• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

BPJS Watch Sebut Gelombang PHK tak Terelakkan, Ini Penyebabnya

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 9 April 2025 - 17:00
in Ekonomi
PHK

Ilustrasi. net

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dampaknya semakin banyak pekerja/buruh terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Dalam 2 bulan ini saja PHK di sektor padat karya terus bertambah yang mengakibatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terus meningkat,” ujar Koordinator Bidang Advokasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Watch Timboel Siregar melalui gawai, Rabu (9/4/2025).

BacaJuga:

Kemenkeu Diperkuat, Purbaya Titip 3 Prinsip Kunci

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Ia mengatakan, gelombang PHK terjadi karena regulasi atau kebijakan pemerintah membuka kran impor barang tanpa mempertimbangkan produk lokal. Sehingga menyebabkan produk impor mengalahkan produk dalam negeri.

“Pemerintah seharusnya meninjau ulang Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 8 tahun 2024 yang membatasi arus impor masuk ke dalam negeri, sehingga produk dalam negeri bisa laku di pasar Indonesia,” ucap Timboel.

Ia mengatakan, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang kenaikan tarif impor juga melemahkan daya saing produk ekspor. Sehingga menyebabkan turunnya permintaan barang, dan berpotensi terjadinya PHK oleh perusahaan.

“Gelombang PHK juga disebabkan oleh lemahnya pengawasan dan penegakkan hukum terhadap perusahaan nakal dengan tidak mematuhi hukum yang berlaku,” ungkap Timboel.

“Saat ini ada perusahaan nakal yang tidak menjalankan hukum ketenagakerjaan seperti upah minimum, jaminan sosial, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” imbuhnya.

Timboel menambahkan, kemajuan teknologi menyebabkan proses produksi dilakukan menggunakan sistem robotik. Hal ini menyebabkan pengurangan pekerja.

“Rencana Pemerintah untuk membuat Satuan Tugas (Satgas) PHK adalah baik, karena bersifat preventif untuk menghindari terjadinya PHK,” terangnya. (nas)

Tags: BPJS Watchphktimboel siregar

Berita Terkait.

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi
Ekonomi

Kemenkeu Diperkuat, Purbaya Titip 3 Prinsip Kunci

Rabu, 22 April 2026 - 03:03
Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi
Ekonomi

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi

Rabu, 22 April 2026 - 02:48
Beras
Ekonomi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Selasa, 21 April 2026 - 18:38
Workshop
Ekonomi

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026 - 17:27
Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20
Ekonomi

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

Selasa, 21 April 2026 - 17:07
Tring
Ekonomi

Pegadaian Borong Dua Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:46

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    877 shares
    Share 351 Tweet 219
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    736 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.