• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Percepat Swasembada Pangan dan Energi Melalui Industri Hilir Sawit

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 13 Maret 2025 - 22:42
in Ekonomi
Buka-Puasa-Bersama

Suasana Buka Puasa dan Diskusi yang digelar Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) bersama Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) di Jakarta, Rabu (12/3/2025). Foto : ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Para pelaku usaha industri hilir sawit mendukung pemerintah untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen dan percepatan swasembada pangan serta energi.

Ada dua kunci dari sisi industri sawit dalam mendukung target pemerintahan Prabowo Subianto tersebut, pertama mengoptimalkan kerja sama internasional seperti BRICS dan mendorong investasi di sektor hilirisasi sawit.

BacaJuga:

Program Martabe Chicken Farm Hasilkan Rp717,74 Juta, Agincourt Raih Apresiasi Minerba

Bidik Investasi Global, Indonesia Pamer Peluang Emas Hulu Migas di ADIPEC 2026

Penjualan Daihatsu Tumbuh 8 Persen hingga Oktober 2026, Gran Max Jadi Kontributor Terbesar

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) Rapolo Hutabarat dalam acara buka puasa yang digelar di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Narasumber lain antara lain Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga dan Sekjen Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) Ernest Gunawan yang dimoderatori Wakil Ketua Umum Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) Qayuum Amri.

“Pertama, kerja sama ekonomi bilateral Indonesia yang saat ini dengan 9-10 negara, tetapi produk sawit secara keseluruhan belum banyak dimanfaatkan dalam kerja sama bilateral ini. Karena ada beberapa insentif yang barangkali belum diketahui oleh dunia usaha di Indonesia,” ujarnya.

Rapolo juga menambahkan, resminya Indonesia menjadi anggota ke-10 BRICS pada 6 januari tahun ini merupakan peluang besar untuk sektor sawit.

Apalagi, kata dia, negara-negara BRICS tidak ada satupun yang menerapkan hambatan dagang.

“Kalau dibandingkan penduduk dunia totalnya mencapai 8,1 miliar porsi 10 negara BRICS mencapai 3,9 miliar itu porsinya sekitar 48 persen terhadap populasi dunia. Ke-10 negara itu tidak ada yang menerapkan hambatan dagang terhadap produk sawit,” jelasnya.

Dia pun berharap kerja sama pemerintah dengan BRICS ini menjadi kunci menarik investasi untuk sektor sawit dari 10 negara itu. Kemudian menjadi pasar utama dari produk sawit Indonesia.

“Dari sisi pendapatan per kapita rata-rata dunia itu USD14.400, dan rata-rata negara BRICS itu USD 11.200-an. Jadi dari sisi ekonomi mendekati pendapatan dunia. Dari 10 itu ada dua yang melewati pendapatan per kapita rata-rata dunia, yaitu UEA dan Rusia. Tiongkok itu masih USD 13.000,” ujarnya.

Selanjutnya yang menjadi kunci untuk mencapai target swasembada dan ekonomi 8 persen yaitu dalam perluasan hilirisasi. Menurut Rapolo, Indonesia masih mengabaikan sawit untuk bernilai tambah tinggi seperti produk fitonutrien terutama betakaroten, tokoferol dan tokotrienol dan lain-lain.

Padahal, lanjut dia, pangsa pasar dari tiga jenis produk tadi dalam tiga tahun terakhir tembus USD 10 miliar. Dan tidak ada satupun perusahaan farmasi Indonesia menjadi produsen produk sawit bernilai tambah tinggi tersebut.

Dia menyebut potensi produk fitonutrien itu bisa mencapai USD 15 miliar per tahun. Artinya 50 persen dari total ekspor sawit yang mencapai USD 30 miliar.

“Maka perlu barangkali alih teknologi, insentif dari pemerintah supaya ada investasi. Mungkin ini menjadi salah satu pokok dalam kita bernegosiasi dengan BRICS supaya investasi bisa masuk,” ujar Rapolo.

Selain itu, hilirisasi untuk biomass sawit juga belum dimasifkan di Indonesia.“Ini masih diabaikan padahal dari sisi potensi ekonomi luar biasa. Memang belum bisa kalkulasi, tapi paling tidak hilirisasi sebagai bahan organik bagi perkebunan itu sangat mendesak untuk kesuburan tanah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan pihaknya mendukung Pemerintahan Prabowo yang sudah menetapkan sawit sebagai aset nasional. Hanya saja, pekerjaan rumah ke depan adalah ketidakpastian regulasi.

