INDOPOSCO.ID – Tawuran antar kelompok masih sering terjadi di berbagai wilayah, termasuk Jakarta Timur, dan berdampak negatif bagi individu serta masyarakat. Tawuran kerap dipicu oleh provokasi dan diduga terkait peredaran narkoba.
Peristiwa di Jakarta Timur ini juga mendapat perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono.
Alia menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya tawuran antar kelompok yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.
“Insiden yang terjadi pada hari Minggu 10 November lalu di sekitar wilayah Klender ini jelas sangat merugikan, baik bagi korban maupun bagi masyarakat sekitar,” katanya dalam keterangan diterima INDOPOS.CO.ID pada Senin (11/11/2024).
Politikus partai Golkar itu pun menerima banyak laporan masyarakat terkait tawuran, yang diduga digunakan untuk mengalihkan perhatian aparat dari transaksi narkoba.
“Kami menyesalkan kejadian ini, yang bertentangan dengan nilai kedamaian dan toleransi masyarakat,” ujarnya.
Alia menegaskan, tawuran ini tidak hanya merugikan fisik dan psikologis pelaku, tapi juga menimbulkan ketakutan di masyarakat.
“Kasus ini bukan hanya merugikan pelaku secara fisik dan psikologis, tetapi juga menciptakan keresahan di kalangan masyarakat,” tandasnya.
Saat reses di Kampung Melayu, Alia langsung menghubungi Wali Kota, pihak kecamatan, dan Satpol PP untuk menyelidiki dan bertindak tegas terhadap pelaku.
Ia juga mengimbau masyarakat menjaga keamanan dan menghindari tindakan yang mengganggu keharmonisan.
“Kasus tersebut perlu ditelusuri oleh pihak berwenang,” pungkasnya. (fer)











