• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemerintah Harus Prioritaskan Pembelajaran Berpikir Kritis, Ini Alasannya

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 6 Agustus 2024 - 15:30
in Nasional
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi. (Dok Humas DPR)

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi. (Dok Humas DPR)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, menyerukan kepada pemerintah untuk memprioritaskan metode pembelajaran yang mendorong berpikir kritis dalam sistem pendidikan Indonesia.

Dede menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis bagi para pelajar dalam menghadapi berbagai persoalan yang mereka temui.

BacaJuga:

Selatox Gandeng Fakultas Farmasi UI, Buka Wawasan Mahasiswa tentang Industri Biofarmasi

Menteri P2MI Dorong Permabudhi Sosialisasi Gerakan Nasional Migran Aman

Penyadapan Prabowo Libatkan Mantan Kapolri, Bareskrim Dalami Penerapan Pasal Makar

Berpikir kritis merupakan kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif dan membuat penilaian yang tepat. Dengan kemampuan berpikir kritis seseorang bisa mengambil keputusan yang lebih baik, serta memungkinkan seseorang untuk mengevaluasi berbagai opsi dan memilih yang terbaik berdasarkan bukti dan logika.

Menurut Dede, metode berpikir kritis dapat membantu siswa memahami konteks dan alasan di balik peristiwa sejarah, bukan sekadar menghafal fakta.

“Kita mungkin ingat Perang Diponegoro terjadi pada 1825–1830, tetapi mengapa terjadi perang, kenapa harus perang, kita tidak tahu. Ini yang disebut narasi atau nalar, atau berpikir kritis. Jadi, berpikir kritis inilah yang perlu diajarkan sejak sekolah, bukan menghafal,” ujar Dede dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (6/7/2024).

Dengan kemampuan berpikir kritis bisa membimbing warga negara yang informed. Kemampuan ini penting untuk menilai informasi dari berbagai sumber, menghindari informasi yang menyesatkan, dan membuat keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengembangan karier di dunia kerja, kemampuan berpikir kritis sangat dihargai karena membantu dalam menyelesaikan tugas dengan lebih efisien dan efektif.

Dede menilai bahwa kemampuan berpikir kritis akan menjadi modal penting bagi generasi muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan adalah fondasi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dengan kemampuan berpikir kritis, generasi muda dapat siap menghadapi tantangan masa depan.

Lebih lanjut, politisi Partai Demokrat ini juga menyarankan agar pemerintah mulai menerapkan konsep pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. “Jangan lagi mengajarkan hal yang sama berulang-ulang kepada siswa yang belum tentu relevan di masa depan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menerbitkan dua buku panduan baru yang sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi di Indonesia. Buku-buku tersebut adalah Buku Panduan Kurikulum Pendidikan Tinggi 2024 dan Buku Pedoman Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek, Sri Suning Kusumawardani, menyatakan bahwa kedua buku ini saling melengkapi. Buku panduan kurikulum berhubungan dengan perencanaan, sementara SPMI berhubungan dengan penjaminan mutu internal. Buku Panduan Kurikulum Pendidikan Tinggi 2024 dirancang untuk mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam rangka mencapai Indonesia Emas 2045.

Dengan adanya panduan ini, perguruan tinggi diharapkan dapat merekonstruksi kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman, mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan mempersiapkan generasi muda untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. (dil)

Tags: Berpikir KritisDPR RIkomisi x dpr riPembelajaran Berpikir Kritis

Berita Terkait.

selatok
Nasional

Selatox Gandeng Fakultas Farmasi UI, Buka Wawasan Mahasiswa tentang Industri Biofarmasi

Jumat, 6 November 2026 - 14:04
Mukhtarudin
Nasional

Menteri P2MI Dorong Permabudhi Sosialisasi Gerakan Nasional Migran Aman

Jumat, 6 November 2026 - 09:31
humas
Nasional

Penyadapan Prabowo Libatkan Mantan Kapolri, Bareskrim Dalami Penerapan Pasal Makar

Jumat, 6 November 2026 - 09:09
sadap
Nasional

Cegah Negara Jadi Pengintai, DPR Desak UU Penyadapan Segera Dibentuk

Jumat, 6 November 2026 - 07:07
puan
Nasional

Ketua DPR Sentil Kebijakan Pajak Pembalut, Desak Kebutuhan Menstruasi Jadi Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 01:11
santri
Nasional

Pascakasus Ponpes di Sukoharjo, Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Pesantren

Jumat, 6 November 2026 - 00:30

OLAHRAGA

rafael
Olahraga

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Editor Ali Rachman
Jumat, 6 November 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID - Jadwal padat bukan alasan bagi Dewa United Banten FC untuk mengendurkan ambisi. Banten Warriors justru membidik kemenangan saat...

SelengkapnyaDetails
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51
noc

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian 2 Turnamen WTT Youth 2027

Kamis, 5 November 2026 - 19:19
verdong

Calvin Verdonk Diganjar MOTM di Liga Champions, UEFA Ungkap Alasan Logis

Kamis, 5 November 2026 - 16:26
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Rabu, 4 November 2026 - 22:31

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3340 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2309 shares
    Share 924 Tweet 577
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1877 shares
    Share 751 Tweet 469
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1176 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    879 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.