• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pengusaha: Kenali Peluang Industri untuk Bangun Kesuksesan Berbisnis

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 9 Oktober 2024 - 13:48
in Ekonomi
Business-Materi

Business and Management Expert Budi Satria Isman dalam acara workshop pengembangan bisnis UMKM di Jakarta. (Indopos.co.id/Nasuha)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Langkah awal pengembangan bisnis dimulai dari mengenali bisnis dan peluangnya dengan mengidentifikasi kategori industri, ukuran pasar, dan core environment.

Pernyataan tersebut diungkapkan Business and Management Expert Budi Satria Isman dalam acara workshop pengembangan bisnis UMKM di Jakarta, Rabu (9/10/2024).

BacaJuga:

Bea Cukai Bangun Kemitraan dengan Eksportir, Optimalkan Fasilitas KITE

Lebih Bersih, Lebih Hemat, Lebih Aman: Keunggulan Teknis BBG untuk Kendaraan

Langkah Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Raih Pengakuan Nasional

Budi mengatakan, bahwa penting untuk memahami kategori industri yang dimiliki dan seberapa besar pasar dari industri tersebut ketika ingin mengembangkan bisnis.

“Jika Anda ingin pahami kategori industri Anda, ada empat hal yang harus dipertanyakan, yaitu seberapa besar pasarnya, bagaimana pertumbuhannya, tingkat kompetisinya, dan mudah atau tidak orang masuk ke bisnis Anda,” ujar Budi.

Untuk mencari tahu tentang ukuran pasar dan potensi pertumbuhan bisnis, lanjut Budi, cari dahulu data aktual atau data primer mengenai kondisi industri terkini. Misalkan untuk UMKM penjual kopi, maka bisa mencari data mengenai tren peminat kopi di Indonesia, atau statistik pertumbuhan bisnis kopi saat ini.

Data terkait kondisi industri tersebut bisa didapatkan dari informasi yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah, seperti Badan Pusat Statistik (BPS) atau Kementerian, dan bisa pula dari Lembaga non-pemerintah.

Setelah mendapatkan data primer, menurut dia, maka langkah selanjutnya adalah membuat asumsi pasar dengan melakukan ekstrapolasi.

“Ekstrapolasi ini, jika anda sudah memiliki data primernya, anda bisa membuat asumsi dulu. Misalkan seberapa besar pasar anda di lingkup tempat anda berjualan? Contohnya di lingkungan kompleks anda,” jelasnya.

Selain itu, Budi juga menekankan untuk mempertimbangkan core environment, yaitu faktor lingkungan sekitar bisnis yang dapat memengaruhi jalannya bisnis. Faktor luar ini tidak dapat dikendalikan oleh pelaku bisnis, sehingga perlu diperhitungkan dan diantisipasi karena akan berpengaruh dalam proses perencanaan strategi bisnis.

“Apa sih faktor-faktor di luar sana yang tidak bisa saya kontrol tapi bisa berpengaruh terhadap bisnis saya, contohnya peraturan pemerintah, perubahan teknologi, perilaku konsumen, ekonomi makro, dan supplier,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Informatika, Slamet Santoso mengatakan, perkembangan digitalisasi di Indonesia membuka banyak peluang bagi mereka yang memanfaatkannya. Tetapi juga memunculkan tantangan bagi para pelaku UMKM dengan adanya produk asing yang seringkali lebih murah dan punya daya tarik tersendiri.

“Oleh karena itu, agar UMKM mampu bersaing, maka bukan hanya produk yang harus ditingkatkan, tapi pengelolaan tim yang baik serta manajemen bisnis dan keuangan yang profesional harus jadi lebih baik,” ujarnya.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum kita untuk menciptakan UMKM Indonesia yang siap bersaing di pasar global,” imbuhnya. (nas)

Tags: bisnisBudi Satria IsmanBusiness and Management ExpertUMKM

Berita Terkait.

Diskusi
Ekonomi

Bea Cukai Bangun Kemitraan dengan Eksportir, Optimalkan Fasilitas KITE

Jumat, 24 April 2026 - 11:21
Perwira
Ekonomi

Lebih Bersih, Lebih Hemat, Lebih Aman: Keunggulan Teknis BBG untuk Kendaraan

Jumat, 24 April 2026 - 10:30
Agus-H.-Widodo
Ekonomi

Langkah Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Raih Pengakuan Nasional

Jumat, 24 April 2026 - 08:18
SBN
Ekonomi

DPD RI Ingatkan Risiko Ekonomi dan Perlindungan Daerah di Tengah Krisis Geopolitik Timur Tengah

Jumat, 24 April 2026 - 03:37
Palm-Oil
Ekonomi

Efek Domino Timur Tengah: Plastik Mahal, Minyak Goreng Ikut Melonjak

Jumat, 24 April 2026 - 01:05
Pertemuan
Ekonomi

Kolaborasi Pertamina Drilling-PDC dengan Pemkot Prabumulih Perluas Peluang Kerja Lokal

Jumat, 24 April 2026 - 00:29

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1331 shares
    Share 532 Tweet 333
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    808 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.