• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Presiden Terbitkan Aturan Tukin Dosen, Komisi X DPR Dorong Kemdiktisaintek Siapkan Turunannya

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 17 April 2025 - 21:31
in Nasional
tukin

Sejumlah dosen yang tergabung dalam Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) membentangkan spanduk saat menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (3/2/2025). Mereka menuntut pemerintah membayarkan tunjangan kinerja (Tukin) yang belum dibayar sejak tahun 2020. (FOTO: Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi X DPR RI mengapresiasi keluarnya peraturan tunjangan kinerja (Tukin) bagi dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan cair pada Juli 2025.

Dengan terbitnya regulasi dari presiden, menurut Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian, langkah selanjutnya yang sangat krusial adalah memastikan distribusi tukin berjalan tepat sasaran. Untuk itu, dibutuhkan petunjuk teknis yang jelas dan rinci agar pelaksanaan di lapangan tidak menemui kendala administratif maupun teknis.

BacaJuga:

Asap Karhutla Sampai Malaysia-Singapura, DPR Dorong Diplomasi Bersahabat

Penguatan Ketahanan Pangan Nasional Positif, Produksi Beras dan Jagung Melonjak

HUT ke-62 Golkar, Bahlil Soroti Tantangan Geopolitik Global dan Dampaknya ke Indonesia

“Alhamdulillah, salah satu aspirasi yang selama ini menjadi perhatian serius di legislatif, khususnya terkait kesejahteraan dosen dan tunjangan kinerja, kini mulai menemukan titik terang. Presiden sudah menerbitkan peraturannya, tinggal kami mendorong Kementerian Dikti-Saintek untuk segera membuat aturan turunannya,” ujar Hetifah kepada wartawan, dikutip Kamis (17/4/2025).

“Dengan adanya anggaran yang telah ditetapkan, kini hambatan utama dalam peningkatan kesejahteraan dosen mulai teratasi. Namun, bagaimana anggaran ini didistribusikan kepada siapa, sebesar apa, semua perlu diatur dalam juknis yang detail agar bisa segera diimplementasikan secara adil dan transparan,” sambungnya.

Ia pun menegaskan bahwa legislatif akan terus mendampingi dan mengawasi proses implementasi kebijakan ini agar benar-benar memberi dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Kebijakan pencairan tukin ini, lanjut Hetifah, diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam memperbaiki ekosistem pendidikan tinggi, sekaligus bentuk nyata penghargaan negara atas dedikasi dan peran strategis dosen dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.

“Selamat kepada seluruh dosen, ini adalah buah dari perjuangan kolektif. Aspirasi yang disampaikan kepada kami di legislatif akhirnya bisa diwujudkan. Semoga ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” tutup politisi Golkar ini.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini secara resmi mengumumkan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2025. Peraturan ini mengatur pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.

Sri Mulyani menjelaskan Tukin yang diberikan dihitung berdasarkan selisih antara besaran tukin yang sesuai dengan kelas jabatan dosen dan nilai tunjangan profesi yang selama ini diterima oleh dosen tersebut. Ia mencontohkan jika seorang guru besar (profesor) mendapatkan tunjangan profesi sebesar Rp 6,74 juta dan tukin untuk jabatan setara eselon II adalah Rp 19,28 juta, maka nilai tukin yang diterima sebesar Rp 12,54 juta.

“Jadi, bukan memilih. Tukinnya juga tidak sama dengan tukin Kemendikti Saintek yang struktural, yang sudah ditetapkan berdasarkan kepentingan. Tapi, tukinnya adalah perbedaan antara yang sudah diterima dari tunjangan profesi dengan tukinnya,” ujarnya dilansir dari Antara, Rabu (16/5/2024).

Apabila tunjangan profesi yang diterima oleh dosen lebih tinggi daripada nilai tukin yang ditetapkan, maka dosen tetap menerima tunjangan profesi tanpa pengurangan. Dalam kasus ini, tukin tidak diberikan karena nilainya lebih kecil.

