• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pakar Ekologi IPB Apresiasi PT GRP yang Berkomitmen terhadap Lingkungan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 20 April 2025 - 22:09
in Ekonomi
pakar

Perusahaan baja PT Gunung Raja Paksi (GRP) menerapkan prinsip keberlanjutan dengan penanaman pohon di area pabrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pakar ekologi dan manajemen lanskap IPB University menilai positif terhadap kinerja perusahaan baja nasional PT. Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) yang berkomitmen terhadap lingkungan dengan menerapkan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Pakar ekologi dan manajemen lanskap IPB University Profesor Hadi Susilo Arifin melalui telpon di Jakarta, Minggu (20/4/2025) mengatakan bahwa komitmen itu dibuktikan perusahaan kembali meraih penghargaan Proper peringkat Biru untuk ke-12 kali dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena dinilai menerapkan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

BacaJuga:

Antrean SPBU Makassar Membaik, Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan dan Operator

Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Yudhi Sadewa: Pajak, Restitusi, dan TKD Jadi Perhatian

Terowongan Tambang Emas BRMS di Palu Tembus 975 Meter, Produksi Ditargetkan Mulai 2027

Proper atau “Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup” Biru merupakan salah satu kategori dari Proper, yakni perusahaan yang dinilai memiliki kinerja lingkungan yang baik dan telah menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan secara komprehensif meraih penghargaan ini.

Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan

Selain itu inovasi teknologi melalui kerja sama dengan perusahaan Eropa, dalam mendukung rencana perusahaan untuk memproduksi gulungan canai panas (Hot Rolled Coils/HRC) tanpa emisi karbon pada 2027 nanti.

”Bukan main, ini bagus dan seharusnya ditiru. Industri memang seharusnya seperti itu. Apalagi perusahaan tersebut sudah menerapkan ekonomi sirkular. Itu bagus sekali,” kata Hadi seperti dilansir Antara.

Hadi juga mengapresiasi upaya GRP yang konsisten melakukan penghijauan di area pabrik.

Seperti dikutip dari data laporan keberlanjutan perusahaan, hingga akhir 2023, GRP telah menanam lebih dari 9.000 pohon dari 78 varietas.

Upaya tersebut, menurutnya, bisa menjaga kualitas udara dan menciptakan lingkungan sehat. Tidak hanya bagi karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar.

”Memang seharusnya begitu. Karena pada dasarnya industri baja menghasilkan cemaran. Terutama CO2, emisi karbon, atau kita sebut dengan gas rumah kaca. Makanya kalau tidak ada treatment apa-apa, pasti mengganggu lingkungan,” imbuhnya.

Hadi menguraikan, proses fotosintesis pohon-pohon besar di area pabrik GRP akan menyerap CO2, sehingga mengurangi emisi karbon.

Pengurangan emisi karbon tersebut, imbuh Hadi, juga tergantung luasan dan jenis pohonnya.

”Semakin banyak ruang terbuka hijau, semakin besar pepohonan, pasti emisi karbonnya akan berkurang. Apalagi kalau yang ditanam jenis fast growing, yang tumbuh dengan cepat. Pohon seperti ini mengindikasikan bahwa penyerapan CO2-nya bagus,” jelas Hadi.

Tidak hanya pohon-pohon besar, Hadi juga menyebut tentang keberadaan berbagai sarana olah raga yang dibangun oleh perusahaan dalam lingkungan kantor, dapat berpengaruh positif.

”Itu bagus sekali. Apalagi misalnya ada tempat olahraga outdoor, atau taman-taman. Bisa menjadi rekreasi buat karyawan. Dengan demikian, karyawan juga sehat, baik fisik maupun jiwa,” imbuhnya.

Begitu juga terkait panel surya atap yang telah terpasang di area operasi perusahaan, Hadi sangat mendukung.

Seperti dikutip dari laman The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) bahwa GRP telah mengoperasikan salah satu rooftop solar panel terbesar di Jawa Barat dengan total kapasitas 9,3 MWp.

Inisiatif itu diharapkan dapat mengurangi 47.400 ton CO2 per tahun. ”Bagus sekali menggunakan energi terbarukan seperti itu. Ini kan energi bersih,” kata dia.

