• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Polisi Sebut Pemeriksaan Terhadap Oknum ASN dalam Kasus Pemaksaan Aborsi Dijadwalkan Jumat Ini

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 9 Oktober 2024 - 14:04
in Nusantara
kasatco

Kasat Reskrim Polres Pandeglang Iptu Alfian Yusuf. (Istimewa.)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Skandal dugaan pemaksaan aborsi yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terus bergulir di Satuan Reserse Kriminal Polresta Pandeglang, Banten.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Iptu Alfian Yusuf, mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa sejumlah saksi kunci dari pihak pelapor dalam kasus sensitif ini.

BacaJuga:

LKC Dompet Dhuafa Salurkan Material Jamban untuk 37 Warga Desa Pagar Dewa

Gempa Bumi Bermagnitudo 4,1 Guncang Bandung di Jawa Barat, Wilayah Ini Terdampak

Negara Hadir di Daerah 3T: MBG 3B Jangkau Masyarakat Baduy

“Pelapor (LA) didampingi kuasa hukumnya dan saksi-saksi sudah kami periksa,” katanya kepada INDOPOS.CO.ID Rabu (9/10/2024).

Menurutnya, selain memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui insiden tersebut, pihaknya juga akan segera meminta hasil visum sebagai bukti kuat.

“Kami memerlukan hasil visum dari petugas medis yang memeriksa korban, karena minimal dua alat bukti diperlukan untuk menentukan langkah hukum berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam waktu dekat penyidik akan memanggil terlapor, oknum ASN tenaga kesehatan berinisial MH, terkait laporan dari mantan pacarnya, LA.

“Jumat ini kami panggil,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Pandeglang, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Alfian Yusuf menyatakan, kepolisian telah memulai penyelidikan terkait laporan dugaan pemaksaan aborsi terhadap LA yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Tentu akan kami tindaklanjuti secara langsung. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dengan memanggil saksi-saksi untuk klarifikasi. Perkembangan selanjutnya pasti akan kami informasikan,” ujar Alfian kepada media, Sabtu (21/9/2024).

Menurutnya, kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi tempat terduga pelaku bekerja untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Pasti itu, Nah itu saya juga belum tahu pasti terlapor ini berdinas dimana, makanya kita mau klarifikasi dulu dengan pelapor dan saksi-saksi yang tercantum,” ujar Alfian.

Ia menambahkan, polisi akan fokus pada penyelidikan pemaksaan aborsi terhadap LA.

“Kita lakukan langkah penyelidikan dulu ya untuk penerapan pasalnya nanti,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kuasa hukum LA, Rama, mengungkapkan, MH diduga memaksa LA menggugurkan kandungannya dengan obat keras serta melakukan kekerasan fisik.

LA dan MH menjalin hubungan selama satu tahun, namun pada April dan Mei 2024, LA mengalami kekerasan dari MH.

“Pada Juli 2024, setelah mengetahui dirinya hamil, LA memberitahu MH, namun respons MH negatif. MH merayu LA untuk datang ke kliniknya di Panimbang dengan alasan infus karena sakit,” ucap Alfian.

Di sana, MH diduga memberi obat aborsi, menyebabkan pendarahan hebat. LA ditahan di klinik selama empat hari sebelum akhirnya pulang ke rumah, namun pendarahan terus berlanjut.

Orang tua LA membawanya ke RS Permata Bunda untuk dikuret, sementara MH menolak bertanggung jawab dan menghilang setelah sekali datang ke rumah sakit. (fer)

Tags: Kasus Pemaksaan AborsiOknum ASNpolisi

Berita Terkait.

dd
Nusantara

LKC Dompet Dhuafa Salurkan Material Jamban untuk 37 Warga Desa Pagar Dewa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:12
bmkg
Nusantara

Gempa Bumi Bermagnitudo 4,1 Guncang Bandung di Jawa Barat, Wilayah Ini Terdampak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:35
Baduy
Nusantara

Negara Hadir di Daerah 3T: MBG 3B Jangkau Masyarakat Baduy

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:05
Sari-Yuliati
Nusantara

DPR Kutuk Perampokan Brutal di Pekanbaru, Polisi Didesak Segera Tangkap Pelaku

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:24
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nusantara

KPAI Kecam Dugaan Kekerasan Seksual Pengajar terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:41
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nusantara

Buntut Dugaan Tindak Pidana, DPD RI Sambangi Daycare di Yogyakarta

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:31

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3489 shares
    Share 1396 Tweet 872
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2563 shares
    Share 1025 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1592 shares
    Share 637 Tweet 398
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1268 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.