• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ini Strategi Tekan Risiko ‘Bird Strike’ pada Pesawat Terbang

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 5 Januari 2025 - 07:03
in Nasional
Maskapai

Ilustrasi - Sebuah pesawat komersial milik salah satu maskapai penerbangan melintas di atas sejumlah burung merpati di tiang penerangan jalan umum (PJU) di Desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati Sidoarjo, Jatim. FOTO ANTARA/Eric Ireng

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penggiat konservasi dari lembaga Burung Indonesia Achmad Ridha Junaid mengatakan strategi mitigasi diperlukan untuk mengurangi risiko bird strike atau tabrakan antara pesawat dan burung yang diduga menyebabkan kecelakaan pesawat di Korea Selatan.

“Meskipun bird strike tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, strategi mitigasi yang sistematis dapat secara signifikan mengurangi risikonya. Pengelola bandara memainkan peran utama dalam mengelola lingkungan agar lebih aman bagi penerbangan dan tidak menarik bagi burung,” ujar Achmad Ridha Junaid dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu.

BacaJuga:

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah RI

Menteng Kleb Soroti Kemunduran Demokrasi di Tengah Peringatan Reformasi

Kesaksian Horor Jurnalis RI yang Sempat Disandera Tentara Israel

Dia menjelaskan strategi utama mitigasi bird strike dapat dilakukan melalui manajemen habitat burung yang baik.

Idealnya, jelasnya, bandara tidak dibangun di lahan yang menjadi habitat burung dan jika memang telah dibangun maka area di dalam dan sekitar bandara dapat dikelola dengan cara mengurangi sumber penarik burung, seperti makanan, air, atau vegetasi tertentu.

Untuk mencegah datangnya burung, pengelola dapat menjaga kebersihan area bandara dan ketinggian rumput yang menjadi habitat utama burung di bandara.

“Selain itu, penggunaan alat pengusir burung juga diperlukan. Alat seperti suara predator, laser, atau burung pemangsa terlatih digunakan untuk menjauhkan burung dari area landasan pacu,” kata Achmad

Pendekatan itu perlu diperkuat, jelasnya, dengan pemantauan dan survei populasi burung secara berkala dan informasi pola aktivitas burung lokal digunakan untuk menentukan waktu dan lokasi risiko tertinggi. Diperlukan juga peran teknologi dengan radar dan sistem deteksi real time memungkinkan bandara mendeteksi keberadaan burung di area udara.

Kolaborasi dengan ahli biologi juga diperlukan untuk memahami perilaku spesifik spesies burung di sekitar bandara sehingga strategi mitigasi dapat disesuaikan.

Dia memberikan contoh kolaborasi antara pengelola Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Burung Indonesia dalam kajian risiko bird strike dengan mengidentifikasi blekok sawah (Ardeola speciosa) dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis) sebagai dua spesies paling berisiko terhadap bird strike.

Manajemen habitat padang rumput dan semak dilakukan karena area tersebut menjadi daya tarik utama bagi kedua spesies tersebut.

Selain itu, maskapai disarankan bersikap proaktif menghadapi risiko satwa liar, seperti menunda lepas landas atau mendarat jika melihat burung di landasan pacu.

“Bird strike merupakan pengingat bahwa manusia dan burung berbagi ruang sama. Sebagai penghuni bumi, burung memiliki peran ekologis yang tidak tergantikan, termasuk dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itu, mitigasi bird strike tidak hanya soal keselamatan penerbangan, tetapi juga melibatkan upaya untuk memastikan kelestarian burung dan habitatnya,” tuturnya.

Sebelumnya, kecelakaan pesawat Jeju Air di Korea Selatan terjadi pada 29 Desember 2024 menewaskan 179 orang dengan dugaan awal disebabkan oleh bird strike, yang membuat roda pendaratan gagal berfungsi dan mengakibatkan pesawat menabrak dinding beton bandara. (bro)

Tags: Bird StrikePesawat Terbang

Berita Terkait.

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah RI
Nasional

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah RI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:36
Menteng-Kleb
Nasional

Menteng Kleb Soroti Kemunduran Demokrasi di Tengah Peringatan Reformasi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:13
Tentara-Israel
Nasional

Kesaksian Horor Jurnalis RI yang Sempat Disandera Tentara Israel

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:35
PTGC
Nasional

PGTC 2026 Hadirkan Energy AdSport Challenge, Mahasiswa Adu Kreativitas hingga Sportivitas

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:15
Dubes
Nasional

Dubes Muhsin Syihab Peroleh Komitmen Penempatan Tenaga Kesehatan Indonesia di Kanada

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:05
Polisi
Nasional

Kata Polisi Soal Viral 10 Titik Rawan Begal di Jakarta

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:34

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2827 shares
    Share 1131 Tweet 707
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1262 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Hunian Layak untuk Semua, Fahri Hamzah Luncurkan Gagasan Swasembada Papan 2045

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.