• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Deklarasi Istiqlal Perlu Diimplementasikan dengan Kurikulum Cinta dan Eco-Theology

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 4 Februari 2025 - 12:44
in Nasional
Kegiatan seminar internasional. Foto: Dokumen Kemenag

Kegiatan seminar internasional. Foto: Dokumen Kemenag

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Subdit Kemasjidan, Kementerian Agama (Kemenag) Akmal Salim Ruhana mengatakan, Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 membicarakan tentang dua permasalahan aktual dunia. Yakni, dehumanisasi. Konflik dan kekerasan yang kerap terjadi menggunakan dalil keagamaan.

“High call-nya adalah bagaimana para tokoh agama hadir meng-address isu dehumanisasi ini,” kata Akmal dalam keterangan, Selasa (4/2/2025).

BacaJuga:

6 Profesor UT Dikukuhkan, dari AI hingga Perlindungan Pekerja Migran Jadi Senjata Hadapi Zaman

Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global

Raja Juli Diduga Belum Utuh Kembalikan Uang Suhardiman Amby, KPK Usut Selisihnya

Lalu, kerusakan lingkungan. Menurutnya, bencana alam yang terjadi terus-menerus dan di luar kebiasaan menjadi penanda bahwa lingkungan saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Ia berharap, masing-masing umat beragama mendalami, mengelaborasi, dan mengeksplorasi kitab suci dan budaya keagamaannya. Hal ini untuk memperkuat peran agama dalam melawan dehumanisasi dan perubahan iklim/kerusakan lingkungan.

Ia menyebut, ada dua kata kunci terkait hal itu, sebagaimana disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Yakni, Kurikulum Cinta dan Eco-Theology. “Beliau (Nasaruddin Umar) menyampaikan bahwa spirit Deklarasi Istiqlal perlu diamplifikasi dan diimplementasikan,” tegasnya.

Di antara yang sudah dilakukan Kementerian Agama (Kemenag), masih ujar dia, untuk mengelaborasi dan mengeksplorasi Deklarasi Istiqlal adalah penandatanganan bersama gerakan bersama tokoh agama untuk lingkungan, penanaman pohon mangrove, sekolah alam, seminar nasional, webinar nasional, diskusi dan sosialisasi di beberapa kampus, dan lainnya.

Ia menyebut beberapa masukan dari pertemuan Bali Interfaith Movement (BIM). Di antaranya, membuat momentum pengingat Deklarasi Istiqlal. Lalu, kolaborasi pra-BIM dilanjutkan dengan melibatkan banyak aktor.

Kemudian, lanjutnya, mengembangkan green campus. Gerakan menanam pohon, memperluas jaringan dan memanfaatkan peluang dari event BIM+THK. Serta mengembangkan dan mengampanyekan narasi publik tentang kemanusiaan dan lingkungan, dengan foto Menag dan Paus.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Kamaluddin Abunawas menyebut, salah satu pesantren di Indonesia yang mengedepankan cinta sesama makhluk dan Tuhan adalah Pesantren As’adiyah.

Perbedaan agama, suku, dan lainnya tidak menjadi masalah di As’adiyah. Bahkan, ia mengenang, dulu acara-acara penting di pesantren ini sering dihadiri oleh orang Cina.

Di Pesantren As’adiyah, lanjutnya, tidak ada referensi yang bergaris keras. Ini berbeda dengan referensi yang dipakai oleh beberapa alumni Timur Tengah yang dikuasai kelompok tertentu. Dalam pandangannya, referensi yang keras tidak akan pernah ada di As’adiyah selama para pemimpinnya tidak keluar dari khittah pendirinya.

Wakil Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah ini mengaku heran dengan orang yang mempermasalahkan persoalan muamalah dengan non-Muslim. Padahal Nabi Muhammad juga bermuamalah dengan orang Yahudi dan Nasrani. Dikatakan, para santri As’adiyah tidak pernah diajarkan untuk mempersoalkan hal-hal muamalah antar sesama.

“Konsep kurikulum cinta yang akan menjadi jargon, bahkan itu harus diimplementasikan di semua tingkatan, bukan hanya di lembaga pendidikan tetapi juga Kementerian Agama. Harus ditanamkan bagaimana kecintaan kita kepada sesama makhluk,” ucapnya.

Menurutnya, masih ada yang menganggap orang dengan pandangan berbeda sebagai sesat, bid’ah, atau kafir. Mereka sulit diberi pemahaman dan pengertian karena kebencian sudah merasuk ke dalam hatinya. (nas)

Tags: agamaDeklarasi Istiqlalkemenag

Berita Terkait.

Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global
Nasional

6 Profesor UT Dikukuhkan, dari AI hingga Perlindungan Pekerja Migran Jadi Senjata Hadapi Zaman

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:50
Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global
Nasional

Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:01
Daihatsu Perkuat Pendidikan Vokasi, Apresiasi SMK Binaan Berprestasi di GIIAS 2026
Nasional

Raja Juli Diduga Belum Utuh Kembalikan Uang Suhardiman Amby, KPK Usut Selisihnya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:25
Update Gempa Pangandaran M 5,3, Getaran Susulan Berulang Hingga Pagi Ini
Nasional

Wamenpar: Fun Asia Expo 2026 Hadirkan Inovasi Industri Rekreasi Keluarga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:05
490 Pemda Dapat Suntikan Dana, Gaji ASN dan PPPK Jadi Prioritas
Nasional

490 Pemda Dapat Suntikan Dana, Gaji ASN dan PPPK Jadi Prioritas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:23
Menko Polkam Buka Suara Soal Fenomena Pagar Tinggi di Mal Besar
Nasional

Menko Polkam Buka Suara Soal Fenomena Pagar Tinggi di Mal Besar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:13

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1842 shares
    Share 737 Tweet 461
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1746 shares
    Share 698 Tweet 437
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.