Di sisi lain, Hadi sependapat dengan komitmen perusahaan untuk membantu meningkatkan taraf hidup, termasuk kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di sekitar pabrik.

Termasuk perbaikan jalan yang dinilai meningkatkan roda ekonomi dan pemberantasan sarang nyamuk penyebab Demam Berdarah.

Bahkan, keberadaan perusahaan yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja di sekitar, juga dinilai berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

”Tentu positif . Artinya, perusahaan tidak seperti ’menara gading’. Karena perusahaan berlokasi di Cikarang, maka masyarakat itu yang diutamakan,” ujar Hadi.

Buku panduan

Terpisah, pengamat Ekonomi Sumber Daya Lingkungan IPB University, Sri Mulatsih, juga menilai positif komitmen GRP terhadap lingkungan dan keberlanjutan, termasuk peluncuran buku panduan untuk ESG (ESG Strategy Handbook) pada 2022.

Dia juga sependapat dengan penggunaan dan pemasangan panel surya atap, dan penggunaan scrap dalam mendukung ekonomi sirkular yang diterapkan perusahaan.

Melalui berbagai upaya tersebut, tambahnya, GRP bisa dikategorikan sebagai green industry.

Bahkan, Sri juga sependapat bahwa GRP bisa menjadi benchmark bagi industri lain. ”Ya, saya setuju dengan berbagai upaya yang dilakukan. Karena berarti dia sudah turut memperbaiki lingkungan,” katanya.

Dalam jangka panjang, upaya perusahaan dinilai bisa menjadikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing. Apalagi, dalam proses produksi, GRP juga menerapkan konsep ekonomi sirkular.

”Kalau dari sisi efisiensi, ekonomi sirkular memang bisa meningkatkan efisiensi, karena bisa mendaur ulang (melalui scrap). Begitu juga dari sisi investor, karena sekarang kecenderungannya adalah pada produk-produk yang ramah lingkungan,” ujarnya. (dam)

Tags: lingkunganPakar Ekologi IPBPT GRP

Berita Terkait.

Antrean SPBU Makassar Membaik, Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan dan Operator
Ekonomi

Antrean SPBU Makassar Membaik, Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan dan Operator

Rabu, 16 September 2026 - 19:07
Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Yudhi Sadewa: Pajak, Restitusi, dan TKD Jadi Perhatian
Ekonomi

Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Yudhi Sadewa: Pajak, Restitusi, dan TKD Jadi Perhatian

Rabu, 16 September 2026 - 18:22
Terowongan Tambang Emas BRMS di Palu Tembus 975 Meter, Produksi Ditargetkan Mulai 2027
Ekonomi

Terowongan Tambang Emas BRMS di Palu Tembus 975 Meter, Produksi Ditargetkan Mulai 2027

Rabu, 16 September 2026 - 17:54
Sesudah OTT KPK, Apa yang Berubah?
Ekonomi

2 Angling Listrik Meluncur di TMII, Paiton Energy Dorong Wisata Rendah Emisi

Rabu, 16 September 2026 - 17:04
Sesudah OTT KPK, Apa yang Berubah?
Ekonomi

Bisnis Berbasis Wakaf dan Sedekah, Bisto Gandeng BAZNAS Perkuat Ekonomi Syariah

Rabu, 16 September 2026 - 16:55
Pertamina NRE Bangun Model Ekonomi Sirkular melalui Decentralized Waste Management
Ekonomi

Pertamina NRE Bangun Model Ekonomi Sirkular melalui Decentralized Waste Management

Rabu, 16 September 2026 - 16:14

OLAHRAGA

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13
Olahraga

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Editor Dilianto
Rabu, 16 September 2026 - 19:17

INDOPOSCO.ID – Ada masa ketika Ketapang Junior FA bahkan kesulitan mencetak satu gol. Kekalahan 0-17 dan 0-11 pernah menjadi bagian...

SelengkapnyaDetails
FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

Rabu, 16 September 2026 - 15:43
hardiyanto

Cetak Sejarah Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Jakarta Barat Banjir Bonus dari Kenneth

Rabu, 16 September 2026 - 09:30
Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Selasa, 15 September 2026 - 09:45
Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Senin, 14 September 2026 - 14:45

BERITA POPULER

  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1661 shares
    Share 664 Tweet 415
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1159 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    935 shares
    Share 374 Tweet 234
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.