• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Wacana KB Sebagai Syarat Bansos, Mari Simak Keunggulan dan Efek Samping dari Vasektomi!

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 5 Mei 2025 - 16:21
in Gaya Hidup
Operasi

Caption: Ilustrasi seorang pria sedang menjalani operasi. (Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memantik kontroversi usai menyampaikan wacana baru terkait penyaluran bantuan sosial (bansos).

Dalam sebuah pernyataannya, Dedi mengusulkan agar program keluarga berencana (KB), termasuk metode vasektomi, dijadikan salah satu syarat bagi penerima bansos di wilayahnya.

BacaJuga:

Mitsubishi Xforce HEV Bukan Sekadar Hybrid, Ini Keunggulannya

Andrea Bocelli Siap Pukau Borobudur-Jakarta, Nasabah SMBC Indonesia Kebagian Benefit Spesial

Maestro Andrea Bocelli Bawa “Romanza” Pulang ke Indonesia, Borobudur Jadi Panggung Utama

Menurut Dedi, langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan pemerataan penerima bantuan dan mencegah konsentrasi bantuan hanya pada satu kelompok keluarga. “Jangan sampai semua bantuan, beasiswa, kelahiran, perumahan, bantuan tunai, diperoleh oleh satu keluarga terus-menerus,” kata Dedi di Bandung, pada Senin (28/4/2025).

Namun, usulan ini segera menuai reaksi keras, terutama dari kalangan organisasi kemasyarakatan berbasis agama. Beberapa ormas menyatakan keberatan, menilai bahwa kebijakan semacam itu bisa melanggar hak reproduksi dan nilai-nilai agama yang dianut sebagian masyarakat.

Apa Itu Vasektomi?

Dilansir dari Siloam Hospitals pada Senin (5/5/2025), vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi permanen bagi pria yang tidak lagi berencana memiliki anak. Prosedur ini dilakukan dengan cara memutus atau mengikat saluran sperma (vas deferens), sehingga sperma tidak lagi terkandung dalam cairan ejakulasi.

Meskipun demikian, pria yang menjalani vasektomi tetap dapat mengalami orgasme dan ejakulasi seperti biasa.

Secara medis, vasektomi adalah tindakan pembedahan kecil (minor surgery) yang bertujuan untuk memutus jalur keluarnya sperma dari testis menuju penis.

Dalam prosedur ini, dokter akan menutup atau memotong vas deferens, yakni saluran dalam skrotum yang membawa sperma ke uretra. Setelah prosedur ini, cairan mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak lagi mengandung sperma, sehingga tidak dapat membuahi sel telur.

Meskipun termasuk metode permanen, vasektomi tidak memengaruhi performa seksual, ereksi, maupun kenikmatan saat berhubungan intim.

Keunggulan Vasektomi
Ada beberapa alasan mengapa vasektomi dipilih sebagai metode kontrasepsi oleh banyak pasangan diantaranya yaitu efektivitas tinggi dimana vasektomi memiliki tingkat keberhasilan mencapai 99% dalam mencegah kehamilan; minim risiko (dibandingkan metode kontrasepsi lain, vasektomi cenderung memiliki efek samping yang ringan); dan yang terpenting adalah tidak mengganggu aktivitas seksual yang berarti prosedur ini tidak memengaruhi hormon, dorongan seksual, atau kemampuan ereksi dan orgasme pada pria.

Tahapan Pelaksanaan Vasektomi
Vasektomi dilakukan melalui tiga tahap Utama yakni persiapan, prosedur pelaksanaan, dan perawatan pascaprosedur.

1. Persiapan
Sebelum menjalani vasektomi, pasien akan menjalani pemeriksaan medis dan konsultasi untuk memastikan kesiapan fisik dan mental. Umumnya, dokter tidak menyarankan prosedur ini bagi pria di bawah usia 30 tahun atau yang belum memiliki anak.