“Kalau tunjangan profesi lebih tinggi, sementara tukinnya lebih rendah, tidak berarti bahwa dosen yang bersangkutan tukinnya menjadi negatif. Kalau tunjangan profesi yang diterima lebih besar, maka nilainya tetap. Kalau tunjangan profesi lebih kecil, kami tambahkan,” jelas Menkeu.

Melalui Perpres No. 19 Tahun 2025, pemerintah menetapkan pemberian Tukin kepada 31.066 dosen ASN yang sebelumnya hanya memperoleh tunjangan profesi. Jumlah ini mencakup berbagai jenis perguruan tinggi negeri (PTN), yaitu 8.725 dosen di PTN Satuan Kerja (Satker), 16.540 dosen di PTN Badan Layanan Umum (BLU) yang belum menerapkan sistem remunerasi, dan 5.801 dosen yang berada di bawah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Sri Mulyani menambahkan bahwa struktur penghasilan dosen ASN kini akan menyesuaikan dengan status perguruan tinggi tempat mereka bekerja. Bagi dosen yang berada di PTN berbadan hukum (PTNBH) dan PTN BLU yang telah menjalankan sistem remunerasi, komponen penghasilan terdiri dari gaji pokok, tunjangan melekat, tunjangan profesi, dan remunerasi tetap.

Sementara itu, dosen yang bekerja di PTN BLU yang belum melaksanakan remunerasi, PTN Satker, serta dosen di lingkungan LLDikti akan menerima gaji pokok, tunjangan melekat, tunjangan profesi, serta tunjangan kinerja.

Selain itu, Ia juga memastikan bahwa pemberian Tukin akan mulai berlaku secara retroaktif sejak Januari 2025, meskipun Perpres resmi diterbitkan pada April 2025.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk kebijakan ini mencapai Rp2,66 triliun selama 14 bulan. Anggaran tersebut mencakup pembayaran tukin dari Januari hingga Desember 2025, serta tambahan pembayaran untuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13. Dana ini akan dialokasikan melalui belanja pegawai di lingkungan Kemendikti Saintek.

“Nilainya Rp2,66 triliun yang akan kami bayarkan sesudah Mendiktisaintek mengeluarkan Peraturan Menteri untuk pelaksanaannya dan juga ada petunjuk teknis terhadap kebijakan ini,” ujar Sri Mulyani. (dil)

Tags: KemdiktisaintekKomisi X DPRpresidenTukin Dosen

Berita Terkait.

asapp
Nasional

Asap Karhutla Sampai Malaysia-Singapura, DPR Dorong Diplomasi Bersahabat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:21
beras bulog
Nasional

Penguatan Ketahanan Pangan Nasional Positif, Produksi Beras dan Jagung Melonjak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:11
bahlil
Nasional

HUT ke-62 Golkar, Bahlil Soroti Tantangan Geopolitik Global dan Dampaknya ke Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:56
rocky
Nasional

Rocky Gerung Tegaskan Tetap Kritis: “Bongkar Istana Raja Tak Bisa Pakai Peralatan Raja”

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:19
pelajar
Nasional

Mendikdasmen: Papan Interaktif Digital Bikin Siswa Makin Dekat dengan Teknologi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09
cpmi
Nasional

Pastikan CPMI Siap Kerja di Luar Negeri, RS Tria Dipa dan KP2MI Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:23

OLAHRAGA

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo
Olahraga

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

INDOPOSCO.ID - Persaingan Super League 2026/2027 kembali memanas pada pertengahan pekan ini. Sebanyak delapan pertandingan dengan tiga laga menarik diantaranya...

SelengkapnyaDetails
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40
bultang

Usai Juara Denmark Open 2026, Fikri Ungkap Pelajaran Berharga dari Pengalaman Fajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48
Sabet Gelar Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron/Soh, Fajar Ungkap Kunci Kemenangan

Sabet Gelar Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron/Soh, Fajar Ungkap Kunci Kemenangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:06
Zaskia Putri Salurante

Zaskia Salurante Ukir Prestasi di Polandia, FORKI Soroti Pentingnya Jam Terbang Internasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:24

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2635 shares
    Share 1054 Tweet 659
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1391 shares
    Share 556 Tweet 348
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1096 shares
    Share 438 Tweet 274
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.