• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Deflasi Selama Lima Bulan, Legislator: Bukti Adanya Tekanan Perekonomian

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 11 Oktober 2024 - 18:18
in Ekonomi
anisco

Anggota DPR RI periode 2024-2029 dari Fraksi PKS Anis Byarwati. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota DPR RI periode 2024-2029 Anis Byarwati menilai ada kondisi ekonomi yang tidak lazim di pemerintahan Jokowi selama lima bulan berturut-turut tahun 2024.

Hal itu diucapkannya dalam menyoroti rilis yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengungkap pada bulan September 2024 Indonesia kembali mengalami deflasi 0,12 persen secara bulanan.

BacaJuga:

Indonesia Perjuangkan Masa Depan UMKM Inklusif di Forum APEC SMEWG 2026

Perluas Jaringan Nasional, Geely Tambah Dua Diler Baru di Jabodetabek

Pertamina-ERIA Perkuat Arah Transisi Energi, CCS/CCUS Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

“Situasi ini tidak lazim, sekaligus menandakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia mengalami tekanan yang tidak biasa,” ungkapnya di Komplek Palemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (11/10/2024).

Anis mengungkapkan, deflasi berturut-turut pertama kali terjadi pada Mei 2024 lalu, sebesar 0,03 persen. Lalu di Juni menyentuh 0,08 persen dan tak lebih baik pada Juli dengan 0,18 persen.

“Deflasi kemudian mulai membaik pada Agustus yakni kembali ke level 0,03 persen, Deflasi kembali memburuk pada bulan September 2024 terlihat lebih dalam 0,12%, merupakan deflasi kelima pada tahun 2024 secara bulanan,” ungkap Anis.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Ekonomi dan Keuangan ini menjelaskan, jika diamati lebih dalam, maka selama lima bulan terakhir deflasi terjadi telah diikuti dengan perlambatan indikator-indikator makro ekonomi.

“Jadi deflasi ini menunjukkan bahwa memang terjadi penurunan daya beli di masyarakat. Penurunan daya beli ini terjadi karena adanya fenomena penurunan jumlah middle class income, selain itu penutupan pabrik di sektor industri manufaktur membuat gelombang PHK. Sehingga menyebabkan banyak masyarakat yang kemudian menahan konsumsinya,” katanya.

Anis juga menyebut bahwa fenomena deflasi ini perlu dikaji dari dua sudut pandang ekonomi, yaitu sisi demand (permintaan) dan sisi supply (penawaran), sehingga bisa terlihat fenomena deflasi terhadap perekonomian nasional yang terjadi dalam lima bulan terakhir.

Menurut legislator perempuan PKS ini, terjadinya perlambatan ekonomi global bisa menjadi pemicu turunnya permintaan konsumen (consumer demand) secara global, termasuk Indonesia.

“Turunnya permintaan konsumen dapat terlihat dari pertumbuhan kredit terutama kredit UMKM. Sampai dengan pertengahan tahun 2024, kredit perbankan tumbuh 12,36 persen (yoy). Pertumbuhan kredit perbankan tersebut, banyak ditopang oleh kredit usaha besar (korporasi), tumbuh 15,89 persen (yoy). Sayangnya, pertumbuhan kredit korporasi tidak mengalir ke sektor UMKM hanya tumbuh 5,68 persen (yoy). Begitupula dengan sektor ekonomi yang banyak menyerap tenaga kerja seperti industri 9,94 persen (yoy) dan perdagangan 9,87 persen (yoy),” ungkapnya.

Anis menyebut, dari sisi dunia usaha terlihat bahwa, indikator dunia usaha juga menunjukkan tekanan, yaitu dari data Purchase Managers’ Index (PMI), yang menjadi gambaran kondisi bisnis di sektor produksi barang. Sejak April 2024, PMI terus mengalami penurunan, dan bahkan sejak bulan Juli 2024 mengalami kontraksi, yaitu indikator PMI yang turun di bawah 50.

“Indeks PMI Indonesia mengalami kontraksi, berada pada zona merah atau tidak ada perubahan dibawah angka 50,0 selama tiga bulan berturut-turut, hingga September 2024,” katanya.

Lebih lanjut, mantan Anggota Komisi XI DPR periode 2019-2024 ini menyebutkan bahwa, Indikator-indikator ekonomi dan keuangan tersebut, menunjukkan bahwasanya perekonomian Indonesia sedang mengalami tekanan yang tidak ringan, sehingga menyebabkan terjadinya penurunan daya beli masyarakat.

“Oleh sebab itu, Pemerintah dan BI perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk menggairahkan kembali perekonomian. Salah satunya mempertimbangkan kembali kenaikan PPN sebesar 12 persen tahun 2025 dan kembali menurunkan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia lebih rendah,” pungkasnya. (dil)

Tags: DeflasiLegislatorTekanan Perekonomian

Berita Terkait.

APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS
Ekonomi

Indonesia Perjuangkan Masa Depan UMKM Inklusif di Forum APEC SMEWG 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:31
Perluas Jaringan Nasional, Geely Tambah Dua Diler Baru di Jabodetabek
Ekonomi

Perluas Jaringan Nasional, Geely Tambah Dua Diler Baru di Jabodetabek

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:57
Jelang Iduladha, Banjir Rendam Puluhan Rumah di Berbagai Daerah
Ekonomi

Pertamina-ERIA Perkuat Arah Transisi Energi, CCS/CCUS Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:34
API-IMA Ingatkan Risiko Pasar Jika Transisi Kebijakan Ekspor Tidak Terarah
Ekonomi

API-IMA Ingatkan Risiko Pasar Jika Transisi Kebijakan Ekspor Tidak Terarah

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:32
Tata Kelola Ekspor SDA Lewat Danantara, Optimistis APBN Menguat untuk Program MBG
Ekonomi

Tata Kelola Ekspor SDA Lewat Danantara, Optimistis APBN Menguat untuk Program MBG

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:02
b50
Ekonomi

Kawal Biodiesel B50, Ini Komitmen Efisiensi dari Produsen Filter Lokal

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:57

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5656 shares
    Share 2262 Tweet 1414
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    2987 shares
    Share 1195 Tweet 747
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2360 shares
    Share 944 Tweet 590
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    2286 shares
    Share 914 Tweet 572
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1229 shares
    Share 492 Tweet 307
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.