• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Petani Swadaya Indonesia Raih Sertifikasi RSPO di Thailand

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 26 November 2024 - 19:09
in Nasional
Sertifikasi
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Asian Agri, Apical, dan Kao menyambut baik pencapaian Novie Zulhi, seorang petani swadaya yang tergabung dalam program “SMallholder Inclusion for better Livelihood & Empowerment” (SMILE), yang mewakili kelompoknya sebagai salah satu Newly Certified Independent Smallholder Group di tahun 2023/2024. Sertifikasi the Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) tersebut diberikan langsung oleh Chief Executive Officer RSPO, Joseph D’Cruz, pada 11 November 2024, dalam acara Annual RSPO Conference (RT2024) di Bangkok, Thailand.

Sejak mencapai sertifikasi RSPO pada 2023, Perkumpulan Kotani Mandiri Bersama (PKMB) pimpinan Novie yang berlokasi di Desa Merlung, Jambi, melihat kelompoknya berkembang dari 211 anggota dengan luasan tanah mencapai 330 hektare (ha), menjadi 471 anggota dengan luasan tanah lebih dari 750 ha, yang mana seluruh anggotanya akan diproses untuk mendapatkan sertifikasi RSPO pada Desember ini.

BacaJuga:

Dituduh Punya Ratusan Dapur MBG, Uya Kuya Lapor Polisi

FKBI Desak Cukai MBDK dan Rokok, Label Nutri Level Dinilai Belum Cukup

Wamenag: Penguatan Pendidikan Vokasi di Madrasah Penuhi Kebutuhan Dunia Industri

Selain untuk mengakui praktik berkelanjutan mereka, sertifikasi RSPO juga memungkinkan petani swadaya untuk mendapatkan manfaat tambahan (premium) dari Kao yang menjadi bagian dari komitmen mereka untuk meningkatkan penghidupan petani swadaya. Hal ini telah menjadi dukungan signifikan bagi para anggota PKMB untuk memenuhi kebutuhan mereka,seperti pupuk, pestisida, dan lain-lain.

“Mendapatkan sertifikasi RSPO di acara bergengsi yang dihadiri oleh para pemimpin industri sawit dari seluruh dunia ini sangat berarti dan merupakan momen kebanggaan bagi saya dan PKMB,” ujar Novie. “Sertifikasi ini tidak hanya memberikan pengakuan internasional terhadap upaya keberlanjutan PKMB, tetapi juga menambah nilai pada produk kami. Ini memotivasi saya dan kelompok untuk terus berinvestasi dalam pertanian bertanggung jawab, sehingga dapat menciptakan lebih banyak keuntungan bagi anggota dan anak-anak kami.”

Sejak peluncurannya di tahun 2020, program SMILE hingga kini telah melibatkan 3.489 petani swadaya. Sebagai inisiatif kolaboratif antara Asian Agri, Apical, dan Kao, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas ekonomi para petani dengan mengatasi tantangan yang secara langsung berdampak pada produktivitas. Program ini berfokus pada penguatan Praktik Perkebunan Baik (GAP) dan mempromosikan teknik pertanian berkelanjutan dan tahan iklim.

Head of Sustainability Asian Agri, Ivan Novrizaldie, menekankan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan penghidupan petani swadaya, dengan tujuan membangun industri minyak sawit yang berkelanjutan dan adil yang menguntungkan bagi semua pihak.

“Keberhasilan Novie dan koperasinya merupakan bukti kekuatan kolaborasi, tekad mereka untuk menyelesaikan proses audit, dan komitmen mereka terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Kami bangga dengan para petani swadaya mitra kami yang telah memperoleh sertifikasi RSPO,” katanya.

Head of Sustainability Apical, Chandramohan Nair, menekankan bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama bagi semua pihak. Dia menjelaskan bahwa program SMILE mendorong dampak positif melalui kolaborasi di seluruh rantai pasok—hulu, menengah, dan hilir—dengan berfokus pada inklusivitas untuk memastikan petani swadaya tidak tertinggal dalam transisi industri menuju praktik berkelanjutan.

“Kami meluncurkan program SMILE untuk mengatasi tantangan sosial—ekonomi yang berdampak pada petani swadaya dengan menyediakan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan keterampilan teknis. Kami senang bahwa dukungan kami telah membantu petani swadaya untuk memenuhi persyaratan sertifikasi ketat RSPO, dan akan memungkinkan mereka untuk mengakses pasar global dan mendapatkan premium,” pungkas Chandramohan.

Vice President, Procurement Strategic Sourcing, Raw Material, Global Kao Corporation, Terasawa Kenji, memuji pencapaian para petani swadaya, “Petani swadaya secara khusus rentan terhadap tantangan pasar. Setelah melihat kemajuan yang telah dibuat sejauh ini, kami ingin memperluas program untuk memberdayakan lebih banyak petani swadaya untuk memiliki bagian dalam rantai pasok global, sehingga memperkuat ketahanan mata pencaharian mereka untuk jangka panjang,” tutupnya.

Program SMILE bertujuan untuk memberdayakan 5.000 petani kecil mandiri pada tahun 2030 melalui peningkatan hasil, peningkatan pendapatan, dan sertifikasi RSPO. Sekarang di tahun keempatnya, 3.489 petani kecil telah terdaftar dalam program ini, di mana 1.373 telah mencapai sertifikasi RSPO, menandai kemajuan signifikan menuju tujuan kami. (ibs)

Tags: Petani Swadaya IndonesiaSertifikasi RSPOThailand

Berita Terkait.

1756618904422
Nasional

Dituduh Punya Ratusan Dapur MBG, Uya Kuya Lapor Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 21:11
imnuman
Nasional

FKBI Desak Cukai MBDK dan Rokok, Label Nutri Level Dinilai Belum Cukup

Minggu, 19 April 2026 - 20:12
kemenag
Nasional

Wamenag: Penguatan Pendidikan Vokasi di Madrasah Penuhi Kebutuhan Dunia Industri

Minggu, 19 April 2026 - 17:17
Air-Minum-Dalam-Kemasan
Nasional

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Minggu, 19 April 2026 - 15:02
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 06:45
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Perkuat Riset Nasional, Kemendiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan

Minggu, 19 April 2026 - 05:14

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.