seiring dengan perluasan jaringan perdagangan dan diplomasi ekonomi,” imbuhnya.

Forum ini juga menjadi ajang bagi Indonesia untuk menunjukkan keberhasilan dalam bidang keuangan sosial syariah. Sutan Emir menjelaskan bahwa KNEKS telah mengusung empat strategi utama dalam pengembangan keuangan sosial syariah yaitu Transformasi Manajemen Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS); Penguatan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS); Reformasi Pengelolaan Wakaf Nasional; dan Perluasan Jaringan Layanan Keuangan Syariah Berbasis Pesantren.

Salah satu inovasi unggulan adalah program Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), yang telah menghimpun wakaf tunai dari masyarakat untuk pembangunan infrastruktur publik. Selain itu, Green Sukuk menjadi instrumen penting dalam mendanai proyek ramah lingkungan, seperti energi surya dan restorasi hutan mangrove.

“Pemerintah Indonesia juga telah mendorong berbagai program unggulan seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) yang telah berhasil menghimpun dana wakaf tunai masyarakat untuk pembiayaan infrastruktur publik. Sementara itu, inisiatif Green Sukuk menjadi andalan dalam mendanai proyek-proyek ramah lingkungan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan restorasi mangrove,” pungkasnya menambahkan.

Kehadiran Indonesia dalam BISFF 2025 tidak hanya menunjukkan peran aktif di kancah internasional, tetapi juga menjadi refleksi nyata dari visi besar menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu tulang punggung pembangunan nasional yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan. (her)

Tags: BISFF 2025indonesiaKeuangan Syariah

Berita Terkait.

Jakarta-Great-Sale-2026
Ekonomi

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:07
Rakernas
Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:06
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:09
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:59
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Drastis, Ekonom: Sinyal APBN Kian Terjepit

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49
Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah
Ekonomi

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berpotensi Tekan Kelas Menengah Bawah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:50

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1168 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1427 shares
    Share 571 Tweet 357
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    854 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.