INDOPOSCO.ID – Program Studi (Prodi) Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Terbuka (UT) mendorong penguatan peran Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) desa berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).
Program penguatan peran BUMDesMa dan UMKM desa dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kabupaten Serang. Kegiatan ini melibatkan pengurus BUMDesMa, pelaku UMKM desa, pemerintah daerah (Pemda), hingga mitra strategis dari sektor perbankan dan pendidikan tinggi.
“Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Program Studi Kewirausahaan FEB Universitas Terbuka dalam mendukung pembangunan desa berbasis masyarakat melalui pendekatan ilmiah, praktis, dan berkelanjutan,” ujar Dosen Prodi Kewirausahaan, FEB Universitas Terbuka, M. Adam Sudaryanto dalam keterangan, Sabtu (23/5/2026).
Ia menilai, tema kegiatan strategis untuk memperkuat tata kelola BUMDesMa, pengembangan UMKM hijau, hingga pemanfaatan digitalisasi guna mendukung pembangunan ekonomi desa.
“Pemberdayaan desa berbasis SDGs bisa melalui integrasi RPJM Desa, akselerasi UMKM hijau, dan literasi digital marketing,” katanya.
Di tempat yang sama, Ketua Unit Kajian SDGs Desa Center PKN STAN, Tanda Setiya menyebut, ada 3 fokus utama dalam kegiatan tersebut. “Tim fokus pada penguatan tata kelola, pengelolaan aset, dan akuntabilitas BUMDesMa dalam mendukung SDGs Desa,” bebernya.
Sementara itu, perwakilan dari Bank Syariah Indonesia, Irma Junita memaparkan terkait pendampingan investasi dana idle BUMDesMa untuk mendukung pembangunan berkelanjutan desa. Diketahui, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto.
Hadir pula perwakilan Bank Syariah Indonesia, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Keuangan Negara STAN, pengurus BUMDesMa se-Kabupaten Serang, mitra kegiatan, pelaku UMKM desa, serta tim pelaksana PkM dari Program Studi Kewirausahaan FEB Universitas Terbuka.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tantangan yang masih dihadapi BUMDesMa turut dibahas, mulai dari tata kelola organisasi yang belum optimal, pengelolaan aset yang belum terstandar, akuntabilitas keuangan yang masih perlu ditingkatkan, hingga keterbatasan kapasitas dalam digitalisasi dan pemasaran UMKM desa.
“Melalui program pendampingan ini, kami berupaya menghadirkan solusi komprehensif melalui penguatan tata kelola dan akuntabilitas BUMDesMa, optimalisasi pengelolaan aset desa,” kata Adam.
“Kami juga integrasikan RPJM Desa dengan target SDGs Desa, peningkatan kapasitas UMKM berbasis ekonomi hijau, penguatan literasi digital marketing, serta strategi pengelolaan dan investasi dana idle yang aman dan produktif,” sambungnya.
Ia menambahkan, selain menjadi wadah berbagi pengetahuan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi desa. Menurutnya, program tersebut ditargetkan berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi desa hingga percepatan digitalisasi ekonomi desa.
“Kegiatan ini penting dengan kolaborasi multipihak antara perguruan tinggi, Pemda, lembaga keuangan, desa, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem pembangunan desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan,” ujarnya. (nas)