Misalnya, Sahat menyoroti Perpres 5/2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan yang dikhawatirkan berdampak buruk terhadap industri sawit nasional dan usaha-usaha yang terkait dengan penggunaan lahan.

“Kalau ada perusahaan yang di luar HGU-nya diperoleh yasaudah diselesaikan saja bagaimana regulasi dan administrasi. Tapi tidak perlu diramaikan yang membuat cemas pengusaha,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia pun mengusulkan menyetop program Minyakita yang saat ini kerap menjadi polemik.

Dia mengatakan, program minyak goreng Minyakita membuat adanya dua harga dalam satu produk yang sama. Hal tersebut, kata dia, akan terus menimbulkan penyelewengan.

“Makanya disamakan saja harganya dan kepada mereka tidak mampu membeli itu special case, itu diserahkan lewat Kemensos. Dananya dari mana? Bisa diambil dari levy, tidak perlu APBN,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen APROBI Ernest Gunawan mengatakan, pihaknya telah mendukung pemerintah dalam program biodiesel.

Dia mengatakan, untuk program B35 pada 2024 penyaluran biodiesel sangat baik dengan realisasi mencapai 13,1 juta KL atau hampir 98 persen.

Untuk mendukung B50, Ernest mengatakan dibutuhkan total kapasitas 24 juta – 25 juta KL. Namun saat ini kapasitas terpasang hanya 19,6 juta KL atau dibutuhkan 4 juta – 5 juta KL kapasitas terpasang lagi.

“Mungkin tahun ini akan ada tambahan sekitar 1 juta KL. Diharapkan ke depan akan ada investasi di sektor ini atau existing players untuk ekspansi,” ujarnya.

Namun, menurut Ernest, ekspansi tersebut akan berjalan apabila ada kenyamanan berusaha dan kepastian hukum.

Dia menambahkan bahwa saat ini perusahaan yang bergabung di APROBI tahun ini masih ada pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung.

“Jadi kita berharap dalam isu ini bisa segera selesai, mungkin akan menarik banyak investor untuk menaikkan kapasitas biodiesel,” pungkas Ernest. (aro)

Tags: forwatanminyakitapertanian

Berita Terkait.

aggre
Ekonomi

Program Martabe Chicken Farm Hasilkan Rp717,74 Juta, Agincourt Raih Apresiasi Minerba

Jumat, 6 November 2026 - 14:14
migas
Ekonomi

Bidik Investasi Global, Indonesia Pamer Peluang Emas Hulu Migas di ADIPEC 2026

Jumat, 6 November 2026 - 13:23
dai
Ekonomi

Penjualan Daihatsu Tumbuh 8 Persen hingga Oktober 2026, Gran Max Jadi Kontributor Terbesar

Jumat, 6 November 2026 - 12:12
aggre
Ekonomi

Masuki Tahun Kelima, Aggre Capital Bidik Pertumbuhan Bisnis Tiga Kali Lipat

Jumat, 6 November 2026 - 11:40
minerba
Ekonomi

Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Berikan 42 Penghargaan kepada Badan Usaha dan Insan ESDM

Jumat, 6 November 2026 - 11:11
btn
Ekonomi

Sampah Anorganik Bisa Dicairkan Jadi Uang, BTN Buka Waste Station di Banyumas

Jumat, 6 November 2026 - 10:10

OLAHRAGA

rafael
Olahraga

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Editor Ali Rachman
Jumat, 6 November 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID - Jadwal padat bukan alasan bagi Dewa United Banten FC untuk mengendurkan ambisi. Banten Warriors justru membidik kemenangan saat...

SelengkapnyaDetails
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51
noc

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian 2 Turnamen WTT Youth 2027

Kamis, 5 November 2026 - 19:19
verdong

Calvin Verdonk Diganjar MOTM di Liga Champions, UEFA Ungkap Alasan Logis

Kamis, 5 November 2026 - 16:26
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Rabu, 4 November 2026 - 22:31

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3340 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2308 shares
    Share 923 Tweet 577
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1877 shares
    Share 751 Tweet 469
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1173 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    879 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.