• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Wamenekraf: Teknologi Digital Printing Solusi Pengrajin Tradisional Raup Royalti

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 18 Januari 2025 - 09:34
in Ekonomi
Digital-Printing

Wamenekraf Irene Umar (baju biru tengah) meninjau pengaplikasian digital printing batik di hijab dan kain sarung. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lisensi dan royalti. Dua kata kunci itu mendasari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkembang. Dalam pertemuan antara Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf) Irene Umar dengan Anthony Liem selaku Direktur Digital Printing Indonesia di Menara Merdeka, Jumat (17/1/2025) peluang mengembangkan industri fesyen dibahas.

Wamenekraf Irene menyebut digital printing bisa menjadi solusi bagi para pelaku ekonomi kreatif khususnya pengrajin tradisional untuk mendapatkan royalti.

BacaJuga:

BTN Banjiri Pasar dengan 10 Ribu Rumah Second, KPR Mulai Bunga 5 Persen

ASEAN di Persimpangan Global, Indonesia Serukan Ketahanan Kolektif

Kolaborasi Strategis Pertamina Drilling-SGN Dorong Efisiensi Operasi Migas

“Kita ingin sekalian memperkenalkan teknologi-teknologi di Indonesia apa saja sih. Selama ini kita kenal batik dengan berbagai macam cara pembuatan, mulai dari yang handycraft, lalu ada batik cap, dan kemudian ada batik printing. Lewat batik printing, para pelaku batik tradisional bisa tetap mendapatkan lisensi dan royalti jika motif batiknya dituangkan ke dalam printing,” kata Wamenekraf Irene.

Wamenekraf Irene yang didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf Yuke Sri Rahayu itu juga melihat hasil cetak logo Ekraf yang diaplikasikan pada kain sarung bermotif tenun dan hijab. Wamenekraf Irene berharap penggunaan teknologi cetak digital tidak hanya melestarikan para pengrajin batik atau tenun tradisional tetapi juga membuka kesempatan bagi para pelaku bisnis fesyen untuk bisa berkolaborasi.

Sementara itu Yuke Sri Rahayu selaku Deputi Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf mengapresiasi gagasan untuk mengangkat hasil kerajinan dari para pengrajin tradisional yang bisa diaplikasikan ke dalam kain menggunakan teknologi cetak digital. Menurut Yuke, tidak hanya pengrajin batik yang bisa mendapat peluang mendapatkan lisensi dari hasil cetak digital, tetapi para pengrajin tenun yang ada di daerah lain seperti Toraja dan Toba juga bisa mendapatkan peluang ini.

“Dibutuhkan dukungan dari pihak pelaku bisnis fesyen untuk bisa mewujudkan kolaborasi ini. Selama ini, Ekraf banyak membina para pembatik dan penenun tradisional, dan kita ingin roda ini jalan. Tentunya, kami berharap peluang kolaborasi ini bisa berjalan ke depannya,” ungkap Yuke.

Harapan ini direspons positif oleh Anthony Liem selaku Direktur Digital Printing Indonesia. Dia mengatakan tujuan dari presentasinya kepada Kemenekraf adalah agar bisa menciptakan kolaborasi bisnis antarsubsektor ekraf.

“Saya senang sekali bisa berada di sini untuk mendiskusikan masalah ini, karena ternyata antusias dari ibu Wamen dan tim Ekraf cukup luar biasa terhadap visi saya. Menurut saya, Ekraf sangat baik dalam melakukan perubahan ekonomi kreatif di Indonesia. Bagaimanapun, kita punya sejarah yang harus kita hormati dan kita juga harus menyesuaikan dengan zaman dan perkembangan teknologi sekarang. Jangan hilang ciri khas ke Indonesiaannya, tapi juga mengekspresikan ke arah global,” ujar Anthony Liem. (ney)

Tags: Digital PrintingPengrajin TradisionalWamenekraf

Berita Terkait.

btnn
Ekonomi

BTN Banjiri Pasar dengan 10 Ribu Rumah Second, KPR Mulai Bunga 5 Persen

Senin, 25 Mei 2026 - 23:43
nazara
Ekonomi

ASEAN di Persimpangan Global, Indonesia Serukan Ketahanan Kolektif

Senin, 25 Mei 2026 - 22:02
pdsi
Ekonomi

Kolaborasi Strategis Pertamina Drilling-SGN Dorong Efisiensi Operasi Migas

Senin, 25 Mei 2026 - 21:11
saleh
Ekonomi

Harga Sawit Anjlok Usai Wacana Ekspor Satu Pintu, DPR Curiga Ada Permainan Pasar

Senin, 25 Mei 2026 - 21:01
gedung btn
Ekonomi

BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Hampir Rp20 Triliun, Percepat Transformasi Beyond Mortgage

Senin, 25 Mei 2026 - 19:47
PHE Buka 22 Struktur Migas Baru, Karpet Merah Investasi Hulu Energi Dibentangkan
Ekonomi

PHE Buka 22 Struktur Migas Baru, Karpet Merah Investasi Hulu Energi Dibentangkan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:10

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5236 shares
    Share 2094 Tweet 1309
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    2831 shares
    Share 1132 Tweet 708
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    2092 shares
    Share 837 Tweet 523
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    1578 shares
    Share 631 Tweet 395
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1221 shares
    Share 488 Tweet 305
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.