• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Dana APBN Digelontorkan untuk Buzzer Pendukung Jokowi, Begini Kata Pengamat

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 25 Desember 2024 - 22:03
in Headline
Jokowi

Ilustrasi Joko Widodo Foto: Dokumen INDOPOS.CO.ID & INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat Hukum Saiful Huda EMS mengatakan, masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berlangsung selama hampir dua periode, dengan beragam kebijakan yang mempengaruhi masyarakat Indonesia.

Di balik berbagai pencapaian yang dipublikasikan, menurut dia, ada satu isu yang menarik perhatian banyak pihak, yakni penggunaan dana triliunan rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendanai para buzzer pendukung Jokowi, yang kini lebih dikenal dengan sebutan “Influencercrut”.

BacaJuga:

4.132 Aparat Gabungan Dikerahkan Jaga Demo Mahasiswa di Monas

LNG Abadi Masela Resmi Bergerak, Prabowo Tekankan Investasi yang Menguntungkan Rakyat

Imparsial Desak Presiden Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI

“Istilah ini tampaknya merupakan penghalusan dari konsep buzzer yang sebelumnya sering dikaitkan dengan kampanye-kampanye politik, terutama yang menyebarkan narasi tertentu untuk menguntungkan pihak tertentu,” kata Saiful Huda EMS melalui gawai, Rabu (25/12/2024).

Para buzzer atau “influencercrut” ini, dikatakan dia, memiliki pengaruh besar di media sosial (medsos). Sering kali anonim dan tidak transparan dalam identitas mereka. Mereka bukan hanya sekadar mempromosikan citra positif Jokowi, tetapi juga kerap kali menyerang individu atau kelompok yang kritis terhadap pemerintahannya.

“Dari pantauan media sosial, para buzzer ini tidak segan-segan menggunakan bahasa yang kasar, bahkan penuh provokasi untuk menghancurkan reputasi tokoh-tokoh publik yang dianggap berseberangan dengan pemerintahan Jokowi,” ungkapnya.

“Serangan ini tentu saja menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat yang mulai mempertanyakan etika dan moralitas pemerintah dalam mengelola kekuasaan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, fenomena ini memunculkan pertanyaan besar. Bagaimana pertanggungjawaban Presiden Jokowi atas penggelontoran dana APBN yang digunakan untuk mendanai para buzzer tersebut.

“Dana negara seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat, apakah penggunaan dana tersebut untuk mendukung pihak tertentu dalam memengaruhi opini publik tidak melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas yang seharusnya dijaga oleh pemerintah,” terangnya.

Di samping itu, lanjut dia, masih banyak laporan mengenai kunjungan-kunjungan yang dilakukan oleh Jokowi secara diam-diam ke rumah-rumah orang berpengaruh di media sosial. Tidak ada yang tahu dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

“Banyak yang menduga bahwa Jokowi memberikan sesuatu untuk memastikan para individu ini terus mendukungnya secara terbuka di media sosial,” ujarnya.

“Keberhasilan Jokowi dalam meraih simpati publik lewat media sosial jelas merupakan hasil dari strategi ini, namun sejauh mana hal tersebut dapat diterima sebagai bagian dari praktik politik yang sehat patut dipertanyakan,” lanjutnya.

Dikatakan dia, bagi sebagian orang, praktik ini adalah taktik politik yang cerdik. Namun, bagi sebagian yang lain, ini adalah bukti nyata bahwa Jokowi tidak dapat sepenuhnya lepas dari kecurigaan terhadap ketidaktransparansiannya.

Dalam dunia politik, menurut dia, tak jarang para pemimpin menggunakan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan, tetapi apakah langkah-langkah yang diambil benar-benar mencerminkan integritas dan komitmen terhadap demokrasi.

“Sebagai seseorang yang telah mengamati dunia pergerakan politik sejak tahun 1985, saya melihat pola yang sama yang sering terjadi dalam sejarah. Mereka yang pernah memegang kekuasaan dengan cara yang kurang etis, cepat atau lambat akan menemui titik balik yang tidak mengenakkan,” katanya.

“Presiden Jokowi boleh berbangga dengan pencapaian politiknya, tetapi jika pergerakan politik yang dilakukannya lebih banyak bergantung pada pengaruh media sosial yang manipulatif, masa depan politiknya mungkin tidak akan semulus yang dia harapkan,” imbuhnya.

Meskipun tidak ada yang bisa memprediksi secara pasti apa yang akan terjadi, dikatakan dia, pengalaman panjang dalam dunia pergerakan ini mengajarkan bahwa politik yang dibangun di atas fondasi yang rapuh, seperti manipulasi opini publik dan penggunaan buzzer untuk tujuan tertentu, bisa berakhir dengan kekalahan yang pahit.

“Masa depan Indonesia seharusnya dibangun oleh para pemimpin yang memegang teguh prinsip kejujuran, keterbukaan, dan akuntabilitas, bukan oleh mereka yang hanya berfokus pada cara-cara instan untuk meraih kekuasaan,” ucapnya. (nas)

Tags: APBNbuzzerJokowi

Berita Terkait.

Apel-Pengamanan
Headline

4.132 Aparat Gabungan Dikerahkan Jaga Demo Mahasiswa di Monas

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:54
Prabowo
Headline

LNG Abadi Masela Resmi Bergerak, Prabowo Tekankan Investasi yang Menguntungkan Rakyat

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:11
rumah
Headline

Imparsial Desak Presiden Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:06
Pelajar
Headline

Tak Ingin Pendidikan Dirugikan, DPR Desak Pemerintah Benahi Struktur Anggaran

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:13
febri
Headline

Kejagung Klaim Tak Tahu Rumah Sentul Eks Jampidsus Tak Tercatat di LHKPN

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:33
Sonny-Sanjaya
Headline

LPSK Tolak Permohonan JC Eks Wakil BGN Sony Sonjaya

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12457 shares
    Share 4983 Tweet 3114
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1275 shares
    Share 510 Tweet 319
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1187 shares
    Share 475 Tweet 297
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1066 shares
    Share 426 Tweet 267
Timnas-Argentina
Olahraga

FIFA Mulai Investigasi Soal Pembentangan Spanduk Las Malvinas

Editor Ali Rachman
Jumat, 17 Juli 2026 - 12:14

INDOPOSCO.ID - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mulai menyelidiki aksi para pemain Argentina yang memamerkan spanduk bermuatan politik usai laga...

SelengkapnyaDetails
Timnas-Argentina

Pemain Argentina Bentangkan Spanduk Klaim Falkland, Inggris Desak FIFA Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31
Kane

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.