• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekowisata Mangrove Bunton Bangkitkan Harapan Pesisir Selatan Cilacap

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 19 Mei 2025 - 11:03
in Ekonomi
Kelompok-Tani-Hutan

Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Lestari praktek merawat bibit mangrove didampingi Instruktur Program dengan demikian diharapkan KTH Wana Lestari memiliki pemahaman dan kemampuan dalam memelihara rumah bibit dan merawat Mangrove dan dapat meningkatkan keberhasilan program pemberdayaan kawasan ekowisata Mangrove di Desa Bunton. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Desa Bunton di pesisir selatan Cilacap perlahan berbenah. Wilayah yang dahulu rawan terjangan banjir rob kini mulai berubah wajah berkat pembangunan ekowisata dan program penanaman mangrove oleh warga setempat. Inisiatif ini tidak hanya menyelamatkan pertanian warga, tapi juga membuka jalan baru bagi perekonomian desa melalui pariwisata berbasis alam.

“Kalau dulu air laut pasang bisa masuk sampai sawah. Tapi sekarang sejak ada mangrove, air nggak sampai ke lahan, petani jadi bisa panen padi,” kata Jaban Sukarto, salah satu penggerak lokal (local heroes) sekaligus Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Lestari dalam pengembangan Ekowisata Mangrove Bunton.

BacaJuga:

Kementerian UMKM Genjot Pembiayaan Usaha Menengah lewat ACCES 2026

PLN EPI Siapkan Strategi Energi Primer Nasional di Tengah Lonjakan Kebutuhan Listrik

Pertamina Dorong Hilirisasi dan Gas Bumi Demi Ketahanan Energi Nasional

Lahan seluas 6 enam hectare (ha) di Wilayah Wisata Pinggir Kali (WPK) Pantai Bunton yang membentang hingga ke muara kini ditanami mangrove oleh sekitar 20 petani hutan aktif. Mangrove kini justru menjadi pelindung alami dari abrasi dan banjir rob. Hutan Mangrove juga membawa keberkahan ekologi baru berupa ratusan burung datang, bertengger, dan bertelur di sana.

Jaban mengungkapkan, perubahan sikap warga terhadap penghijauan tidak terjadi dalam semalam.

“Awalnya Pemerintah Desa juga kurang yakin, katanya penghijauan nggak penting. Tapi setelah dilihat manfaatnya dari sisi wisata dan ekonomi baru mereka percaya,” jelasnya.

Kini, selain mangrove, warga juga menanam pohon ketapang laut dan cemara pantai untuk memperkuat vegetasi pesisir. Proyek ekowisata yang sedang dirintis pun mulai menunjukkan geliat. Meski fasilitas seperti dermaga belum tersedia, kawasan sudah dikunjungi pelajar dan komunitas yang belajar soal konservasi.

Kehadiran generasi muda juga menjadi warna tersendiri. Anak-anak muda yang dulu fokus berternak, kini mulai terlibat dalam kegiatan konservasi.

“Rumput laut dulu dibuang, sekarang dimanfaatkan. Mereka juga mulai paham pentingnya pupuk dan pelatihan menanam mangrove,” ucap Jaban.

Pengelolaan ekowisata Bunton turut berkoordinasi dengan Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Serayu Opak dan berbagai pihak lain untuk memperkuat ekosistem pesisir yang tangguh.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan oleh Perusahaan Listrik Negara Energi Primer Indonesia (PLN EPI).

Menurut Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, program ini tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dari bencana.

“Wilayah pesisir seperti Bunton rentan terhadap dampak perubahan iklim. Penanaman mangrove menjadi bentuk adaptasi berbasis alam yang paling efektif untuk meminimalkan risiko banjir dan abrasi,” ujarnya.

Yang menarik, kawasan Ekowisata ini berada tepat di belakang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala dimana PLN EPI memasok energi primer untuk pembangkit tersebut. Selain mendukung penghijauan di pesisir, PLN EPI juga mengembangkan Ekowisata Mangrove di sekitar Wisata Pinggir Kali (WPK) Pantai Bunton, dengan memanfaatkan lahan di kawasan pantai untuk ditanami tanaman yang dapat mereduksi karbon dioksida yang dibuang ke udara dari proses pembakaran di PLTU Adipala tersebut.

“Melalui ekowisata mangrove, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga menghasilkan nilai ekonomi baru melalui program pemberdayaan UMKM masyarakat sekitar, dimana tanaman mangrove tersebut dapat dimanfaatkan sebagai produk olahan makanan ringan,” kata Mamit.

Pendekatan ini mendorong terbentuknya ekonomi sirkular berbasis komunitas, yang menjadikan warga semakin mandiri secara ekonomi.

“Kami ingin masyarakat menjadi bagian dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, lestari, dan ekonomi tumbuh, maka kesejahteraan menjadi berkelanjutan,” tutupnya.

Ke depan, kawasan ini diharapkan dapat menjadi model integrasi antara konservasi lingkungan, penguatan ekonomi desa, dan transformasi menuju Green Energy yang dilakukan bersama dengan masyarakat sekitar.

Pengembangan biomassa melalui konservasi lingkungan serta penguatan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), merupakan wujud implementasi prinsip Enviromental, Social and Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 14 yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan ekosistem lautan. (srv)

Tags: Ekowisata MangroveKelompok Tani Hutanpln epi

Berita Terkait.

helvi
Ekonomi

Kementerian UMKM Genjot Pembiayaan Usaha Menengah lewat ACCES 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:04
epi
Ekonomi

PLN EPI Siapkan Strategi Energi Primer Nasional di Tengah Lonjakan Kebutuhan Listrik

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:12
ipa
Ekonomi

Pertamina Dorong Hilirisasi dan Gas Bumi Demi Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:11
hasim
Ekonomi

Hunian Layak untuk Semua, Fahri Hamzah Luncurkan Gagasan Swasembada Papan 2045

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:10
langga
Ekonomi

Berlaku 1 Juni, Airlangga Minta Investor Asing Tak Perlu Khawatirkan Kebijakan DHE

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:10
sapi
Ekonomi

Daya Beli Tertekan, IDEAS: Jumlah Hewan Kurban di 2026 Diprediksi Turun

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:53

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2826 shares
    Share 1130 Tweet 707
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1219 shares
    Share 488 Tweet 305
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    828 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.