• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menteng Kleb Soroti Kemunduran Demokrasi di Tengah Peringatan Reformasi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:13
in Nasional
Menteng-Kleb

Analis politik dan komunikasi publik dari Menteng Kleb, Muhammad Suryawijaya menekankan bahwa semangat terbesar Reformasi 1998 adalah keberanian rakyat mengingatkan bahwa tidak ada kekuasaan yang boleh berjalan tanpa kritik dan pengawasan publik. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Memasuki 28 tahun Reformasi 1998 setiap tanggal 21 Mei, Indonesia dinilai tengah menghadapi persoalan serius terkait arah perjalanan demokrasi. Semangat reformasi yang dahulu lahir untuk membatasi kekuasaan dan memperkuat kontrol rakyat terhadap negara, kini dinilai mulai bergeser menjadi simbol legitimasi kekuasaan.

Analis politik dan komunikasi publik dari Menteng Kleb, Muhammad Suryawijaya, menilai saat ini publik sedang menyaksikan munculnya dua wajah reformasi yang berbeda secara mendasar.

BacaJuga:

DPR: Waspadai Influenza, Deteksi Dini dan Perkuat Perlindungan Kelompok Rentan

Perluas Akses Pendidikan, Mendikdasmen: Revitalisasi Sasar 55.451 Sekolah

Komnas HAM Minta Pemerintah Beri Kepastian Status dan Jaminan Sosial Pekerja Gig

“Yang sedang berlangsung hari ini (kemarin) bukan sekadar peringatan Reformasi 1998, melainkan perebutan tafsir atas reformasi itu sendiri,” kata Suryawijaya, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, di satu sisi terdapat kelompok yang memaknai reformasi sebagai keberhasilan demokrasi yang direpresentasikan melalui stabilitas nasional, optimisme ekonomi, dan dukungan terhadap pemerintah. Namun di sisi lain, masyarakat sipil masih memandang reformasi sebagai instrumen koreksi terhadap negara agar kekuasaan tidak kembali jatuh dalam dominasi oligarki dan penyalahgunaan institusi negara.

Ia menegaskan bahwa Reformasi 1998 pada dasarnya lahir dari kemarahan rakyat terhadap praktik negara yang dinilai terlalu dominan, korup, sentralistik, dan represif pada masa lalu.

“Reformasi lahir untuk membatasi kekuasaan, bukan memuliakan kekuasaan,” jelas Suryawijaya.

Suryawijaya menjelaskan, agenda utama reformasi sejak awal memiliki arah yang jelas, yakni menghadirkan kesejahteraan rakyat, menegakkan supremasi hukum, memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), memperkuat demokrasi, membatasi kekuasaan politik, menghapus dwifungsi ABRI, memperluas otonomi daerah, serta memastikan negara tunduk pada amanat konstitusi.

Namun setelah hampir tiga dekade berlalu, ia menilai sebagian besar agenda tersebut belum dijalankan secara maksimal.

“Korupsi tetap menjadi persoalan struktural. Oligarki ekonomi-politik semakin terkonsolidasi. Politik dinasti dan patronase makin terbuka. Demokrasi mengalami kemunduran kualitas. Kebebasan sipil menghadapi tekanan. Bahkan sebagian institusi negara kembali menunjukkan gejala dominasi terhadap ruang sipil,” tegasnya.

Dalam kondisi tersebut, ia berpandangan bahwa reformasi seharusnya menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan bangsa, bukan sekadar dijadikan alat legitimasi politik oleh penguasa.

Suryawijaya mengingatkan bahwa penggunaan simbol dan identitas Reformasi 1998 untuk membangun kesan seolah seluruh agenda reformasi telah berhasil dijalankan merupakan hal yang berbahaya bagi demokrasi.

“Pandangan semacam itu justru berpotensi menutupi problem mendasar yang masih dihadapi demokrasi Indonesia. Reformasi direduksi menjadi slogan stabilitas dan optimisme nasional, sementara substansi utamanya, yaitu pembatasan kekuasaan dan pengawasan terhadap negara, perlahan dipinggirkan,” tutur Suryawijaya.

Ia juga menilai kemunduran demokrasi mulai terlihat ketika ruang publik hanya memberi tempat pada narasi reformasi yang dianggap kompatibel dengan kepentingan kekuasaan.

“Reformasi akhirnya dipersempit menjadi reformasi yang aman bagi negara, bukan reformasi yang berani mengoreksi negara,” terangnya.

Lebih lanjut, Suryawijaya menekankan bahwa semangat terbesar Reformasi 1998 adalah keberanian rakyat untuk terus mengingatkan bahwa tidak ada kekuasaan yang boleh berjalan tanpa kritik dan pengawasan publik.

“Reformasi tidak pernah dilahirkan untuk menciptakan kultus baru terhadap kekuasaan, siapa pun penguasanya,” ungkapnya.

Karena itu, ia menilai menjaga reformasi hari ini berarti menjaga ruang kritik, kebebasan sipil, independensi masyarakat sipil, serta memastikan agenda pemberantasan KKN, supremasi hukum, dan pembatasan kekuasaan tidak berhenti sebagai slogan politik semata.

“Jika reformasi hanya diperingati sebagai simbol persatuan tanpa keberanian mengoreksi penyimpangan kekuasaan, maka reformasi telah kehilangan sebagian besar makna historisnya,” tutupnya.(her)

Tags: demokrasikknMenteng KlebMuhammad Suryawijayareformasi

Berita Terkait.

virus
Nasional

DPR: Waspadai Influenza, Deteksi Dini dan Perkuat Perlindungan Kelompok Rentan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23
abdul
Nasional

Perluas Akses Pendidikan, Mendikdasmen: Revitalisasi Sasar 55.451 Sekolah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:03
komnas
Nasional

Komnas HAM Minta Pemerintah Beri Kepastian Status dan Jaminan Sosial Pekerja Gig

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:32
nurul
Nasional

Serangan Houthi Meningkat, DPR Usul Pemerintah Kaji Moratorium Umrah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:12
hanif
Nasional

Menteri Ketenagakerjaan Apresiasi Program Magang Nasional di BRI, Buka Jalan Karier bagi Ribuan Talenta Muda Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:58
pertamina
Nasional

Pink October, Mobil Mamografi Gratis Pertamina Layani 1.166 Perempuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:16

OLAHRAGA

timnas
Olahraga

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10

INDOPOSCO.ID – Kabar yang dinanti pencinta sepak bola Tanah Air akhirnya datang. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi merilis jadwal...

SelengkapnyaDetails
amin

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36
Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4865 shares
    Share 1946 Tweet 1216
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1228 shares
    Share 491 Tweet 307
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektare di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    966 shares
    Share 386 Tweet 242
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    912 shares
    Share 365 Tweet 228
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.