• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemerintahan Jokowi Dinilai Gagal Turunkan Angka Stunting, Legislator Sebut Jadi PR Besar untuk Pemerintahan Prabowo

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 6 Oktober 2024 - 22:55
in Nasional
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Periode 2024-2029, Kurniasih Mufidayati. (Dok DPR)

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Periode 2024-2029, Kurniasih Mufidayati. (Dok DPR)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota DPR RI Periode 2024-2029 Kurniasih Mufidayati, menyoroti kegagalan pemerintah saat ini dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting.

Menurutnya, target pemerintah untuk menurunkan angka prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024 belum tercapai, dengan prevalensi stunting nasional yang masih berada di angka 21 persen.WHO sendiri memiliki target prevalensi stunting sebuah di negara di bawah 20 persen.

BacaJuga:

Disdik DKI Pastikan SPMB 2026 Transparan dan Gratis, Simak Jalur serta Kuotanya

MUI Ingatkan Mahasiswa dan Aktivis, Bahasa Kasar di Ruang Digital Bisa Mengaburkan Perjuangan

Demo di Patung Kuda, Perwakilan Mahasiswa Temui Gibran

Kurniasih menyatakan bahwa persoalan stunting akan menjadi salah satu pekerjaan rumah besar yang harus dihadapi oleh pemerintahan mendatang. Ia menegaskan, kegagalan ini menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diambil selama pemerintahan saat ini belum cukup efektif dalam menurunkan angka stunting secara signifikan.

“Kegagalan mencapai target 14 persen menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan masih belum optimal. Dengan angka prevalensi stunting yang masih tinggi, yaitu 21 persen, ini artinya masih ada sekitar satu dari lima anak di Indonesia yang mengalami stunting. Ini adalah situasi yang memerlukan perhatian lebih dari pemerintahan yang akan datang,” ujar Kurniasih.

Kurniasih menambahkan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu tetapi juga mempengaruhi masa depan bangsa secara keseluruhan. Stunting yang dialami pada usia dini berdampak pada perkembangan otak anak, yang pada gilirannya berpengaruh pada kecerdasan dan produktivitas di masa depan.

“Investasi di bidang kesehatan, gizi, dan pendidikan sejak dini harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan nasional. Pemerintah yang akan datang harus lebih fokus pada langkah-langkah preventif dan intervensi yang lebih terarah untuk menurunkan angka stunting,” tambahnya.

Sebagai solusi, Kurniasih mendorong peningkatan akses gizi yang berkualitas bagi ibu hamil dan balita, program edukasi kesehatan yang lebih masif, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

“Kita memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak, termasuk peran serta masyarakat untuk memastikan bahwa program penanganan stunting benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Harus ada perbaikan signifikan dalam pelaksanaan program di lapangan agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai di masa mendatang,” tutup Kurniasih.

Kurniasih berharap bahwa pemerintah berikutnya akan belajar dari kekurangan yang ada dan dapat mengakselerasi program-program penanganan stunting sehingga target prevalensi yang lebih rendah dapat segera dicapai. (dil)

Tags: JokowiPemerintahan Prabowostunting

Berita Terkait.

Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Nasional

Disdik DKI Pastikan SPMB 2026 Transparan dan Gratis, Simak Jalur serta Kuotanya

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:28
MUI Ingatkan Mahasiswa dan Aktivis, Bahasa Kasar di Ruang Digital Bisa Mengaburkan Perjuangan
Nasional

MUI Ingatkan Mahasiswa dan Aktivis, Bahasa Kasar di Ruang Digital Bisa Mengaburkan Perjuangan

Senin, 15 Juni 2026 - 22:35
gibran
Nasional

Demo di Patung Kuda, Perwakilan Mahasiswa Temui Gibran

Senin, 15 Juni 2026 - 19:07
imei
Nasional

Jemaah Haji Pulang Lebih Nyaman, Bea Cukai Hadirkan Layanan Registrasi IMEI di Debarkasi

Senin, 15 Juni 2026 - 18:20
udin
Nasional

Viral Video Kekerasan 3 PMI di Malaysia, Kementerian P2MI Turun Tangan

Senin, 15 Juni 2026 - 14:04
Dedi-Prasetyo
Nasional

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri Minta Jajaran Dekat dengan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6886 shares
    Share 2754 Tweet 1722
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1750 shares
    Share 700 Tweet 438
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1033 shares
    Share 413 Tweet 258
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.