• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Akademisi Sebut Perkembangan Industri Otomotif Temukan Hambatan

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 7 November 2024 - 15:17
in Ekonomi
Ilustrasi penjual mobil bekas. Foto: dokumen indopos.co.id

Ilustrasi penjual mobil bekas. Foto: dokumen indopos.co.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ekosistem industri otomotif Indonesia mendapatkan perhatian dari para akademisi. Dalam salah satu panel di acara The 6th International Conference on Law and Governance in a Global Context (icLave) 2024 yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) di Jakarta, para ahli membeberkan bagaimana kondisi industri otomotif tanah air yang terhimpit perjanjian eksklusivitas.

Konferensi yang diadakan sejak 2017 ini memiliki tujuan memberikan perkembangan terbaru terkait hukum dan kebijakan publik internasional. Dalam konferensi tersebut, Mone Stepanus, Dosen FEB Universitas Indonesia, Dian Parluhutan, Dosen Hukum Persaingan Usaha Universitas Pelita Harapan (UPH); dan Guntur Saragih, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta, memaparkan kajian ilmiah terkait apa saja yang menghambat industri otomotif. Salah satu pokoknya terkait perjanjian eksklusivitas.

BacaJuga:

PIS Tancap Gas di Laut Dunia, 94 Persen Awak Kapal Tetap Pelaut Indonesia

Inklusi Nyata, Program PDC Dorong Difabel Tembus Batas Sosial

Bolt Rayakan 9 Tahun Lewat “Boltversary”, Gabungkan Edukasi, Hiburan, dan Aksi Sosial

“Penting bagi kami mengangkat perjanjian eksklusivitas ini dalam forum internasional untuk menunjukkan kondisi persaingan usaha di Indonesia yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),” ujar Mone Stepanus dalam keterangan, Kamis (7/11/2024).

Jika perjanjian ini masih diterapkan, menurut Mone, risikonya adalah kurang kondusifnya iklim persaingan usaha dan mungkin saja menghalangi pemain baru untuk berinvestasi dan memasuki pasar otomotif di Indonesia.

Industri otomotif di Indonesia didominasi oleh lima produsen besar, yakni Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Mitsubishi Motors. Mereka telah menguasai 82,3 persen dari total produksi nasional.

Mone menjelaskan bahwa industri otomotif Indonesia menghadapi tantangan. “Ada berbagai kondisi telah memicu penerapan praktik monopoli atau oligopoli, baik melalui perjanjian vertikal maupun horizontal antar produsen,” ujarnya.

Mone menyebutkan bukan hal yang aneh bagi produsen mobil untuk terlibat dalam perjanjian horizontal maupun vertikal dengan tujuan untuk mendominasi pasar. Perjanjian vertikal merupakan perjanjian yang dibuat oleh perusahaan induk berdasarkan tempat asal. Contohnya seperti Toyota dari Jepang, yang membuat perjanjian dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM) di Indonesia, yaitu PT Astra International.

Ia menambahkan, selain itu ada fenomena agen tunggal pemegang merek (ATPM) mengadakan perjanjian eksklusivitas dengan dealer di bawahnya. Menurutnya ini salah satu trik untuk untuk meningkatkan volume. (nas)

Tags: akademisiIndustri Otomotif

Berita Terkait.

PIS
Ekonomi

PIS Tancap Gas di Laut Dunia, 94 Persen Awak Kapal Tetap Pelaut Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 16:06
pdc
Ekonomi

Inklusi Nyata, Program PDC Dorong Difabel Tembus Batas Sosial

Senin, 20 April 2026 - 15:08
bolt
Ekonomi

Bolt Rayakan 9 Tahun Lewat “Boltversary”, Gabungkan Edukasi, Hiburan, dan Aksi Sosial

Senin, 20 April 2026 - 14:58
J&T
Ekonomi

Cek Resi Online Lebih Aman dan Nyaman, Ini Tips Praktis dari J&T Express

Senin, 20 April 2026 - 14:12
Gedung-BNI
Ekonomi

Pengamat Tegaskan Verifikasi BNI Penting untuk Validasi Klaim Dana

Senin, 20 April 2026 - 11:29
knecks
Ekonomi

Ekonomi Syariah Masuk Agenda Besar Negara, KNEKS Dorong Akselerasi

Senin, 20 April 2026 - 01:11

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.