• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Indonesia Audit Watch Apresiasi Penerapan SMAP oleh Jampidum: Langkah Berani Cegah Suap di Kejagung

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 13 Agustus 2024 - 11:09
in Nasional
Pejabat Kejaksaan Agung saat jumpa pers. Foto: Istimewa

Pejabat Kejaksaan Agung saat jumpa pers. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, menyambut baik penerapan Sistem Manajemen Antipenyuapan (SMAP) oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Prof. Dr. Asep Nana Mulyana.

Menurut Iskandar, langkah ini merupakan terobosan berani dalam upaya memberantas praktik suap di lingkungan Kejaksaan Agung, jauh lebih efektif dibandingkan hanya sekadar slogan-slogan anti-suap yang sering terdengar.

BacaJuga:

Disintegrasi Bangsa Mengancam, Saatnya Pusat Mendengar Daerah

Kesenian Rakyat Kemerdekaan, Kemendes-Kementrans Gelar Aksi Peduli NTT

SBY Art Community Bawa Pesan Perdamaian Lewat 150 Karya di TIM

Iskandar menilai, selama ini banyak sekali slogan anti-suap yang ditemui di lingkungan Kejaksaan, baik di Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, maupun Kejaksaan Negeri. Namun, implementasi dari slogan-slogan tersebut kerap diragukan efektivitasnya. Dengan penerapan SMAP, Jampidum dinilai berani melangkah lebih jauh dengan mengadopsi sistem manajemen yang jelas dan terukur untuk mencegah praktik suap.

Lebih lanjut, Iskandar menegaskan bahwa penerapan SMAP oleh Jampidum ini bukan sekadar formalitas, melainkan suatu upaya konkret yang diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang. “Semoga saja sistem ini bisa berkelanjutan, bukan hanya sebatas pada masa jabatan yang saat ini. Dan semoga juga ini bisa menular ke bidang-bidang lain di Kejaksaan Agung, hingga ke Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri,” ujar Iskandar saat dihubungi, Selasa (13/8/2024).

Penerapan ISO 3701:2016 tentang SMAP di lingkungan Pidana Umum (Pidum) Kejagung ini merupakan langkah yang signifikan dalam memastikan dan memitigasi potensi terjadinya praktik suap. Hal ini disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Asep Nana Mulyana pada Jumat, 26 Juli 2024, sebagai upaya mendukung integritas dan profesionalitas dalam penanganan perkara pidana umum.

Prof. Asep menjelaskan bahwa implementasi SMAP di Pidum didasarkan pada pemikiran bahwa penanganan perkara harus dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel, serta didasarkan pada kebenaran dan kejujuran. “Salah satunya adalah bagaimana kami memastikan bahwa ketika menangani perkara, tidak ada hal-hal yang mencederai profesionalitas dan akuntabilitas kami,” tegasnya.

Iskandar Sitorus juga menekankan pentingnya sistem ini sebagai fondasi yang kuat dalam menjaga integritas di seluruh jajaran Kejaksaan. Ia berharap bahwa penerapan SMAP ini dapat menjadi nilai dasar yang mendorong seluruh pegawai di Pidum untuk selalu menjaga diri, integritas, dan profesionalitas mereka dalam menjalankan tugas.

“Langkah ini menunjukkan bahwa Kejaksaan Agung, khususnya Pidum, serius dalam memberikan keadilan kepada masyarakat, terutama bagi para pencari keadilan,” tambah Iskandar. Ia juga berharap agar langkah berani ini tidak hanya diterapkan di Pidum, tetapi juga di seluruh divisi di Kejaksaan Agung.

Keberhasilan implementasi SMAP ini diharapkan dapat membawa perubahan positif di lingkungan hukum Indonesia, terutama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. “Jika diterapkan dengan konsisten, SMAP akan menjadi benteng yang kokoh melawan segala bentuk penyuapan,” pungkas Iskandar.

Dengan adanya sistem ini, Iskandar optimistis bahwa Kejaksaan Agung dapat lebih baik dalam menjalankan tugasnya untuk menegakkan hukum secara adil dan transparan, serta mencegah terjadinya penyimpangan dalam penanganan kasus pidana. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga pengawas, akan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dari sistem ini. (yas)

Tags: Indonesia Audit WatchJampidumKejagungSMAPsuap

Berita Terkait.

Disintegrasi Bangsa Mengancam, Saatnya Pusat Mendengar Daerah
Nasional

Disintegrasi Bangsa Mengancam, Saatnya Pusat Mendengar Daerah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:30
Penyerahan-Donasi
Nasional

Kesenian Rakyat Kemerdekaan, Kemendes-Kementrans Gelar Aksi Peduli NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:49
SBY-Art
Nasional

SBY Art Community Bawa Pesan Perdamaian Lewat 150 Karya di TIM

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:09
Lencana
Nasional

Penerima Satyalancana Karya Satya Sampaikan Solidaritas bagi ASN Terdampak Bencana di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:48
Semnas
Nasional

Wakil Menteri Agama Serahkan SK Pendirian Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Darunnajah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:38
Nusron-Wahid
Nasional

Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:28

BERITA POPULER

  • Dari Tengah Rig, Pertamina Drilling Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Jaga Energi Indonesia

    Bea Cukai Yogyakarta Awasi Pemusnahan Rokok HM Sampoerna, Pastikan Sesuai Ketentuan

    9475 shares
    Share 3790 Tweet 2369
  • Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    3269 shares
    Share 1308 Tweet 817
  • Polisi Blokade Mahasiswa di Thamrin, Ini Lokasi Demo yang Diperbolehkan

    2259 shares
    Share 904 Tweet 565
  • Pelajar Tewas Terlindas Truk, Pramono Anung Minta Jalan Licin Kramat Jati Diperbaiki

    1107 shares
    Share 443 Tweet 277
  • METOO Dorong Kesadaran Kesehatan Mulut Lewat Inovasi Perfume Toothpaste

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.