INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto mengklaim, pemerintahan yang dipimpinnya dalam enam bulan pertama telah menghasilkan capaian-capaian signifikan dan fundamental untuk memperkuat landasan kebangkitan bangsa.
Saat ini, pemerintah telah menghasilkan 28 kebijakan baru yang berhubungan langsung dengan hajat hidup rakyat, disertai lebih dari 100 hingga hampir 200 produk hukum. Termasuk peraturan Presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP), instruksi presiden (Inpres), hingga surat edaran.
“Kalau kita lihat secara objektif, saya mau katakan bahwa dalam enam bulan kita memerintah, kita telah mencapai hal-hal yang cukup berarti, hal-hal bersifat fundamental, memperkuat landasan kebangkitan kita sebagai bangsa,” kata Presiden saat sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Salah satu pencapaian tersebut ialah berhasil menjaga stabilitas harga pangan pada momen-momen yang biasanya rentan terhadap kenaikan harga, seperti pergantian tahun hingga perayaan keagamaan.
“Pemerintah yang saya pimpin, saudara-saudara, berhasil menjaga stabilitas harga pangan di saat-saat yang selalu harga pangan kurang bisa dikendalikan, akhir tahun, Natal, dan Lebaran,” ujar Prabowo.
Selain itu, berhasil melakukan program makan bergizi gratis (MBG). Berdasar data yang dikantonginya ada 1.826 titik atau tempat untuk melaksanakan program makan bergizi. Sementara penerima manfaatnya hingga 5 Mei 2025, tercatat 3,4 juta orang
“Total penerima sudah di atas 3 juta, 3,4 juta di awal Mei, dan diperkirakan akhir Mei mencapai 4 juta, dan di akhir Juni mencapai 6 juta,” tutur Prabowo.
Angka penerima program tersebut bakal terus bertambah hingga akhir tahun 2025. “Kemudian di akhir Agustus akan mencapai 22 juta, sehingga di akhir November 2025 akan mencapai 82,9 juta penerima manfaat ini,” jelas mantan menteri pertahanan itu.
Namun, pemerintahan yang dipimpinnya harus tetap melakukan evaluasi objektif. Ia menganalogikan pentingnya akurasi dalam pemerintahan layaknya pendulum atau azimut kompas: sedikit deviasi di awal dapat menyebabkan penyimpangan besar di masa mendatang.
“Kalau kita deviasi, yang saya katakan di awal penyimpangannya sedikit, di ujungnya penyimpangan yang besar,” imbuh Prabowo. (dan)












