• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ramadan Jadi Momentum “Musim Panen” bagi Pengusaha UMKM

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 3 Maret 2025 - 21:21
in Ekonomi
UMKM-Baju

Ilustrasi UMKM bidang fashion. (Humas Kementerian UMKM)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris Kementerian (Sesmen) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Arif Rahman Hakim mengatakan bahwa ramadan menjadi momentum atau bulan penting bagi pengusaha UMKM khususnya mereka yang bergerak di bidang kuliner untuk meraup cuan.

“Kita semua tahu, tahun lalu fenomena war takjil yang viral di media sosial membuat pengusaha UMKM di bidang kuliner bisa meningkatkan penghasilan,” ujar Arif dalam keterangannya, Senin (3/3/2025).

BacaJuga:

Changan Kantongi 1.120 SPK di GIIAS 2026, Nevo Q05 Sumbang 78 Persen

15 Tahun Berlayar, BAg Terus Perkuat Keandalan Transportasi Energi Indonesia

Produksi Minyak Nasional di Kisaran 600 Ribu BOPD, 8 Insentif Hulu Migas Didorong

Arif berharap tahun ini pengusaha UMKM bisa kembali memanfaatkan momen bulan puasa sekaligus mengakses kemudahan yang diberikan oleh pemerintah.

“Kemudahan dan pelindungan yang diberikan oleh pemerintah dalam hal izin dan legalitas usaha, alokasi khusus pada area publik, pengawasan kualitas hingga dukungan pendanaan. Dalam hal ini pemerintah hadir untuk memastikan pengusaha UMKM dapat berjualan dengan aman dan nyaman, dan juga melakukan pengawasan kualitas makanan dan masakan yang dijual untuk memastikan aman dikonsumsi,” jelasnya.

Dengan kemudahan-kemudahan tersebut, lanjut Arif, pengusaha UMKM dapat lebih mudah berjualan dan meningkatkan penjualan mereka selama bulan ramadan.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 2020–2023 meningkat menjelang ramadan dan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi inilah yang dimanfaatkan oleh UMKM untuk meraup pendapatan.

Jika mengutip data tunggal Kementerian UMKM, khusus untuk subsektor kuliner ada sekitar 2,9 juta orang pengusaha yang terjun ke bidang ini di Indonesia. Sementara itu data Kementerian Perindustrian pada triwulan III tahun 2024, mencatat industri makanan dan minuman (mamin) bertumbuh sebesar 5,82 persen, di atas pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 4,95 persen.

Hal ini membuat industri makanan dan minuman tercatat memberikan andil sebesar 40,17 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Angka ini sekaligus menjadikannya sebagai subsektor dengan kontribusi PDB terbesar.

Hasil kajian Dosen Departemen Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Zahra Kemala Nindita Murad, menunjukkan bahwa salah satu aspek perputaran uang saat Ramadan bagi UMKM datang dari momen buka puasa karena sering dijadikan ajang pertemuan kerabat, teman, saudara, hingga mitra bisnis.

Salah seorang pengusaha UMKM skala mikro, Farida, yang fokus berjualan pempek dengan merek Pempek Nyai di Kota Sukabumi mengatakan, usahanya sejak akhir 2019 selalu mengalami “musim panen” setiap ramadan tiba.

“Saat bulan ramadan, omzet bisa naik hingga tiga kali lipat dari yang biasanya Rp30 juta-Rp40 juta per bulan,” ujarnya saat ditemui di Sukabumi, pada penghujung Februari 2025.

Meskipun pempek kerap dianggap tak masuk dalam kategori makanan pokok, dan bukan juga makanan khas Sukabumi, tapi penjualan Pempek Nyai justru meningkat karena menjadi salah satu kudapan favorit saat berbuka puasa hingga menjadi hampers (bingkisan) saat lebaran.

“Saat pertama memulai usaha, Pempek Nyai berkomitmen untuk menyajikan pempek sesuai dengan cita rasa aslinya. Mungkin ini alasannya kenapa pempek ini dicari banyak orang di Sukabumi. Selain jadi menu kudapan, kami juga menyiapkan hampers untuk lebaran. Karena biasanya saat lebaran itu orang mulai cari yang segar-segar, nah kebanyakan orang, cocok dengan cuko kami,” katanya.

Hampir senada dengan Pempek Nyai, salah satu merek di ranah kuliner yang menjelma sebagai standar gaya hidup kaum urban Jakarta juga melemparkan pernyataan yang menguatkan hipotesis bahwa momen bulan ramadan adalah saatnya meraup cuan.

“Kalau bicara bulan puasa memang ada peningkatan, meskipun enggak terlalu signifikan. Biasanya minggu kedua sampai akhir bulan puasa lebih bagus penjualannya, dibanding minggu pertama. Karena minggu pertama orang cenderung buka puasa di rumah buka bersama keluarga, buka di kantor atau acara lain,” ujar Sammy, CEO Lawless Burgerbar Asia atau yang dikenal dengan merek dagang Lawless Burger.

Namun, Sammy melanjutkan, justru penjualan setelah Idulfitri biasanya meningkat pesat. Bahkan tahun-tahun sebelumnya, Lawless sampai harus mendatangkan perkerja paruh waktu untuk melayani pelanggan.

“Mungkin karena masyarakat sudah sebulan nggak bisa makan siang, terus tiba-tiba bisa makan siang. Membludaklah! Lawless sampai harus mendatangkan pekerja harian, yang biasanya kami rekrut khusus untuk akhir pekan saja,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai bassist band metal besar tanah air, Seringai, itu.

Menggeluti bisnis kuliner sejak tahun 2017 dengan omzet di atas Rp15 miliar per tahun, membuat Sammy dan tim Lawless paham untuk selalu mengambil langkah yang efisien dalam menyambut ramadan.

Dengan branding Lawless yang masuk dalam kategori top of mind bagi para pecinta burger, maka terlibat dalam bazar sudah bukan menjadi prioritas. Sammy berpendapat, apa yang dilakukan kini tinggal memaintain apa yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun lalu.

“Persiapan untuk Ramadan tahun ini, menyiapkan seputar menu spesial Ramadan, paket-paket buat keberamaan. Misalnya paket buka puasa, paket buat potluck. Sisanya persiapan outlet-outlet saja,” ujarnya. (her)

Tags: Arif Rahman HakimRamadanUMKM

Berita Terkait.

Changan
Ekonomi

Changan Kantongi 1.120 SPK di GIIAS 2026, Nevo Q05 Sumbang 78 Persen

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:06
Kapal-BAg
Ekonomi

15 Tahun Berlayar, BAg Terus Perkuat Keandalan Transportasi Energi Indonesia

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:05
Perwira-Pertamina
Ekonomi

Produksi Minyak Nasional di Kisaran 600 Ribu BOPD, 8 Insentif Hulu Migas Didorong

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:03
Petugas-Pertamina
Ekonomi

Jargas PGN Layani 4.545 Rumah di Sleman, Bantu Tekan Biaya Operasional Usaha

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:01
Agus-Haryoto-Widodo
Ekonomi

Saldo Simpeda Tembus Rp74,86 Triliun, Asbanda Dorong Transformasi ke Tabungan Digital

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:20
omoda
Ekonomi

OMODA O4 Tawarkan Jarak Tempuh 611 Km dan Teknologi AI, Berapa Harganya di Indonesia?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:11

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.