INDOPOSCO.ID – Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) Syarif Hidayatullah Jakarta A Bakir Ihsan mengatakan, sebagian besar partai politik (parpol) di Indonesia kemungkinan bisa menyetujui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bergabung. Bahkan, santer diisukan menjadi anggota kehormatan Partai Golkar.
“Semua partai politik kecuali PDIP, punya peluang untuk menampung Jokowi, Golkar sudah menampung walau pun pada level anggota kehormatan,” kata Bakir melalui gawai, Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Situasi saat ini, tensi politik nasional mulai menurun setelah gelaran Pilkada serentak 2024. Apalagi pesta demokrasi 5 tahunan masih lama. Hal tersebut dinilainya akan mempengaruhi partai politik melirik Jokowi.
Jika dia masih memiliki basis massa cukup kuat pada Pemilu 2029 mendatang, maka dapat menjadi nilai lebih bagi Jokowi. Sekaligus dapat menjadi pertimbangan partai politik lain menampungnya.
“Jadi, memang karena momentumnya belum mendekati Pemilu, kalau mendekati Pemilu nanti dilihat pasar Jokowi ini masih seperti apa. Kalau masih cukup laku, pasti semua partai berebut,” ujar Bakir.
Maka membutuhkan kerja ekstra agar Jokowi dapat diterima partai politik nasional, terutama parpol raksasa. Sehingga mempunyai pengaruh signifikan terhadap karier politiknya di masa mendatang.
“Jadi dalam kondisi seperti ini, Jokowi harus proaktif menjadikan bagian dari partai-partai, terutama partai besar. Karena di situ sebenarnya efek politiknya lebih besar,” imbuh Bakir.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku, belum memutuskan langkah politik setelah tidak menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Meski santer dikaitkan dengan Partai Gerindra dan Golkar.
Ia bertemu Presiden Prabowo Subia nnto di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan baru-baru ini. Dalam persamuhan tersebut diklaim tak ada pembahasan untuk masuk partai politik.
“Nggak, nggak ada pembicaraan mengenai itu (masuk ke Gerindra),” kata Jokowi terpisah di Solo, Senin (9/12/2024). (dan)










