• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Plt. Dirjenpas Kukuhkan Duta Anti Stunting Pemasyarakatan

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 9 Agustus 2024 - 18:46
in Nasional
Plt. Dirjenpas Reynhard Silitonga resmi mengukuhkan Anna Reynhard sebagai Duta Anti Stunting Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Tangerang, Kamis (8/8). Foto: Dok. Ditjenpas

Plt. Dirjenpas Reynhard Silitonga resmi mengukuhkan Anna Reynhard sebagai Duta Anti Stunting Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Tangerang, Kamis (8/8). Foto: Dok. Ditjenpas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Plt. Dirjenpas), Reynhard Silitonga resmi mengukuhkan Anna Reynhard sebagai Duta Anti Stunting Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tangerang, Kamis (8/8). Duta Anti Stunting merupakan salah satu upaya tindak lanjut dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang ditandai dengan penurunan angka stunting pada Anak Bawaan di Lapas/Rutan.

“Pada tahun 2020, diketahui dari 28 Anak Bawaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, sebanyak empat orang atau 14,29% terindikasi stunting. Hal ini wajib menjadi perhatian kita bersama mengingat proses terjadinya kasus stunting pada Anak Bawaan tidak terjadi dalam jangka pendek, namun berawal dari kondisi kesehatan perempuan dalam jangka panjang, yaitu sejak sebelum hamil, kondisi hamil, dan melahirkan anak,” terang Reynhard.

BacaJuga:

PTK Kembalikan Kehidupan di Mangrove Kariangau, Satwa dan Flora Terus Bertambah

Mendagri Pastikan Bantuan Kemasyarakatan Presiden untuk Bencana di NTT Sudah Ditransfer

PN Tangerang Kabulkan Sebagian Gugatan Ahli Waris Yuamah: Kebenaran Lebih Terang dari Cahaya

Plt. Dirjenpas menjelaskan sejak tahun 2021, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) telah melakukan beberapa upaya untuk menurunkan stunting, antara lain:

1. Membangun aplikasi Simonev BAMA (Sistem Monitoring dan Evaluasi Bahan Makanan) Kumham untuk penguatan pengawasan pemberian layanan makanan bagi Tahanan, Anak, Anak Binaan, dan Narapidana;

2. Menerbitkan Pedoman Pemberian Layanan Makanan Tambahan bagi Kelompok Berkebutuhan Khusus (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Manusia Lanjut Usia) dan Anak Bawaan di UPT Pemasyarakatan;

3. Mengalokasikan anggaran makanan tambahan/extrafooding dan makanan pendamping ASI bagi Anak Bawaan, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia;

4. Menyusun kajian ketercukupan Angka Ketercukupan Gizi (AKG) bagi Tahanan, Narapidana, Anak, dan Anak Bawaan dengan hasil status gizi baik 89,1%;

5. Melakukan pengembangan aplikasi SDP Fitur Status Gizi Anak Bawaan dan Pengembangan Aplikasi Simonev BAMA Kumham fitur Pelaporan Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan bersinergi dengan Pusdatin Kemenkumham;

6. Mengimbau UPT Pemasyarakatan untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dengan hasil sebanyak 527 UPT Pemasyarakatan telah tersertifikasi;

7. Membangun layanan posyandu ibu dan balita di lingkungan Pemasyarakatan.

“Pada Maret 2024 telah dilakukan pengukuran status gizi, diketahui dari 88 Anak Bawaan terdapat tiga orang atau 3,4% terindikasi stunting. Jika dibandingkan dengan data indikasi stunting tahun 2020-2024, ada penurunan angka stunting sebanyak 10,89% di lingkungan Pemasyarakatan,” urai Reynhard.

Plt. Dirjenpas menyebut upaya Ditjenpas dalam menurunkan angka stunting membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk dari Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS). Oleh karena itu, ia mengapresiasi Ketua PIPAS dan pengurus yang telah bersedia membantu Ditjenpas dengan menjadi Duta Anti Stunting Pemasyarakatan.

“Saya berharap dengan adanya dukungan dari PIPAS, mampu mewujudnya zero stunting di lingkungan Pemasyarakatan pada tahun 2045, sejalan dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia,” harap Reynhard.

Secara umum, tugas Duta Anti Stunting Pemasyarakatan adalah:

1. Meresmikan Posyandu Ibu dan Balita Berdikari di lingkungan Pemasyarakatan;

2. Menyosialisasikan layanan kesehatan di Posyandu Ibu dan Balita Berdikari di lingkungan Pemasyarakatan;

3. Mempromosikan pencegahan stunting dan hidup sehat melalui penerapan pedoman gizi seimbang di lingkungan Pemasyarakatan.

Selain dihadiri Ketua PIPAS dan jajaran, pengukuhan ini turut dihadiri Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Ditjenpas, Kepala Kanwil Kemenkumham Banten dan jajaran, serta Kepala UPT Pemasyarakatan wilayah Banten dan se-Bogor Raya. (gin)

Tags: DitjenpasDuta Anti Stunting PemasyarakatanlapasReynhard Silitonga

Berita Terkait.

Petugas
Nasional

PTK Kembalikan Kehidupan di Mangrove Kariangau, Satwa dan Flora Terus Bertambah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:10
Tito
Nasional

Mendagri Pastikan Bantuan Kemasyarakatan Presiden untuk Bencana di NTT Sudah Ditransfer

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:06
Cluster
Nasional

PN Tangerang Kabulkan Sebagian Gugatan Ahli Waris Yuamah: Kebenaran Lebih Terang dari Cahaya

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:25
Prabowo
Nasional

IBSW Nilai Langkah Prabowo Hadapi Karhutla Sudah Tepat dan Terukur

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:15
Mendagri
Nasional

Rapat Bersama Presiden Prabowo, Mendagri Tito Dorong Pencegahan Karhutla di Riau Diperkuat

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:05
Abdul-Muti
Nasional

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026, Mendikdasmen: Prioritaskan Sekolah Terdampak Gempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:24

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.