• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tujuh Tahun Perjalanan KKP – FAO Kelola Ekosistem Perikanan Darat Kritis di Indonesia

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 2 Maret 2025 - 22:02
in Ekonomi
nyoman

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta saat memberikan keterangan di Jakarta, Minggu (2/3/2025). (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perikanan darat Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan menjadi sumber mata pencaharian bagi jutaan masyarakat.

Namun, ekosistem air tawar yang menjadi tulang punggung sektor ini menghadapi ancaman serius akibat eksploitasi berlebihan, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim. Menjawab tantangan tersebut, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menginisiasi proyek IFish, sebuah program perikanan darat terbesar di Indonesia yang berlangsung sejak tahun 2017 – 2024.

BacaJuga:

Lewat Teknologi CEOR, PHE OSES Ubah Lapangan Mature Jadi Penopang Ketahanan Energi

Rig Pertamina Drilling Rampungkan Workover Lima Hari, Produksi Gas Sumur Limau Melonjak Enam Kali Lipat

Komitmen Kolaborasi Berbuah Prestasi, PHE Sabet Stakeholder Engagement of the Year 2026

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif.

“Perikanan darat Indonesia adalah sumber daya yang harus dikelola dengan bijak. IFish telah menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dan pendekatan berbasis sains dapat menciptakan pengelolaan yang lebih berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi lintas sektor agar manfaat dari proyek ini dapat diperluas ke wilayah lain,” terangnya, di Jakarta, Minggu (2/3/2025).

Selama tujuh tahun, IFish didukung pendanaan dari Global Environment Facility (GEF), telah berhasil mengembangkan 15 kebijakan nasional dan regional yang mengatur lebih dari 11.800 kilometer persegi ekosistem air tawar kritis di Jawa, Kalimantan, dan Sumatra. Proyek ini juga memperkenalkan model pengelolaan berbasis komunitas di lima wilayah demonstrasi dengan target spesies bernilai tinggi, yaitu sidat di Jawa (Cilacap dan Sukabumi), arwana dan perikanan beje di Kalimantan (Barito Selatan dan Kapuas), serta belida di Sumatra (Kampar).

IFish mengintegrasikan sains dengan praktik lapangan untuk menghadirkan solusi nyata. Program ini mengembangLkan sistem pemantauan berbasis masyarakat untuk meningkatkan akurasi data perikanan, serta menginisiasi forum multi-sektor yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, LSM, kelompok masyarakat, dan sektor swasta dalam pengambilan keputusan.

Pendekatan berbasis komunitas juga menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Lebih dari 10.500 masyarakat lokal telah mendapatkan pelatihan dalam akuakultur berkelanjutan, pemantauan keanekaragaman hayati, serta pengolahan pasca-panen termasuk ditetapkannya standar nasional kompetensi Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) perairan darat, budi daya arwana, pengelolaan dan pemanfaatan sidat. Salah satu pencapaian signifikan adalah pengesahan sistem pengelolaan perikanan adat Lubuk Larangan di Kabupaten Kampar, Riau, yang menerapkan zona larangan tangkap untuk melindungi stok ikan.

Salah satu langkah konkret IFish dalam mendukung keberlanjutan ekosistem air tawar adalah komitmen pelepasliaran 2,5 persen hasil budi daya sidat ke perairan umum. Pada 2024, sebanyak 20 kilogram sidat hasil budi daya telah dilepasliarkan di Bendung Cijalu, Cilacap, untuk menjaga keseimbangan populasi spesies ini di habitat aslinya.

IFish juga berkontribusi dalam pengembangan jalur ikan berkelanjutan pertama di Indonesia di Jawa Barat untuk melindungi spesies ikan migrasi seperti belut dari risiko kepunahan. Inisiatif ini telah diadopsi dalam proyek infrastruktur sungai provinsi serta diintegrasikan dalam standar pengembangan irigasi nasional dan telah mendorong swasta berkontribusi dalam membangun fishway sebagai bagian dari Pembangunan Pembangkit Lisrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Kertamukti di Sungai Citatih Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, proyek ini mendorong pendekatan nol limbah dalam perikanan, di mana kelompok perempuan mengolah belut menjadi produk bernilai tambah yang digunakan dalam program gizi lokal untuk mengatasi stunting di Jawa Barat.

Kepala Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menekankan bahwa model keberlanjutan IFish dapat menjadi inspirasi global.

“Kami telah membuktikan bahwa konservasi keanekaragaman hayati dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan. Dengan mendorong keterlibatan komunitas dan kolaborasi lintas sektor, IFish bukan hanya proyek percontohan bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” tegasnya.

Dengan berakhirnya proyek IFish, FAO dan KKP berharap praktik dan kebijakan yang telah dikembangkan dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia. Acara diseminasi hasil proyek yang diadakan di Jakarta menjadi momentum bagi pemerintah, akademisi, LSM, dan sektor swasta untuk memperluas upaya konservasi ini ke tingkat yang lebih luas.

IFish telah membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat berbasis sains, melibatkan komunitas, dan didukung kebijakan yang kuat, masa depan perikanan darat Indonesia dapat tetap lestari, produktif, dan bermanfaat bagi generasi mendatang. (ney)

Tags: Ekosistem Perikanan DaratindonesiaKKP-FAO

Berita Terkait.

Lokasi-Proyek
Ekonomi

Lewat Teknologi CEOR, PHE OSES Ubah Lapangan Mature Jadi Penopang Ketahanan Energi

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:09
Rig
Ekonomi

Rig Pertamina Drilling Rampungkan Workover Lima Hari, Produksi Gas Sumur Limau Melonjak Enam Kali Lipat

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:08
Gov-Media
Ekonomi

Komitmen Kolaborasi Berbuah Prestasi, PHE Sabet Stakeholder Engagement of the Year 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:07
Pramono
Ekonomi

Kementerian Ekraf Gandeng Pemprov Jakarta Sukseskan WCCE 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:02
purbaya
Ekonomi

Purbaya Ubah Strategi Fiskal, Kas Negara Kini Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 04:14
donny
Ekonomi

Seminar Exim Bank Thailand di Bangkok Soroti Peluang Produk Halal di Pasar Indonesia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:34

BERITA POPULER

  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1510 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    960 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Desak Pengusutan Tanpa Ampun

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2444 shares
    Share 978 Tweet 611
Alvarez
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Bekuk Swiss, Argentina Tantang Inggris di Semifinal

Editor Ali Rachman
Minggu, 12 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah melewati duel penuh tensi menghadapi Swiss. Bertanding di Arrowhead...

SelengkapnyaDetails
Bellingham

Hasil Piala Dunia: Tumbangkan Norwegia via Extra Time, Inggris ke Semifinal

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:09
Kane

Piala Dunia: Jelang Inggris vs Norwegia, Harry Kane Berharap Haaland Kehilangan Taji

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34
Merino

Hasil Piala Dunia: Spanyol Tekuk Belgia 2-1, Super Sub Merino Loloskan La Furia Roja ke Semifinal

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:32
swiss

Argentina vs Swiss: Xhaka Ungkap Tujuan Kelima, Murat Yakin Cium Titik Lemah Tim Tango

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:44
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.