• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

BNPT Sebut Penyebar Radikalisme Ingin Ganggu Visi Indonesia Emas 2045

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 6 September 2024 - 07:07
in Headline
bnpt

Tangkapan layar - Sekretaris Utama BNPT Bangbang Surono dalam Forum Tematik Bakohumas BNPT yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (5/9/2024). ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bangbang Surono menyatakan penyebar paham radikalisme bertujuan untuk ganggu visi Indonesia Emas 2045.

“Mereka menyasar anak-anak dan remaja karena anak-anak dan remaja ini yang akan jadi kunci mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” kata Bangbang seperti dilansir Antara, Kamis (5/9/2024).

BacaJuga:

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

Dikatakan, dalam visi Indonesia Emas 2045, Indonesia menargetkan jadi negara maju dengan memanfaatkan bonus demografi yang ada, seiring dengan tingginya angka anak muda di Tanah Air.

Kondisi tersebut, kata dia, ingin dikacaubalaukan oleh para penyebar paham radikal dengan menghancurkan rasa persatuan dan kesatuan Indonesia di kalangan pemuda, terutama melalui media sosial.

Bangbang mengungkapkan penyebaran radikalisme di antara remaja sudah cukup masif terjadi di Indonesia, yang terlihat dari riset Setara Institute pada tahun 2023. Riset tersebut mencatat sebanyak 24,2 persen remaja masuk dalam kategori intoleran pasif dan 5 persen masuk kategori intoleran aktif.

Ia mengemukakan bahwa intoleran pasif berarti memiliki pikiran yang tidak toleran, sedangkan intoleran aktif berarti pikiran tidak toleran tersebut sudah termanifestasi dalam ucapan dan tindakan.

“Intoleran ini merupakan benih dan cikal bakal nanti bisa menjadi radikal, kemudian bisa menjadi pelaku teror apabila tidak diatasi,” tuturnya.

Untuk itu, dalam mengantisipasi remaja agar tidak memiliki sifat intoleran maupun mengubah sifat intoleran yang sudah ada menjadi penuh toleransi, BNPT melaksanakan berbagai kegiatan seperti Festival Youth of Indonesia.

Festival Youth of Indonesia bertujuan mencegah intoleransi dan radikal terorisme dengan cara membangun kecintaan anak-anak muda lewat budaya lokal dan menjadikan budaya sebagai media gagasan damai melalui media seperti YouTube atau media sosial lainnya.

Selain itu, kata dia, BNPT juga mengadakan program Sekolah Damai dan Kampus Kebangsaan. Program Sekolah Damai bertujuan menciptakan lingkungan sekolah damai dan toleran dalam keberagaman.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya radikalisme dan terorisme di kalangan pelajar, yang melibatkan berbagai pihak seperti guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar untuk berkolaborasi.

Sementara itu, Kampus Kebangsaan merupakan program yang menerapkan nilai-nilai Pancasila, menjaga toleransi, menghindari kegiatan kekerasan, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam suatu perguruan tinggi. Kegiatan itu disinergikan dengan berbagai kegiatan mahasiswa di perguruan tinggi. (wib)

Tags: BNPTGanggu Visi Indonesia Emas 2045Indonesia Emas 2045Penyebar Radikalisme

Berita Terkait.

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa
Headline

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:31
Obat
Headline

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05
purbaya
Headline

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:30
WIHAJI
Headline

Berpikir Kritis, Miliki Literasi Digital Kuat dan Kokoh di Era Digital Tuntutan untuk Gen Z

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:21
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Headline

Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:30
Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat
Headline

Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:15

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7124 shares
    Share 2850 Tweet 1781
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1106 shares
    Share 442 Tweet 277
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.