• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

KPPU Segera Panggil Pihak Terkait, Imbas Gandum Pangan Buat Pakan Ternak

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 17 Oktober 2024 - 10:50
in Ekonomi
Gandum

Ilustrasi produk Gandum. Foto: Dokumen INDOPOS.CO.ID & INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bergerak cepat merespon isu ‘rembesnya’ importasi gandum. Dalam sepekan terakhir, masalah seputar dugaan penggunaan gandum pangan untuk bahan pakan ternak makin menghangat.

“Kami bakal mengundang para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait ini,” ujar Komisioner KPPU, Hilman Pujana dalam keterangan, Kamis (17/10/2024).

BacaJuga:

iCAR Mulai Kirim V23 ke Konsumen Indonesia, Tandai Babak Baru di Pasar Mobil Listrik

Penjualan Tembus 50 Persen, Pacific Garden Puri Luncurkan Show Unit Baru untuk Keluarga Muda

Pendapatan Negara Melonjak 21,4 Persen, Purbaya Optimistis APBN 2026 Tembus Target

KPPU, lanjut dia, bakal memanggil Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO), Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Kementerian pertanian (Kementan), para regulator serta sejumlah stakeholder lainnya.

“Ini dalam upaya memberi saran dan pertimbangan kepada pemerintah terkait dugaan persaingan usaha yang tidak sehat di antara para produsen pakan dalam mempergunakan gandum sebagai bahan utama pakan ternak,” ungkapnya.

Dijelaskan Hilman, secara regulasi, impor gandum peruntukan bagi pangan (food wheat) tidak dikenakan bea masuk. Sebaliknya, bea masuk gandum pakan (feed wheat) dikenakan 5 persen.

Perbedaan bea masuk gandum pakan dan pangan tersebut, lanjut Hilman, disinyalir menjadi indikasi penyebab persaingan usaha yang tidak sehat di antara para produsen pakan ternak.

“Ada sebagian pengusaha yang tertib sesuai peruntukan mempergunakan gandum pakan dengan bea masuk sebesar 5 persen untuk bahan baku pakan ternak,” jelasnya.

“Tetapi ada juga informasi dugaan rembesnya gandum pangan dengan bea masuk 0 persen tetapi digunakan sebagai bahan pakan ternak,” imbuh Hilman.

Sehingga, dikatakan dia, perlu pengawasan agar tidak terjadi peruntukan importasi gandum yang tidak sesuai. “Perlu pengawasan ketat secara berkesinambungan baik melalui penguatan regulasi yang mengatur distribusi gandum dan juga implementasi pengawasan dan penegakan hukum,” ujarnya.

Saat ini, masih ujar dia, KPPU tengah menangani laporan terkait dugaan pelanggaran UU Nomor 5 Tahun 1999, yang terkait dengan komoditas gandum. KPPU masih menelusuri adanya kejanggalan terkait data importasi gandum yang meningkat sejak 2015.

Di sisa lain, masih menurut Hilman, ada gap (selisih) yang lebar antara impor gandum dengan kebutuhan gandum industri terigu. “Apakah ada industri baru yang menyerap gandum begitu besar selain dari industry tepung? Dari informasi yang diterima sebagai contoh di tahun 2023 ada selisih sekitar 2 juta ton antara impor gandum dan kebutuhan gandum industri tepung,” bebernya.

Ia menuturkan, dari analisis sementara yang dilakukan oleh KPPU, pihaknya melihat masih ada kekosongan regulasi dalam hal pengawasan dan peredaran gandum. Perlu diatur hal seperti labeling/pencantuman kode Harmonized System (HS) pada kemasan yang dapat menunjukan apakah peruntukan gandum pangan dan pakan sudah tepat.

“Untuk Implementasi pengawasan di lapangan diperlukan regulasi yang tegas sebagai acuan. Perlu adanya kejelasan siapa yang bertugas mengawasi dan sanksi yang dapat diberikan kepada pelaku usaha yang melanggar,” ujarnya. (nas)

Tags: gandumKPPUPakan Ternakpangan

Berita Terkait.

icar
Ekonomi

iCAR Mulai Kirim V23 ke Konsumen Indonesia, Tandai Babak Baru di Pasar Mobil Listrik

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:23
Gunting-Pita
Ekonomi

Penjualan Tembus 50 Persen, Pacific Garden Puri Luncurkan Show Unit Baru untuk Keluarga Muda

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:48
Purbaya
Ekonomi

Pendapatan Negara Melonjak 21,4 Persen, Purbaya Optimistis APBN 2026 Tembus Target

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:28
Cazbox
Ekonomi

Koperasi Karunika UT Digitalisasi Layanan dengan KoperasiGO

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:45
City-of-Industri
Ekonomi

Investor Kini Tak Lagi Hanya Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Penentu Investasi

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:05
Rayakan Usia Lima Tahun, SeaBank Gulirkan Promo Spesial Selama Lima Hari
Ekonomi

Rayakan Usia Lima Tahun, SeaBank Gulirkan Promo Spesial Selama Lima Hari

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:41

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2300 shares
    Share 920 Tweet 575
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Hossam-Hassan
Olahraga

Kalah Kontroversial dari Argentina, Pelatih Mesir: Kami Telah Ditipu!

Editor Ali Rachman
Rabu, 8 Juli 2026 - 09:31

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan meluapkan kekecewaan setelah timnya menelan kekalahan 2-3 dari Timnas Argentina pada babak 16...

SelengkapnyaDetails
Trophy

Jadwal Perempatfinal Piala Dunia: Dibuka Prancis vs Maroko, Ditutup Argentina Kontra Swiss

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:21
Swiss

Hasil Piala Dunia: Swiss ke 8 Besar Usai Taklukkan Kolombia via Tos-tosan

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:40
Messi

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Mental Juara Argentina Tumbangkan Perlawanan Heroik Mesir

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:20
Hossam-Hassan

Jelang Lawan Argentina, Pelatih Mesir Curi Perhatian Lewat Pesan Solidaritas Palestina

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:58
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.