• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Pertamina EP Tambun Field Jajaki Konservasi Surili di TNGGP

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 4 Maret 2025 - 22:42
in Megapolitan
monyet

Surili (presbytis comate), primata endemik Indonesia. Surili termasuk salah satu spesies yang sangat terancam punah menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature), dan dilindungi di Indonesia. Foto: Dokumen Pertamina EP Tambun Field

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Berpenampilan khas dengan bulu tubuh lebat berwarna coklat kemerahan atau abu-abu kehitaman.

Sepintas, hewan ini terlihat seperti monyet kecil, karena karakteristik tubuhnya yang mungil dan keunikan wajah yang dipenuhi bulu halus berwarna putih atau krem di sekitar mata dan ekor panjang.

BacaJuga:

China Raih Juara, Barongsai International Competition 2026 Meriah di Mal Ciputra Jakarta

Dibimbing Senior Pers, Peserta Asal Aceh Ungkap Pelajaran Berharga UKW INDOPOSCO

Pasca OTT KPK , Kantah Kota Bogor 1 Pastikan Pelayanan Tetap Normal dan Buka Akhir Pekan

Ditambah lagi, satwa ini mahir bergerak dengan lincah, menjaga keseimbangan saat berjalan dan melompat di pepohonan tinggi. Namanya Surili atau presbytis comate, salah satu primata endemik Indonesia.

Terlepas dari gerak gesitnya, surili dikenal sangat sensitif terhadap gangguan di lingkungan tempat tinggal mereka. Saat ini, populasi surili diperkirakan sangat terbatas dan terus menurun akibat kerusakan habitat, perburuan ilegal, dan faktor lainnya.

Berdasarkan data dari berbagai sumber konservasi, diperkirakan populasi surili di alam liar kurang dari 1.000 ekor. Kehidupan keseharian surili sulit diketahui karena mereka hidup di bagian hutan yang terpencil dan sulit dijangkau, serta cenderung menghindari manusia.

Karena itu, surili dikategorikan sebagai salah satu spesies yang sangat terancam punah menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature), dan dilindungi di Indonesia.

Upaya konservasi, termasuk perlindungan habitat dan pengawasan terhadap perdagangan ilegal, sangat penting untuk mencegah mereka punah. Memahami kerentanan yang mengancam eksistensi satwa langka ini, PT Pertamina EP Tambun Field turut mengambil peran dalam pelestarian lingkungan dengan melakukan kunjungan ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Februari lalu.

Kunjungan ini menjadi langkah awal kerja sama dalam program Konservasi Keanekaragaman Hayati (KEHATI) dengan fokus pada surili.

Senior Manager Pertamina EP Tambun Field, Totok Parafianto, menyampaikan kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan memulai kerja sama yang baik dengan Balai Besar TNGGP.

“Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Totok, dalam keterangannya, Selasa (4/3/2025).

Kepala Balai Besar TNGGP, Adi Nurhadi, menyambut baik niat baik dari Pertamina EP Tambun Field.

“Mudah-mudahan dengan adanya kerja sama ini, kita bisa bersinergi melindungi populasi dan habitat surili di TNGGP,” katanya.

Sebelumnya pada 2022, PT Pertamina EP Tambun Field telah ikut berperan dalam pelepasliaran surili. Bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Bandung, PT Pertamina EP Tambun Field melepasliarkan 2 ekor surili, yang diberi nama Atta dan Rita, di Cagar Alam Gunung Burangrang (CAGB).

Kepedulian atas pelestarian surili dan habitatnya ini yang menjadi dasar rencana program konservasi lanjutan antara Pertamina EP Tambun Field dengan Balai Besar TNGGP. Fokus kolaborasi ini adalah penguatan fungsi dan kelembagaan di TNGGP, dengan surili sebagai satwa kunci.

Inisiasi kerja sama ini merupakan wujud nyata dari misi Perusahaan untuk menjalankan kegiatan sektor hulu minyak dan gas yang berwawasan lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup aspek Konservasi Keanekaragaman Hayati. (ibs)

Tags: Pertamina EPPertamina EP Tambun FieldPertamina EP Tambung FieldPrimata EndemikSuriiliTaman Nasional Gunung Gede Pangrango

Berita Terkait.

barongsai
Megapolitan

China Raih Juara, Barongsai International Competition 2026 Meriah di Mal Ciputra Jakarta

Senin, 21 September 2026 - 21:21
ukww
Megapolitan

Dibimbing Senior Pers, Peserta Asal Aceh Ungkap Pelajaran Berharga UKW INDOPOSCO

Senin, 21 September 2026 - 20:29
wendi
Megapolitan

Pasca OTT KPK , Kantah Kota Bogor 1 Pastikan Pelayanan Tetap Normal dan Buka Akhir Pekan

Senin, 21 September 2026 - 18:04
Wali Kota New York Dukung Rencana Pramono Terbitkan Obligasi
Megapolitan

Wali Kota New York Dukung Rencana Pramono Terbitkan Obligasi

Senin, 21 September 2026 - 14:08
Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN
Megapolitan

Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

Senin, 21 September 2026 - 13:58
Produksi 1.250 Ton per Hari, Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027
Megapolitan

Produksi 1.250 Ton per Hari, Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 12:23

OLAHRAGA

ole
Olahraga

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Dilianto
Senin, 21 September 2026 - 20:12

INDOPOSCO.ID - Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny dan penjaga gawang Maarten Paes sudah berada di Jakarta pada Senin (21/9/2026). Kehadiran...

SelengkapnyaDetails
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5538 shares
    Share 2215 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    893 shares
    Share 357 Tweet 223
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.