• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Manfaatkan Pekarangan Jadi Sumber Sayuran Sehat dan Tambahan Pendapatan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 25 Juli 2024 - 14:34
in Nasional
daunco

Neng Ani Marlianti. Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Angka kemiskinan Desa Air Talas, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim termasuk tinggi. Menurut Pusat Data Indonesia, saat ini Desa Air Talas tergolong berkembang, belum maju. Angka penerima Bansos pun tinggi.

Padahal rata-rata Kepala Keluarga (KK) memiliki lahan pekarangan yang luas namun belum dimanfaatkan. Sementara ibu-ibu harus membeli sayur dan buah-buahan yang seharusnya bisa ditanam di pekarangan.

BacaJuga:

Kemenag: Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Segera Cair

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Neng Ani Marlianti, salah satu perempuan yang rajin memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan dapur. Aneka sayur ditanam sehingga mengurangi uang yang dibelanjakan untuk membeli sayuran dan bumbu. Selain itu, sayuran dan bumbu juga lebih sehat karena dibudidayakan secara organik.

Di depan rumahnya, ia memetik mentimun yang ukurannya di atas rata-rata. Panjangnya hingga 30-50 cm. Hanya ada beberapa batang tanaman saja yang dirambatkan di pagar namun sudah bisa mencukupi kebutuhan untuk keluarganya. Ia tidak perlu membeli.
“Saya juga menanam cabai. Di sini tanahnya subur, tinggal kasih tambahan pupuk kandang, sudah bisa buah,” kata Neng dalam keterangan, Kamis (25/7/2024).

Ia mengatakan, meskipun hanya 2-3 batang saja di depan rumah, sudah cukup untuk mengurangi belanja. Sementara di kebun, ia menanam 60-an batang cabai aneka jenis. Juga aneka sayuran daun mulai pakcoy, caisim, bayam, dan kangkung. Untuk sayuran buah, ada kacang panjang, tomat, dan mentimun.

Merawatnya pun mudah. Bila kemarau panjang, hanya perlu memastikan tanaman tidak kering. Selebihnya, hanya mengamati bila ada hama/penyakit. Hama pun bisa diusir dengan bumbu dapur. Cairan bawang putih ampuh untuk mengusir kutu. Sedangkan ulat daun, biasanya diambil manual. Sebagai tambahan, disemprot dengan cairan pupuk organik yang dibuat sendiri.

Bertanam sayur di pekarangan sebenarnya pernah dilakukan orang tuanya dulu ketika awal-awal di lahan transmigrasi. Kala itu, lahan sawit belum menghasilkan sehingga untuk makan hanya menunggu jatah pemerintah yang terbatas. “Orang tua dulu kan masih orang baru. Orang Bali di perantauan. Minta penduduk setempat, sebatang singkong, lalu ditanam. Dari sanalah bisa makan daun singkong, bisa makan singkong juga,” kata Khairil Anam, suami Neng.

Hal inilah yang dilakukan suami istri untuk menghijaukan pekarangan. Harapannya, hal yang dilakukan ini bisa dicontoh oleh tetangga-tetangganya. Sejauh ini, hasil panen pun sudah dirasakan oleh tetangganya. Jika panen, Neng membagikannya ke tetangga. Tak hanya itu, jika sudah semua kebagian, hasilnya pun dijual.

“Meski hasilnya tidak menentu. Saya bisa dapat uang Rp30 ribu – Rp70 ribu dari menjual sayuran,” kata Neng.

Hasil ini lumayan mengingat tidak perlu meninggalkan rumah. Selain menanam untuk kebutuhan sehari-hari, pekarangan di rumah Neng dijadikan lahan percobaan oleh suaminya untuk peningkatan produktivitas sayuran.
“Saya baca-baca tentang hormon tumbuhan. Kalau hormon tumbuhan yang organik, buatan sendiri seperti belum ada,” kata Khairil.

Ia pun bertanya sana-sini, salah satunya ia mendapatkan tips bahwa buah yang paling besar mengandung giberelin yang tinggi. Giberelin ini hormon tumbuhan yang memicu pertumbuhan buah menjadi besar. Selain itu ada auksi dan sitokinin. Masing-masing memiliki fungsi untuk mempercepat pertumbuhan tanaman khususnya sayuran.

“Saya coba yang giberelin. Saya coba ekstrak lalu aplikasikan ke ketimun,” tambah Khairil.

Ia mencoba tak hanya sekali. Percobaan pertama gagal. Baru percobaan ke-4 membuahkan hasil. Ketimun yang diberi perlakuan giberelin mencapai 1kg/buah, sedangkan ketimun tanpa perlakuan tidak sampai setengah kilogram/buah. Sebuah hasil yang menggembirakannya.

“Dari beberapa penelitian ini, juga dengan membuat demplot menanam sayuran di rumah, saya berharap bisa meningkatkan pendapatan,” kata Neng.

Ia dan suaminya kerap mengajak dan mengajari tetangganya untuk menanam hortikultura sebagai tanaman pekarangan atau tanaman selingan. Ia memiliki harapan besar bahwa kelak, Air Talas tak perlu lagi Bansos sebab masyarakatnya sudah mandiri, tidak perlu dibantu lagi.

PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Limau Field terus mendukung inisiatif-inisiatif kreatif yang lahir dari warga. Agar tepat sasaran, maka perlu penelitian sebelumnya sehingga bantuan tidak mubazir.

“Kami melakukan studi (pemetaan sosial untuk melihat potensi dan kebutuhan) sebelum memberi bantuan. Kelompok Tani Tunas Hijau ini termasuk yang aktif untuk kami dukung karena sudah ada insiatif,” kata Gerry Diansyah, Community Development Officer.

Bantuan untuk bertanam hortikultura ini antara lain benih sayur dan polibag. Sedangkan untuk pupuk, menggunakan pupuk yang dihasilkan dari rumah produksi pupuk dan pestisida organik. Sebuah bangunan terbuka di samping rumah yang dibangun oleh Pertamina atau yang disebut sebagai Pusat Studi Trichoderma. (nas)

Tags: PekaranganpendapatanSayuran Sehat

Berita Terkait.

Menag
Nasional

Kemenag: Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Segera Cair

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:32
Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri
Nasional

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:03
Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI
Nasional

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:09
hakim
Nasional

Gus Kikin: Qanun Asasi Merupakan Ruh Nahdlatul Ulama

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:35
Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional
Nasional

Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:15
bima
Nasional

Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan di Daerah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:14

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2463 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2192 shares
    Share 877 Tweet 548
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.