Beberapa kondisi yang harus diperhatikan sebelum prosedur antara lain infeksi atau luka pada skrotum, kelainan anatomi seperti varikokel atau hidrokel, riwayat alergi terhadap anestesi lokal, konsumsi obat pengencer darah, dan infeksi saluran kemih berulang.

Pasien juga dianjurkan untuk mencukur bulu kemaluan dan menghindari makanan berat beberapa jam sebelum operasi.

2. Prosedur Pelaksanaan
Terdapat dua metode utama dalam prosedur vasektomi yakni vasektomi konvensional dan vasektomi tanpa sayatan (no-scalpel).

Vasektomi konvensional berarti dilakukan dengan membuat satu atau dua sayatan kecil di skrotum untuk mengakses vas deferens. Setelah saluran sperma diikat atau dipotong, luka ditutup dengan benang jahit atau menggunakan metode pemanasan (diathermy).

Sdangkan vasektomi tanpa sayatan (no-scalpel) adalah prosedur vasektomi yang lebih minimal invasif. Dokter hanya membuat lubang kecil tanpa sayatan untuk menjepit dan memotong vas deferens. Metode ini umumnya tidak memerlukan jahitan dan proses penyembuhan lebih cepat.

3. Perawatan Pascaprosedur
Setelah prosedur, pasien biasanya merasakan nyeri ringan atau pembengkakan pada skrotum selama beberapa hari.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan, dokter menyarankan untuk mengompres area skrotum dengan es selama 36-48 jam pertama, menggunakan pakaian dalam ketat untuk menyangga skrotum, menghindari aktivitas berat selama 3-7 hari, dan menunda hubungan seksual sampai nyeri mereda.

Selain itu, pasien juga harus menjalani pemeriksaan lanjutan 12 minggu pascaoperasi untuk memastikan tidak ada sperma yang tersisa dalam cairan ejakulasi.

Efek Samping
Meskipun relatif aman, vasektomi tetap memiliki kemungkinan efek samping, antara lain infeksi bekas luka, hematoma (penggumpalan darah di skrotum), granuloma sperma (benjolan akibat kebocoran sperma), hidrokel (cairan di sekitar testis), dan spermatokel (kista jinak di saluran epididimis)

Namun, sebagian besar komplikasi ini bersifat ringan dan dapat ditangani secara medis.

Jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan vasektomi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis urologi untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah pusat terkait legalitas atau dukungan terhadap usulan tersebut. Wacana ini dipastikan akan menjadi perdebatan hangat di tengah publik, terutama menjelang evaluasi kebijakan bansos dan program KB di tingkat nasional. (her)

Tags: BansosDedi MulyadiGubernur Jawa BaratProgram KBvasektomi

Berita Terkait.

Mitsubishi
Gaya Hidup

Mitsubishi Xforce HEV Bukan Sekadar Hybrid, Ini Keunggulannya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:31
smbc
Gaya Hidup

Andrea Bocelli Siap Pukau Borobudur-Jakarta, Nasabah SMBC Indonesia Kebagian Benefit Spesial

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:21
andrea
Gaya Hidup

Maestro Andrea Bocelli Bawa “Romanza” Pulang ke Indonesia, Borobudur Jadi Panggung Utama

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:13
Women-Run
Gaya Hidup

Lebih dari 1.000 Perempuan Ramaikan Great Eastern Women’s Run 2026, Bawa Semangat Sehat hingga Aksi Sosial

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:01
RS Tria Dipa Perkuat Kedaulatan Kesehatan Indonesia lewat Teknologi CT Scan dan Cathlab
Gaya Hidup

RS Tria Dipa Perkuat Kedaulatan Kesehatan Indonesia lewat Teknologi CT Scan dan Cathlab

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:05
corbis
Gaya Hidup

Komentar Idol HYBE kepada Sesama Anggota CORTIS Tuai Kritik Tajam

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:06

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.